Tampilkan postingan dengan label rumah apartemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah apartemen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2010

Dana "Mepet", Pilih Saja Apartemen Bersubsidi



Beragam hunian yang ditawarkan oleh pihak pengembang memang menggiurkan. Namun terkadang, kemampuan kita untuk membayar cicilan rumah masih jauh dari harapan. Karenanya, boleh jadi membeli apartemen bersubsidi bisa menjadi salah satu pilihan atau bisa jadi lahan bisnis Sewa Apartemen.

Selain letaknya yang strategis, harga yang ditawarkan juga relatif 'miring' dibandingkan dengan apartemen mewah lainnya. Tengok saja, harga jual apartemen bersubsidi yang dibangun di kawasan Depok, pada Trend Property Expo 2010 ini berkisar antara Rp 92 juta sampai Rp 97 juta sesuai dengan tipe yang disediakan.

"Harga per unitnya ditawarkan Rp 92 juta dengan cicilannya bisa mulai dari Rp 750.000 per bulannya. Itu cukup murah lho," kata Marwan Erly selaku Sales Executive PT Cempaka Bersamamaju, pengembang apartemen bersubsidi, saat ditemui Kompas.com di lokasi Trend Property Expo 2010 , di JCC, Jakarta.

Meski namanya apartemen bersubsidi, namun hunian program pemerintah ini dibangun dalam kawasan elit di lahan 4.000 meter dan merupakan pengembangan tahap kedua setelah bangunan apartemen pertama yang diresmikan tahun 2006 . Fasilitas yang ditawarkan juga cukup lengkap dengan adanya taman bermain anak, kolam renang, jogging track, lapangan tennis, lapangan badminton, serta dekat dengan pusat pertokoan. Selain sebagai tempat tinggal, hal ini juga bisa jadi lahan bisnis Sewa Apartemen bagi orang yang ingi berinvestasi di bidang property.

Pembangunan tahap dua di kawasan strategis pinggir Jalan Raya Warung Jati, Jakarta Selatan itu, ditargetkan rampung tahun 2011. Apartemen ini membidik mahasiswa serta masyarakat Depok dan sekitarnya yang berpenghasilan setidaknya diatas Rp 2,5 juta.

properti.kompas.com

Kamis, 04 Februari 2010

Enak Tinggal di Apartement atau Rumah Kos?



Apartement terus berjamuran di Jakarta dan sekitarnya. Nah, lebih enak mana tinggal di Apartement atau di Rumah Kos? Sebenarnya tergantung dari kebutuhan individu. Tinggal di Apartement secara umum lebih mahal dari tinggal di Rumah Kos, walaupun tidak selalu.

Rumah Kos yang berlokasi di Seputaran Sudirman, Jakarta misalnya. Harga per bulan bisa rata rata di atas 1 juta rupiah. Bahkan dapat mencapai 5 juta rupiah. Dengan begini, harga sewa per tahun bisa mencapai 60 juta rupiah. Kalau sudah begini, mungkin sewa Apartement bisa lebih murah. Misalkan, kalau seseorang menyewa kamar kos seharga 2.5 juta, maka per tahuan total harga sewa kamar 30 juta rupiah. Jumlah ini cukup untuk sewa antara 1 - 2 kamar Apartement, lengkap dengan fasilitas nya. Nah, biaya biaya apa saja pada saat menyewa Apartement yang mungkin perlu dibayar?

1. Deposit awal. Tergantung apakah Apartementnya Furnished atau Tidak (Furnished maksudnya ada isi Furniture, Kulkas, AC dll.. ). Minimal 1 bulan deposit atau bahkan bisa lebih.

2. Biaya Sewa Apartement. Bisa 1 tahun atau lebih. Biasanya pemilik menginginkan lebih dari 1 Tahun.

3. Service Fee Bulanan. Biaya ini tergantung dari luas Apartement. Makin luas, tentunya makin mahal. Tergantung dari jenis Apartement. Harganya bisa Rp 5000/m2 atau lebih. Apartement seluas 50 m2 misalnya, bila per m2 = Rp 5000, Biaya Service Fee bulanannya menjadi Rp 250.000.

4. Biaya Listrik dan Air. Biaya ini tergantung dari banyaknya pemakaian. Untuk 1 orang yang tinggal di Apartement, biayanya bisa mencapai Rp 500.000.

5. Biaya Parkir. Sekali lagi tergantung dari Apartementnya, apakah menyediakan Parkir Gratis atau Secured Parking dimana penghuni perlu membayar bulanan.

