Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado,Sulawesi Utara.Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa,Sulawesi Utara.Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado.Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.
Kata tinutuan tidak diketahui asalnya.Sejak kapan tinutuan menjadi makanan khas kota Manado tidak diketahui dengan jelas. Ada yang mengatakan tinutuan mulai ramai diperdagangkan di beberapa tempat di sudut kota Manado sejak tahun 1970. Ada juga yang mengatakan sejak tahun 1981.
Tinutuan dipakai menjadi motto Kota Manado sejak kepemimpinan walikota Jimmy Rimba Rogi dan wakil walikota Abdi Wijaya Buchari periode 2005-2010, menggantikan motto Kota Manado sebelumnya yaitu Berhikmat.
Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pariwisata setempat pada tahun 2004(ada juga yang mengatakan pada pertengahan tahun 2005)menjadikan kawasan Wakeke, Kecamatan Wenang, Kota Manado sebagai lokasi wisata makanan khas Tinutuan.
Tinutuan, di Manado, disajikan dengan perkedel nike, sambal roa (rica roa, dabu-dabu roa), ikan cakalang fufu atau tuna asap, perkedel jagung. Tinutuan juga bisa disajikan dicampur dengan mie atau dengan sup kacang merah yang disebut brenebon.
Tinutuan yang disajikan bersama mie disebut midal, dimana akhiran dal tersebut berasal dari kata pedaal yakni nama lain untuk tinutuan khusus di wilayah Minahasa Selatan yang merupakan wilayah subetnis Tountemboan di Minahasa.
Tinutuan juga dapat dicampur dengan sup kacang merah yang disebut brenebon.Tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini kadang juga ditambahkan tetelan sapi, yang konon dipercaya orang yang memakannya dapat menarik "roda" (gerobak).Pada komunitas Kristen di Manado, tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini dapat juga disajikan khusus yaitu dengan ditambahkan kaki babi, biasanya pada acara khusus seperti acara tumpah makan yaitu pada hari pengucapan syukur di Manado.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Tampilkan postingan dengan label bandung makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung makanan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Juli 2010
Senin, 19 Juli 2010
Pizza Khas Italia
Pizza [ˈpiːtsə] adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau "keju pizza".
Jenis bahan lain juga dapat ditaruh di atas pizza, biasanya daging dan saus, seperti salami dan pepperoni, ham, bacon, buah seperti nanas dan zaitun, sayuran seperti cabe dan paprika, dan juga bawang bombay, jamur dan lain lain.
Rotinya biasa dibuat seperti roti biasa namun bisa diberi rasa tambahan dengan mentega, bawang putih, tanaman herbal, atau wijen. Pizza biasanya dimakan selagi panas (biasanya untuk makan siang dan malam), tetapi ada pula yang disajikan dingin, biasanya dimakan untuk sarapan atau saat piknik.
Pizza biasanya dimakan di restoran, dibeli di pasar grosir atau supermarket, dan dapat pula dipesan melalui telepon atau ini melalui web untuk diantar, panas dan siap untuk disantap di rumah.
Kata "pizza" diambil dari bahasa Italia pizza (Alfabet Fonetik Internasional / International Phonetic Alphabet, IPA: [ˈpiːtsə]), biasanya berarti "pai, kue, tart". Banyak yang salah mengira bahwa pizza berasal dari kata Italia yang berarti phai (pie).
sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Makanan
Jenis bahan lain juga dapat ditaruh di atas pizza, biasanya daging dan saus, seperti salami dan pepperoni, ham, bacon, buah seperti nanas dan zaitun, sayuran seperti cabe dan paprika, dan juga bawang bombay, jamur dan lain lain.
Rotinya biasa dibuat seperti roti biasa namun bisa diberi rasa tambahan dengan mentega, bawang putih, tanaman herbal, atau wijen. Pizza biasanya dimakan selagi panas (biasanya untuk makan siang dan malam), tetapi ada pula yang disajikan dingin, biasanya dimakan untuk sarapan atau saat piknik.
Pizza biasanya dimakan di restoran, dibeli di pasar grosir atau supermarket, dan dapat pula dipesan melalui telepon atau ini melalui web untuk diantar, panas dan siap untuk disantap di rumah.