6. Biaya Kabel atau Satelit TV. Biasanya kalau penghuni menginginkan channel TV khusus seperti HBO, Discovery, Xing He atau lainnya, penghuni perlu membayar lagi biaya ini. Besarnya antara Rp 100.000 ke atas tergantung Channel berlanggnan yang diinginkan.

7. Biaya Internet. Internet biasanya bukan Fasilitas Gratis di Apartement. Bisa ada 1 provider, bisa juga lebih, tergantung dari Manajemen Building. Saat ini Internet sudah bisa diakses tidak hanya melalui kabel network, tetapi juga melalui berbagi media wireless yang terus berkembang pesat.

8. Biaya Cuci Pakaian dan Kebersihan Apartement. Di Apartement biasanya tersedia juga jasa pencucian pakaian / Laundry dan juga jasa membersihkan Apartement. Biaya yang penhuni keluarkan tentunya tergantung masing masing invidividu.

Nah bila dilihat dari list Biaya diatas dan dibandingkan dengan Rumah Kos, memang ada pekerjaan tambahan yang perlu dilakukan, yaitu tidak lupa membayar berbagai macam biaya Apartement. Biasanya Rumah Kos juga membutuhkan Deposit Awal yang besarnya umumnya 1 bulan deposit.

Selain Deposit, penghuni Rumah Kos biasanya terima bersih, berarti tidak ada lagi Service Fee, Biaya Listrik dan Air, Biaya Parkir, Biaya Kabel atau Satelit TV, Biaya Cuci Pakaian. Bahkan Internet bisa juga Gratis, terutama untuk Rumah Rumah Kos yang harganya sudah mencapai jutaan rupiah per bulannya. Bisa juga service ini tidak gratis diberikan, tetapi berlangganan yang tentunya harganya biasanya murah dan terjangkau kantong para Penghuni Rumah Kos.

rumahkos.com/

Selasa, 26 Januari 2010

Sewa Apartemen atau Rumah?



Tempat tinggal menjadi kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi setiap orangagar lebih praktis beraktivitas. Perumahan tipe sederhana dengan KPR terjangkau, atau apartemen murah bersubsidi bisa menjadi pilihan. Jika masih belum mampu membeli rumah, pilihannya kembali kepada: Sewa Apartement, atau mengontrak rumah. Namun mana yang lebih efisien?

Pilihan tersebut pada dasarnya tergantung pada prioritas kebutuhan masing-masing orang. Nini Candra, mengaku tertarik membeli satu unit apartemen bersubsidi di kawasan selatan Jakarta. Meski berlokasi di jalan utama yang sering mengalami kemacetan, perempuan yang ditemui Kompas Female saat melihat show unit di apartemen pilihannya ini tak merasa terkendala dengan lokasi.

"Tetap ada pertimbangan kepraktisan, karena lokasi apartemen dekat dengan usaha suami dan pekerjaan saya sangat mobile di kawasan selatan dan barat Jakarta. Jadi masih dekat dengan domisili," jelasnya.

Lain halnya dengan Muhammad Yunus. Ia mengaku sempat membandingkan kediaman di apartemen (Sewa Apartement) atau rumah sewa berjenis paviliun. Menurutnya tinggal di apartemen lebih praktis, privasi terjaga, dan keamanan terjamin.

"Nilai sewa paviliun memang lebih murah, 1 juta per bulan, sedangkan waktu itu sewa apartemen 11 juta per enam bulan lengkap dengan keamanan gedung dan privasi yang tak didapat dari pilihan satunya," jelas Yunus, yang tinggal di apartemen Mediterrania Garden Residence pada tahun 2006 hingga 2007.

Jika pada umumnya pemilihan tinggal di apartemen adalah karena faktor lokasi yang strategis, mengapa banyak pula apartemen yang berdiri di kota-kota satelit seperti Depok, Bekasi, dan Serpong? Bagi sebagian orang, faktor harga menjadi pertimbangan utama. Apartement yang berada di pinggiran kota seperti ini memang menawarkan harga sewa apartement yang lebih murah daripada yang berada di pusat kota. Soal lokasi tak jadi perkara, meski masih harus terjebak kemacetan kota. Toh masih lebih murah daripada kredit rumah dengan lokasi yang juga jauh dari kota, misalnya.

Ada ruang bermain

Untuk keluarga yang memiliki anak, tampaknya apartemen tidak begitu menjadi pilihan. Chrisna Soeharto, contohnya. Pria yang bekerja sebagai marketing trainer di sebuah perusahaan otomotif ini, memilih membeli rumah karena konsepnya lebih untuk keluarga. "Kalau rumah ada lahan yang luas untuk berkebun, anak-anak juga punya tempat bermain," katanya.