Kata "pizza" diambil dari bahasa Italia pizza (Alfabet Fonetik Internasional / International Phonetic Alphabet, IPA: [ˈpiːtsə]), biasanya berarti "pai, kue, tart". Banyak yang salah mengira bahwa pizza berasal dari kata Italia yang berarti phai (pie).
sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Makanan
Label:
bandung makanan,
restaurant,
restoran
Selasa, 13 Juli 2010
Nasi Ayam Hainan
Nasi ayam Hainan merupakan masakan Tionghoa yang sering dikaitkan dengan masakan Malaysia atau Singapura, dan juga ditemui di negara berjiran Thailand, serta juga di wilayah Hainan, China. Nasi ayam Hainan yang dinamakan sedemikian karena asal-usulnya dalam makanan Hainan dan pengamalannya oleh populasi orang Tionghoa perantauan bersuku Hainan dalam kawasan Nanyang, versi makanan ini yang didapati di Malaysia/Singapura menggabungkan unsur-unsur masakan Hainan dan Kantonis ditambah lagi dengan citarasa masakan di Asia Tenggara.
sumber: wikipedia
lihat Juga: dim sum, dan Laguna
sumber: wikipedia
lihat Juga: dim sum, dan Laguna
Minggu, 11 Juli 2010
Restoran Waroeng Sunda
Kelezatan kuliner Sunda yang sudah sangat dikenal memang sanggup menerbitkan selera siapa saja. Hal ini ditandai dengan banyaknya restaurant yang khusus menyediakan masakan khas negeri Parahyangan di Jakarta. Salah satu restoran yang telah menjadi destinasi pecinta kuliner adalah Waroeng Sunda yang berlokasi di Jl. Raya Serpong KM. 8 / 88, Serpong.
Restoran ini didirikan oleh Tanto Tjahyadikarta pada tahun 2008 dan merupakan pengembangan dari restoran “Waroeng Sunda” yang awalnya didirikan di Sentul pada tahun 2003. “Warung” ini memiliki area yang cukup luas dan bisa menampung hingga 250 orang. Terbagi dalam beberapa ruang dan lantai, interiornya ditata a la alam pedesaan dengan struktur bambu dan langit-langit tinggi serta saung untuk makan cara lesehan. Untuk pengunjung yang membutuhkan extra privacy, restoran ini juga menyediakan ruang VIP yang dilengkapi dengan peralatan presentasi dan sound system. Keluarga juga bisa bersantai di restoran yang nyaman ini karena dilengkapi dengan perlengkapan karaoke dan tempat bermain anak-anak.
Setiap masakan di Warung Sunda diolah dari bahan berkualitas tinggi sehingga kesegaran dan kelezatannya terjamin. Menu andalan yang banyak diminati adalah Sup Gurame Spesial, Patin Bakar Cabut Tulang, Patin Bakar Bambu, Ayam Kalasan, Empal Gepuk, Nasi Bakar Udang Pete. Pengunjung bisa mengambil sayur lalaban dan sambalnya yang khas dan nikmat sesuka hati. Dessert yang bisa dinikmati adalah Es Punclut dan es Waroeng Sunda yang segar. Dengan harga per hidangan rata-rata Rp.15.000, pengunjung bisa menikmati lezatnya makanan khas Sunda dalam suasana restoran yang nyaman dan menyenangkan. (RNO)
Sumber : Openrice.com
Restoran ini didirikan oleh Tanto Tjahyadikarta pada tahun 2008 dan merupakan pengembangan dari restoran “Waroeng Sunda” yang awalnya didirikan di Sentul pada tahun 2003. “Warung” ini memiliki area yang cukup luas dan bisa menampung hingga 250 orang. Terbagi dalam beberapa ruang dan lantai, interiornya ditata a la alam pedesaan dengan struktur bambu dan langit-langit tinggi serta saung untuk makan cara lesehan. Untuk pengunjung yang membutuhkan extra privacy, restoran ini juga menyediakan ruang VIP yang dilengkapi dengan peralatan presentasi dan sound system. Keluarga juga bisa bersantai di restoran yang nyaman ini karena dilengkapi dengan perlengkapan karaoke dan tempat bermain anak-anak.
Setiap masakan di Warung Sunda diolah dari bahan berkualitas tinggi sehingga kesegaran dan kelezatannya terjamin. Menu andalan yang banyak diminati adalah Sup Gurame Spesial, Patin Bakar Cabut Tulang, Patin Bakar Bambu, Ayam Kalasan, Empal Gepuk, Nasi Bakar Udang Pete. Pengunjung bisa mengambil sayur lalaban dan sambalnya yang khas dan nikmat sesuka hati. Dessert yang bisa dinikmati adalah Es Punclut dan es Waroeng Sunda yang segar. Dengan harga per hidangan rata-rata Rp.15.000, pengunjung bisa menikmati lezatnya makanan khas Sunda dalam suasana restoran yang nyaman dan menyenangkan. (RNO)
Sumber : Openrice.com
Label:
bandung makanan,
cafe,
restaurant,
restoran
Kamis, 08 Juli 2010
Sate padang
Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatra Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman.
Sate Padang memakai bahan daging dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.
Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate Pariaman kuahnya berwarna merah. Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate diatas.
Proses pembuatannya:
Daging segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur dengan 19 macam bumbu rempah-rempah yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai) dicampur dengan berbagai macam cabai. Seluruh bumbu kemudian dijadikan satu dan dimasak selama 15 menit.
Sate sendiri hanya dibakar saat dipesan, menggunakan arang dari tempurung kelapa.
sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Cafe
seafood
Sate Padang memakai bahan daging dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.
Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate Pariaman kuahnya berwarna merah. Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate diatas.
Proses pembuatannya:
Daging segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur dengan 19 macam bumbu rempah-rempah yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai) dicampur dengan berbagai macam cabai. Seluruh bumbu kemudian dijadikan satu dan dimasak selama 15 menit.
Sate sendiri hanya dibakar saat dipesan, menggunakan arang dari tempurung kelapa.
sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Cafe
seafood
Label:
bandung makanan,
cafe,
restaurant,
restoran
Selasa, 06 Juli 2010
Gastronomi dan Masakan Nasional
Gastronomi adalah seni, atau ilmu akan makanan yang baik (good eating).Penjelasan yang lebih singkat menyebutkan gastronomi sebagai segala sesutu yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman .Sumber lain menyebutkan gastronomi sebagai studi mengenai hubungan antara budaya dan makanan, di mana gastronomi mempelajari berbagai komponen budaya dengan makanan sebagai pusatnya (seni kuliner).Hubungan budaya dan gastronomi terbentuk karena gastronomi adalah produk budidaya pada kegiatan pertanian sehingga pengejawantahan warna, aroma, dan rasa dari suatu makanan dapat ditelusuri asal-usulnya dari lingkungan tempat bahan bakunya dihasilkan.
Dua ratus tahun yang lalu, kata gastronomi pertama kali muncul di zaman modern tepatnya di Perancis pada puisi yang dikarang oleh Jacques Berchoux (1804).Kendati popularitas kata tersebut semakin meningkat sejak saat itu, gastronomi masih sulit untuk didefinisikan.Kata gastronomi berasal dari Bahasa Yunani kuno gastros yang artinya "lambung" atau "perut" dan nomos yang artinya "hukum" atau "aturan". Gastronomi meliputi studi dan apresiasi dari semua makanan dan minuman.Selain itu, gastronomi juga mencakup pengetahuan mendetail mengenai makanan dan minuman nasional dari berbagai negara besar di seluruh dunia.Peran gastronomi adalah sebagai landasan untuk memahami bagaimana makanan dan minuman digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Melalui gastronomi dimungkinkan untuk membangun sebuah gambaran dari persamaan atau perbedaan pendekatan atau perilaku terhadap makanan dan minuman yang digunakan di berbagai negara dan budaya.
Masakan nasional telah dipopulerkan oleh media massa sebagai bagian penting dari identitas bangsa di mana "blender raksasa" bernama globalisasi telah mengkontaminasi, melemahkan, dan mengancam eksistensinya.Semakin mudahnya akses terhadap makanan dari berbagai negara, tersedia sepanjang tahun, telah menciptakan kebingungan antara hubungan tempat dan waktu tertentu dari suatu makanan.Definisi dari masakan nasional sendiri adalah masakan asli yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup oleh suatu populasi sehingga populasi tersebut dapat dikatakan ahli dalam masakan tersebut.Peran gastronomi adalah melestarikan budaya atau tradisi makanan tersebut, salah satunya dengan cara mempelajari sejarah masakan tersebut dan hubungannya dengan suatu egaa tertentu.