Sebagai investasi, rumah juga lebih menguntungkan. Sedangkan apartemen boleh dibilang hanya unggul dari segi lokasi yang strategis saja, tidak ada kelebihan lain. Untuk biaya operasional, penghuni apartemen akan terkena service charge kurang lebih Rp 1,5 juta tiap bulan. Bandingkan dengan tinggal di rumah yang biaya operasional tiap bulannya bisa diatur hingga Rp 700 ribu saja. Karena itu, pria yang kini tinggal di kawasan Bintaro ini malah berencana membeli satu unit rumah lagi.

Bagaimana pun, pembangunan rumah dan apartemen -baik yang bersubsidi maupun tidak- ada dimana-mana, menjadi pertanda bahwa pasarnya masih ada. Tinggal pilih yang paling cocok dengan karakter Anda, rumah atau apartemen?

female.kompas.com

Senin, 30 November 2009

Tips Memilih Apartemen



Berbeda dengan rumah biasa, tinggal di apartemen dianggap lebih praktis dan mencerminkan gaya hidup masyarakat zaman sekarang. Kemacetan lalu lintas yang menggila di kota besar seperti Jakarta adalah salah satu factor mengapa sebagian kalangan lebih memilih tinggal di apartemen (Apartemen Kemayoran). Betapa nyamannya apabila kantor dan rumah terletak dalam satu wilayah. Bebas macet dan dapat menghemat waktu, biaya, energi, sekaligus BBM. Asyiknya lagi berbagai fasilitas lengkap tersedia dalam apartemen seperti pusat kebugaran, pasar swalayan, tempat bermain anak, kolam renang hingga lapangan tennis.

Kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman dengan privasi yang tinggi inilah yang menjadi faktor pemicu tumbuhnya apartemen (apartemen kemayoran). Akan tetapi, kesadaran untuk menghormati dan toleransi yang tinggi juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan di apartemen (apartemen kemayoran).

Kenyamanan seperti itulah yang tampaknya dikejar oleh masyarakat kota sekarang ini. Ruang gerak yang terbatas, praktis dan dinamis mencerminkan gaya hidup di apartemen . Nah, sudah siapkah anda?

Keuntungan tinggal di apartemen (apartemen kemayoran) :

1. Menghemat pengeluaran tetap anda seperti rekening listrik dan air. Apalagi bagi anda pasangan muda atau yang masih lajang.
2. Lengkapnya fasilitas yang tersedia mulai dari pusat kebugaran, taman bermain anak, hingga lapangan tennis.
3. Memudahkan anda dalam membersihkan ruangan karena luas apartemen yang terbatas.
4. Sistem keamanan apartemen (apartemen kemayoran) yang lebih aman dan terjaga.
5. Apabila kita btuh tempat tinggal untuk sementara, apartemen adalah pilihan terbaik dibandingkan rumah.

Tips memilih apartemen (apartemen kemayoran) yang tepat:

1. Pilihlah lokasi apartemen yang strategis sehingga memudahkan anda untuk beraktivitas di luar seperti ke kantor atau berbelanja.
2. Tanyakan dengan jelas fasilitas yang tersedia dalam apartemen, terutama sistem keamanan, generator, alat deteksi kebakaran, kondisi tangga darurat serta tempat parkir yang memadai.
3. Teliti surat kepemilikan apartemen (hak guna bangunan) untuk mencegah hal-hal yang merugikan di kemudian hari.
4. Perkirakan budget anda dengan model apartemen yang diinginkan.

rumah-ku.com

Rabu, 18 November 2009

Pertimbangan Memilih Tinggal di Apartemen



Berbeda dengan rumah biasa, tinggal di apartemen dianggap lebih praktis dan mencerminkan gaya hidup masyarakat zaman sekarang. Kemacetan lalu lintas yang menggila di kota besar seperti Jakarta adalah salah satu factor mengapa sebagian kalangan lebih memilih tinggal di apartemen misalnya Apartemen Kemayoran. Betapa nyamannya apabila kantor dan rumah terletak dalam satu wilayah. Bebas macet dan dapat menghemat waktu, biaya, energi, sekaligus BBM. Asyiknya lagi berbagai fasilitas lengkap tersedia dalam apartemen seperti pusat kebugaran, pasar swalayan, tempat bermain anak, kolam renang hingga lapangan tennis (apartemen kemayoran).

Kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman dengan privasi yang tinggi inilah yang menjadi faktor pemicu tumbuhnya apartemen. Akan tetapi, kesadaran untuk menghormati dan toleransi yang tinggi juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan di apartemen kemayoran.Kenyamanan seperti itulah yang tampaknya dikejar oleh masyarakat kota sekarang ini. Ruang gerak yang terbatas, praktis dan dinamis mencerminkan gaya hidup di apartemen. Nah, sudah siapkah anda?

Keuntungan tinggal di apartemen :

1. Menghemat pengeluaran tetap anda seperti rekening listrik dan air. Apalagi bagi anda pasangan muda atau yang masih lajang.

2. Lengkapnya fasilitas yang tersedia mulai dari pusat kebugaran, taman bermain anak, hingga lapangan tennis.

3. Memudahkan anda dalam membersihkan ruangan karena luas apartemen yang terbatas.

4. Sistem keamanan apartemen (apartemen kemayoran) yang lebih aman dan terjaga.

5. Apabila kita btuh tempat tinggal untuk sementara, apartemen adalah pilihan terbaik dibandingkan rumah.

Tips memilih apartemen yang tepat:

1. Pilihlah lokasi apartemen yang strategis sehingga memudahkan anda untuk beraktivitas di luar seperti ke kantor atau berbelanja seperti apartemen kemayoran.

2. Tanyakan dengan jelas fasilitas yang tersedia dalam apartemen, terutama sistem keamanan, generator, alat deteksi kebakaran, kondisi tangga darurat serta tempat parkir yang memadai (apartemen kemayoran).

3. Teliti surat kepemilikan apartemen (hak guna bangunan) untuk mencegah hal-hal yang merugikan di kemudian hari.

4. Perkirakan budget anda dengan model apartemen (apartemen kemayoran) yang diinginkan.

Tips & etika tinggal di apartemen:

1. Saling menghormati dan toleransi terhadap privasi penghuni lainnya (apartemen kemayoran).
2. Menjaga kebersihan tempat tinggal dan fasilitas umum yang tersedia.
3. Menggunakan apartemen hanya untuk tempat tinggal, tidak untuk kantor atau fungsi komersial lainnya.
4. Bagi anda yang mempunyai mobil, cucilah mobil pada tempat yang sudah disediakan agar tidak mengganggu penghuni lainnya.
5. Pertimbangkan volume pada saat memutar lagu favorit anda supaya tetangga tidak merasa terganggu.
6. Sebaiknya tanyakan kepada pengelola apartemen jika ingin memelihara / membawa binatang peliharaan.

rumah-ku.com

Minggu, 18 Oktober 2009

Tips Cermat Memilih Rumah Tempat Tinggal



Setiap orang punya kebutuhan primer atau pokok yang sama, orang jawa biasa menyebutnya kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bahasa indonesia kita menyebut kebutuhan tersebut dengan pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Secara umum orang-orang sudah dapat memenuhi kebutuhan tersebut, apapun cara yang dilakukan. Orang-orang berpakaian walapun sederhana, makan apa adanya, dan bertempat tinggal dimana dia bisa tinggal.

Jika kebutuhan pakaian dan makanan sudah terpenuhi, selanjutnya orang akan memikirkan kebutuhan Tempat tinggal. Jika Ia punya uang, mungkin dia sudah membeli atau membangun rumah sendiri walaupun kecil. Apalagi sekarang sudah banyak program pinjaman dari bank untuk kebutuhan tempat tinggal, punya uang sedikit pun bisa dijadikan uang muka untuk mendapatkan rumah yang sesuai. Mungkin ada orang yang beruntung karena dapat warisan dari orang tuanya. Bagaimanapun orang-orang berusaha untuk dapat memiliki rumah atau tempat tinggal sendiri.

Jikalau belum mampu untuk memiliki tempat tinggal sendiri, orang-orang dapat mengontrak, kost, numpang atau apapun caranya agar dia bisa merasa nyaman untuk menetap.

Dalam memilih tempat tinggal, tentu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Antara lain:

* Lokasi, apakah lokasi jauh dari kebiasaan beraktifitas? misalnya: tempat kerja, tempat kuliah, dsb
* Lingkungan tempat tinggal, apakah lingkungannya nyaman?
* Masyarakat sekitar tempat tinggal, bagaimana dengan masyarakat sekitarnya?
* Fasilitas tempat tinggal, lihat juga fasilitas yang ada disekitar lokasi * dan lain-lain

Pesan dari orang-orang tua, kalau bisa pilihlah lokasi tempat tinggal yang dekat dengan semua atau salah satu berikut:

* tempat ibadah
* pasar
* sungai
* tempat kerja

Apakah Anda punya pertimbangan lain dalam memilih tempat tinggal?

zudha.staff.ugm.ac.id