Salah satu contoh makanan nasional yang telah mendunia karena proses globalisasi adalah masakan Jepang.Proses "kontaminasi" oleh globalisasi dimulai pada akhir abad ke-19 sewaktu sejumlah dokter militer Jepang membuat kampanye opini publik yang menyatakan bahwa para wajib militer bangsa Jepang lebih pendek daipada mereka yang berasal dari Eropa karena makanan mereka yang berbasiskan beras.Akibatnya selama periode 1920, angkatan darat dan angkatan laut jepang mengadopsi makanan Barat yang terdiri dari daging dan roti gandum.Pada saat yang sama, para ahli nutrisi, kaum intelektual, dan pengusaha restaurant, dan cafe mempromosikan adaptasi makanan Barat menjadi lebih sesuai dengan selera masakan Jepang. Hasilnya adalah masakan seperti korokke (kroket), donatsu(varian donat), dan kare. Pada periode 1950, kombinasi dari makanan Jepang dan makanan Barat ini yang membentuk "Masakan Jepang" yang diterima luas saat ini.
Sumber: wikipedia
Dua ratus tahun yang lalu, kata gastronomi pertama kali muncul di zaman modern tepatnya di Perancis pada puisi yang dikarang oleh Jacques Berchoux (1804).Kendati popularitas kata tersebut semakin meningkat sejak saat itu, gastronomi masih sulit untuk didefinisikan.Kata gastronomi berasal dari Bahasa Yunani kuno gastros yang artinya "lambung" atau "perut" dan nomos yang artinya "hukum" atau "aturan". Gastronomi meliputi studi dan apresiasi dari semua makanan dan minuman.Selain itu, gastronomi juga mencakup pengetahuan mendetail mengenai makanan dan minuman nasional dari berbagai negara besar di seluruh dunia.Peran gastronomi adalah sebagai landasan untuk memahami bagaimana makanan dan minuman digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Melalui gastronomi dimungkinkan untuk membangun sebuah gambaran dari persamaan atau perbedaan pendekatan atau perilaku terhadap makanan dan minuman yang digunakan di berbagai negara dan budaya.
Masakan nasional telah dipopulerkan oleh media massa sebagai bagian penting dari identitas bangsa di mana "blender raksasa" bernama globalisasi telah mengkontaminasi, melemahkan, dan mengancam eksistensinya.Semakin mudahnya akses terhadap makanan dari berbagai negara, tersedia sepanjang tahun, telah menciptakan kebingungan antara hubungan tempat dan waktu tertentu dari suatu makanan.Definisi dari masakan nasional sendiri adalah masakan asli yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup oleh suatu populasi sehingga populasi tersebut dapat dikatakan ahli dalam masakan tersebut.Peran gastronomi adalah melestarikan budaya atau tradisi makanan tersebut, salah satunya dengan cara mempelajari sejarah masakan tersebut dan hubungannya dengan suatu egaa tertentu.
Salah satu contoh makanan nasional yang telah mendunia karena proses globalisasi adalah masakan Jepang.Proses "kontaminasi" oleh globalisasi dimulai pada akhir abad ke-19 sewaktu sejumlah dokter militer Jepang membuat kampanye opini publik yang menyatakan bahwa para wajib militer bangsa Jepang lebih pendek daipada mereka yang berasal dari Eropa karena makanan mereka yang berbasiskan beras.Akibatnya selama periode 1920, angkatan darat dan angkatan laut jepang mengadopsi makanan Barat yang terdiri dari daging dan roti gandum.Pada saat yang sama, para ahli nutrisi, kaum intelektual, dan pengusaha restaurant, dan cafe mempromosikan adaptasi makanan Barat menjadi lebih sesuai dengan selera masakan Jepang. Hasilnya adalah masakan seperti korokke (kroket), donatsu(varian donat), dan kare. Pada periode 1950, kombinasi dari makanan Jepang dan makanan Barat ini yang membentuk "Masakan Jepang" yang diterima luas saat ini.
Sumber: wikipedia
Label:
bandung makanan,
cafe,
restaurant,
restoran
Cafe
A cafe (pronounced /ˈkæfeɪ/ or /kæˈfeɪ/), also spelled cafe, may in the United States mean an informal restaurant, offering a range of hot meals and made-to-order sandwiches,while in most other countries it refers to an establishment which focuses on serving coffee, like an American coffeehouse.
A "café" can also refer to a small informal public discussion. These are usually live events, and often focus on starting an open conversation on a particular topic. Examples include science cafes in the US, Café Scientifique in the UK, and Café Society in Chicago.
In most European countries, such as Austria, France, Denmark, Germany, Sweden, Portugal, etc., the term café implies primarily serving coffee, typically complemented by a slice of cake/tart/pie, a "danish pastry", a plain bun, or similar sweet pastry on the side. Many (or most) cafés also serve small meals such as sandwiches. European cafés often have an enclosed or outdoor section extending onto the sidewalk. Some cafés also serve alcoholic beverages.
Iguana Café – Tahlequah, Oklahoma.
In the United Kingdom and Ireland a café (with the acute accent) is similar to those in other European countries, while a cafe (without acute accent) refers to a Greasy spoon style restaurant, where the establishment has a focus on fried or grilled food, in particular breakfast dishes.
In the Netherlands and Belgium, a café is the equivalent of a bar, an establishment selling alcoholic beverages. A coffeeshop, which exists in the former country, is an establishment which sells soft drugs (cannabis and hashish) and is generally not allowed
source:wikipedia
A "café" can also refer to a small informal public discussion. These are usually live events, and often focus on starting an open conversation on a particular topic. Examples include science cafes in the US, Café Scientifique in the UK, and Café Society in Chicago.
In most European countries, such as Austria, France, Denmark, Germany, Sweden, Portugal, etc., the term café implies primarily serving coffee, typically complemented by a slice of cake/tart/pie, a "danish pastry", a plain bun, or similar sweet pastry on the side. Many (or most) cafés also serve small meals such as sandwiches. European cafés often have an enclosed or outdoor section extending onto the sidewalk. Some cafés also serve alcoholic beverages.
Iguana Café – Tahlequah, Oklahoma.
In the United Kingdom and Ireland a café (with the acute accent) is similar to those in other European countries, while a cafe (without acute accent) refers to a Greasy spoon style restaurant, where the establishment has a focus on fried or grilled food, in particular breakfast dishes.
In the Netherlands and Belgium, a café is the equivalent of a bar, an establishment selling alcoholic beverages. A coffeeshop, which exists in the former country, is an establishment which sells soft drugs (cannabis and hashish) and is generally not allowed
source:wikipedia
Label:
bandung makanan,
cafe,
restaurant,
restoran
Minggu, 04 Juli 2010
Marutama Ra-men
Sekarang ini banyak sekali restaurant ramen Jepang yang sukses dan membuka cabang-cabangnya di Indonesia. Marutama Ra-men sebagai restoran yang mengusung produk ramen autentik khas Jepang membuka gerainya yang pertama di Indonesia pada tanggal 27 Mei 2010. Berlokasi di Gedung Sentral Senayan 1 lantai dasar #10 BC Jakarta Selatan, Marutama Ra-men akan segera membuka gerainya yang kedua di eX-Plaza Indonesia. Latar belakang dibukanya Marutama Ra-men yang pertama di Indonesia dikarenakan Henky Rusli sebagai pengusaha restoran tertarik dengan rasa ramen yang khas dari Marutama Ra-men Jepang. Lalu Henky terdorong untuk bekerjasama dengan Tetsuya Kudo, 50, sebagai pemilik sekaligus chef dari Marutama Ra-men di Jepang.
Rasa ramen di Marutama Ra-men memang khas. Menu makanan ramen autentik khas Jepang dengan sup berbahan dasar kaldu ayam dikenal dengan nama Toripaitan. Rasa khas merupakan hasil olahan dari bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan membutuhkan pengolahan yang jeli. Menurut Kudo, Toripaitan merupakan satu dari sekian sup yang sulit diolah. Persiapan dan proses memasak sup itu membutuhkan waktu 5 jam setiap harinya.
Selain menu ramen, ada juga toping tambahan (additional topping) dan menu samping (side dish). Salah satu yang paling populer yaitu Tamago merupakan telur bumbu kecap yang terlihat matang diluar, tapi setengah matang di bagian dalam dengan bumbu khusus yang terserap sampai kedalamnya. Para tamu bisa memilih untuk menggunakan daging babi atau daging ayam sebagai toping di Restoran Marutama Ra-men. Restoran Marutama Ra-men juga menyajikan hot pot dengan kuah Toripaitan. Di Jepang, sup ini digemari wanita karena mengandung kolagen yang efektif untuk membuat kulit halus dan lembut.
Maka bersiaplah menikmati ramen di restoran dengan elemen kayu untuk desain interior. Suasana khas Jepang dengan konsep open kitchen. Resto ini menyediakan 3 ruang VIP yang dapat digunakan untuk private gathering atau meeting.
Rasa ramen di Marutama Ra-men memang khas. Menu makanan ramen autentik khas Jepang dengan sup berbahan dasar kaldu ayam dikenal dengan nama Toripaitan. Rasa khas merupakan hasil olahan dari bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan membutuhkan pengolahan yang jeli. Menurut Kudo, Toripaitan merupakan satu dari sekian sup yang sulit diolah. Persiapan dan proses memasak sup itu membutuhkan waktu 5 jam setiap harinya.
Selain menu ramen, ada juga toping tambahan (additional topping) dan menu samping (side dish). Salah satu yang paling populer yaitu Tamago merupakan telur bumbu kecap yang terlihat matang diluar, tapi setengah matang di bagian dalam dengan bumbu khusus yang terserap sampai kedalamnya. Para tamu bisa memilih untuk menggunakan daging babi atau daging ayam sebagai toping di Restoran Marutama Ra-men. Restoran Marutama Ra-men juga menyajikan hot pot dengan kuah Toripaitan. Di Jepang, sup ini digemari wanita karena mengandung kolagen yang efektif untuk membuat kulit halus dan lembut.
Maka bersiaplah menikmati ramen di restoran dengan elemen kayu untuk desain interior. Suasana khas Jepang dengan konsep open kitchen. Resto ini menyediakan 3 ruang VIP yang dapat digunakan untuk private gathering atau meeting.
Label:
bandung makanan,
cafe,
restaurant,
restoran
Selasa, 22 Juni 2010
SEJARAH HAMBURGER
Ada beberapa versi dari sejarah penciptaan burger, penganan ini awalnya adalah makanan khas bangsa Tartar, yaitu berupa daging cincang yang disantap mentah-mentah dengan perasan jeruk. Bangsa Tartar merupakan bangsa nomaden yang sering melakukan perjalanan jauh menunggang kuda, sehingga daging yang mereka bawa sering menjadi keras dan tak layak konsumsi, maka merekapun mengakalinya dengan meletakkan daging di bawah sadel kuda mereka. setelah melakukan perjalanan jauh ternyata daging tersebut masih hangat dan tidak menjadi dingin, maka daging tersebut langsung disantap dengan tanpa dimasak dan hanya diberi sedikit perasan jeruk nipis.
Hidangan yang terkenal lezat dari Asia Tengah ini kemudian dibawa oleh para pelaut Eropa ke negaranya, tepatnya ke kota Hamburg karena masyarangkat disana pada umumnya mengganggap bahwa mereka adalah bangsa yang beradab, mereka menolak memakan daging yang tak dimasak, maka daging khas Tartar tersebut mereka masak terlebih dahulu sebelum disantap dengan cara dibakar atau digoreng, ternyata masakan ini snagat disukai berbagai orang. Sampai saat ini sebagian orang tetap lebih menyenangi menyantapnya mentah-mentah. Inilah asal mula daging burger.
Sedangkan untuk hamburger yang kita kenal bentuknya sekarang, yaitu yang berupa daging yang disantap dengan roti, berasal dari Amerika, para imigran dari Hamburg memperkenalkan daging burger mereka ke orang Amerika. Disana daging ini diberi nama Hamburg Steak dan daging ini masih disantap seperti layaknya menyantap steak.
Menurut para penduduk hamburg, New York, sebuah kawasan yang dibei nama seperti kota Hamburg di Jerman, makanan ini ditemukan oleh dua bersaudara dari Ohio, Frank dan Charles Menches, menurut legenda, mereka merupakan penjaja makanan di pinggir jalan yang menjual sandwich, karena suatu hari mereka kehabisan sosis, maka mereka menggunakan daging sapi cincang sebagai pengganti sosis untuk isi dari sandwich mereka. Dan penggunaan daging sapi ini ternyata ditanggapi dengan baik oleh konsumen mereka.
Menurut Komunitas Sejarah Seymour di Winconsin, mereka menyebutkan nama Charlie Nagreen sebagai pencipta hamburger. Nama Charlie Nagreen sekarang identik dipanggil "Hamburger Charlie". Ia berjualan sandwich yang diisi dengan bakso saat ia berusia 15 tahun di Seymour Fair pada tahun 1885. Karena jualannya kurang sukses, ia menemukan sebabnya, karena pelanggan tidak dapat berjalan berkeliling sambil makan, maka ia memipihkan bakso yang dijualnya dan meletakkannya di antara irisan roti, ternyata hal ini sukses dan mampu menarik perhatian konsumen, karena hidangan Hamburg Steak amat populer saat itu, Charlie Nagreen pun memberi nama Hamburger pada penganan temuannya itu. Sejak itu ia selalu kembali tiap tahun ke Seymour Fair untuk berjualan hamburger, sampai saat kematiannya pada tahun 1951.
Menurut Kongres Perpustakaan Amerika dan Pemerintahan Connecticut, hamburger pertama dijual pada tahun 1895 oleh Louis Lassen di restaurant nya, Louise's Lunch di New Haven, Connecticut, Majalah New York mengemukakan bahwa awalnya makanan ini tak diberi nama, hingga saat beberapa pelaut dari Hamburg singgah ke restoran itu dan menamai menu tersebut hamburger.
Seorang menurut sejarahwan Texas, Frank.X.Tolbert menyatakan penemuan hamburger dilakukan oleh Fletcher Davis dari Athens, Texas. Ia percaya bahwa Davis mulai menjual hamburger di kiosnya di Athens sejak akhir tahun 1880an, dan memperkenalkan hamburger ke St.Louis Fair pada tahun 1904.
sumber: wikipedia
Lihat Juga : Cafe
Hidangan yang terkenal lezat dari Asia Tengah ini kemudian dibawa oleh para pelaut Eropa ke negaranya, tepatnya ke kota Hamburg karena masyarangkat disana pada umumnya mengganggap bahwa mereka adalah bangsa yang beradab, mereka menolak memakan daging yang tak dimasak, maka daging khas Tartar tersebut mereka masak terlebih dahulu sebelum disantap dengan cara dibakar atau digoreng, ternyata masakan ini snagat disukai berbagai orang. Sampai saat ini sebagian orang tetap lebih menyenangi menyantapnya mentah-mentah. Inilah asal mula daging burger.
Sedangkan untuk hamburger yang kita kenal bentuknya sekarang, yaitu yang berupa daging yang disantap dengan roti, berasal dari Amerika, para imigran dari Hamburg memperkenalkan daging burger mereka ke orang Amerika. Disana daging ini diberi nama Hamburg Steak dan daging ini masih disantap seperti layaknya menyantap steak.
Menurut para penduduk hamburg, New York, sebuah kawasan yang dibei nama seperti kota Hamburg di Jerman, makanan ini ditemukan oleh dua bersaudara dari Ohio, Frank dan Charles Menches, menurut legenda, mereka merupakan penjaja makanan di pinggir jalan yang menjual sandwich, karena suatu hari mereka kehabisan sosis, maka mereka menggunakan daging sapi cincang sebagai pengganti sosis untuk isi dari sandwich mereka. Dan penggunaan daging sapi ini ternyata ditanggapi dengan baik oleh konsumen mereka.
Menurut Komunitas Sejarah Seymour di Winconsin, mereka menyebutkan nama Charlie Nagreen sebagai pencipta hamburger. Nama Charlie Nagreen sekarang identik dipanggil "Hamburger Charlie". Ia berjualan sandwich yang diisi dengan bakso saat ia berusia 15 tahun di Seymour Fair pada tahun 1885. Karena jualannya kurang sukses, ia menemukan sebabnya, karena pelanggan tidak dapat berjalan berkeliling sambil makan, maka ia memipihkan bakso yang dijualnya dan meletakkannya di antara irisan roti, ternyata hal ini sukses dan mampu menarik perhatian konsumen, karena hidangan Hamburg Steak amat populer saat itu, Charlie Nagreen pun memberi nama Hamburger pada penganan temuannya itu. Sejak itu ia selalu kembali tiap tahun ke Seymour Fair untuk berjualan hamburger, sampai saat kematiannya pada tahun 1951.
Menurut Kongres Perpustakaan Amerika dan Pemerintahan Connecticut, hamburger pertama dijual pada tahun 1895 oleh Louis Lassen di restaurant nya, Louise's Lunch di New Haven, Connecticut, Majalah New York mengemukakan bahwa awalnya makanan ini tak diberi nama, hingga saat beberapa pelaut dari Hamburg singgah ke restoran itu dan menamai menu tersebut hamburger.
Seorang menurut sejarahwan Texas, Frank.X.Tolbert menyatakan penemuan hamburger dilakukan oleh Fletcher Davis dari Athens, Texas. Ia percaya bahwa Davis mulai menjual hamburger di kiosnya di Athens sejak akhir tahun 1880an, dan memperkenalkan hamburger ke St.Louis Fair pada tahun 1904.
sumber: wikipedia
Lihat Juga : Cafe
Label:
bandung makanan,
cafe,
openrice,
restaurant,
restoran
Minggu, 13 Juni 2010
masing-masing punya selera
Makanan pasti dimakan oleh seluruh manusia di dunia ini. Kebutuhan makanan setiap orang di dunia ini berbeda. Orang yang tinggal di Kutub Utara dan Kutub Selatan, membutuhkan banyak makanan untuk membantu menghangatkan dirinya agar suhu tubuhnya tetap normal. Sedangkan bagi orang yang tinggal di daerah tropis, mereka justru membutuhkan banyak minuman dibandingkan dengan makanan. Selera makanan orang di setiap negara pasti berbeda, sehingga setiap negara mempunyai makanan khas sendiri. Di Amerika Serikat, rata-rata penduduknya memakan pizza, hamburger dan hot dog sebagai makanan pokok mereka. Di Indonesia, rata-rata penduduknya memakan nasi sebagai makanan pokok mereka. Begitupun dengan Eropa dan negara-negara lainnya. Jadi, dapat dipastikan, bahwa setiap negara mempunyai makanan khas masing-masing.
sumber: wikipedia
lihat juga: restaurant, restoran, cafe, makanan
sumber: wikipedia
lihat juga: restaurant, restoran, cafe, makanan
Label:
bandung makanan,
cafe,
openrice,
restaurant,
restoran
Kamis, 10 Juni 2010
hidup untuk makan???
Makanan… hmmm siapa yang gag kenal dan gag butuh dengan yang satu ini. Kebutuhan hidup. Ada yang bilang makan untuk hidup, ada juga yang bilang hidup untuk makan.
Makanan dan minuman bisa kita dapatkan dengan memasak atau mengolah atau jika malas dan tidak sempat mengolah kita bisa membeli di tempat2 penjaja makanan di restaurant, restoran, maupun café .
Di Indonesia banyak sekali kuliner2 yang terkenal di dunia seperti nasi goreng, sate, soto dll. Dan banyak juga Japanese food seperti sushi, ramen, dan Chinese food seperti dim sum maupun makanan berkelas internasional seperti seafood, pasta, steak, cake dan pizza maupun minuman seperti wine, dan ice cream.
Tapi apapun makanannya yang penting perut terisi dan kenyang hehehehe agar bias terus melakukan aktivitas dan terus hidup :)
Makanan dan minuman bisa kita dapatkan dengan memasak atau mengolah atau jika malas dan tidak sempat mengolah kita bisa membeli di tempat2 penjaja makanan di restaurant, restoran, maupun café .
Di Indonesia banyak sekali kuliner2 yang terkenal di dunia seperti nasi goreng, sate, soto dll. Dan banyak juga Japanese food seperti sushi, ramen, dan Chinese food seperti dim sum maupun makanan berkelas internasional seperti seafood, pasta, steak, cake dan pizza maupun minuman seperti wine, dan ice cream.
Tapi apapun makanannya yang penting perut terisi dan kenyang hehehehe agar bias terus melakukan aktivitas dan terus hidup :)
Label:
bandung makanan,
cafe,
minuman,
openrice,
restaurant,
restoran
Selasa, 01 Juni 2010
tempat makanan bandung yang khass
Berkunjung ke Bandung kiranya belumlah lengkap apabila belum berwisata kuliner dan berwisata tempat Makan Bandung atau seputaran kota Bandung yang nyaman dan asri. Tempat Makan Asik dari restoran mewah, kafe yang nyaman, warung makan yang murah, semua dapat ditemukan di Bandung . Dari harga yang mahal untuk jamuan mewah, atau harga yang murah untuk sekedar nongkrong mengisi perut semua lengkap di Bandung . Makanan khas Bandung seperti Batagor dan kue-kue lain juga tetap merupakan favorit sebagai oleh-oleh dari kota Bandung dan menjadikan sebuah kunjungan ke Bandung menjadi tidak lengkap tanpa membawa buah tangan Batagor yang harum gurih serta Brownies kukus yang manis dan legit. Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia
Ya, seiring pergantian waktu, suatu usaha tentu saja mengalami pasang surut. Begitu juga dengan beberapa tempat makanan dan tempat minuman enak di
Sumber : Kusut BlogDetik.com
Langganan:
Postingan (Atom)