Tampilkan postingan dengan label apartemen indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apartemen indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2010

Enak Tinggal di Apartement atau Rumah Kos?



Apartement terus berjamuran di Jakarta dan sekitarnya. Nah, lebih enak mana tinggal di Apartement atau di Rumah Kos? Sebenarnya tergantung dari kebutuhan individu. Tinggal di Apartement secara umum lebih mahal dari tinggal di Rumah Kos, walaupun tidak selalu.

Rumah Kos yang berlokasi di Seputaran Sudirman, Jakarta misalnya. Harga per bulan bisa rata rata di atas 1 juta rupiah. Bahkan dapat mencapai 5 juta rupiah. Dengan begini, harga sewa per tahun bisa mencapai 60 juta rupiah. Kalau sudah begini, mungkin sewa Apartement bisa lebih murah. Misalkan, kalau seseorang menyewa kamar kos seharga 2.5 juta, maka per tahuan total harga sewa kamar 30 juta rupiah. Jumlah ini cukup untuk sewa antara 1 - 2 kamar Apartement, lengkap dengan fasilitas nya. Nah, biaya biaya apa saja pada saat menyewa Apartement yang mungkin perlu dibayar?

1. Deposit awal. Tergantung apakah Apartementnya Furnished atau Tidak (Furnished maksudnya ada isi Furniture, Kulkas, AC dll.. ). Minimal 1 bulan deposit atau bahkan bisa lebih.

2. Biaya Sewa Apartement. Bisa 1 tahun atau lebih. Biasanya pemilik menginginkan lebih dari 1 Tahun.

3. Service Fee Bulanan. Biaya ini tergantung dari luas Apartement. Makin luas, tentunya makin mahal. Tergantung dari jenis Apartement. Harganya bisa Rp 5000/m2 atau lebih. Apartement seluas 50 m2 misalnya, bila per m2 = Rp 5000, Biaya Service Fee bulanannya menjadi Rp 250.000.

4. Biaya Listrik dan Air. Biaya ini tergantung dari banyaknya pemakaian. Untuk 1 orang yang tinggal di Apartement, biayanya bisa mencapai Rp 500.000.

5. Biaya Parkir. Sekali lagi tergantung dari Apartementnya, apakah menyediakan Parkir Gratis atau Secured Parking dimana penghuni perlu membayar bulanan.

6. Biaya Kabel atau Satelit TV. Biasanya kalau penghuni menginginkan channel TV khusus seperti HBO, Discovery, Xing He atau lainnya, penghuni perlu membayar lagi biaya ini. Besarnya antara Rp 100.000 ke atas tergantung Channel berlanggnan yang diinginkan.

7. Biaya Internet. Internet biasanya bukan Fasilitas Gratis di Apartement. Bisa ada 1 provider, bisa juga lebih, tergantung dari Manajemen Building. Saat ini Internet sudah bisa diakses tidak hanya melalui kabel network, tetapi juga melalui berbagi media wireless yang terus berkembang pesat.

8. Biaya Cuci Pakaian dan Kebersihan Apartement. Di Apartement biasanya tersedia juga jasa pencucian pakaian / Laundry dan juga jasa membersihkan Apartement. Biaya yang penhuni keluarkan tentunya tergantung masing masing invidividu.

Nah bila dilihat dari list Biaya diatas dan dibandingkan dengan Rumah Kos, memang ada pekerjaan tambahan yang perlu dilakukan, yaitu tidak lupa membayar berbagai macam biaya Apartement. Biasanya Rumah Kos juga membutuhkan Deposit Awal yang besarnya umumnya 1 bulan deposit.

Selain Deposit, penghuni Rumah Kos biasanya terima bersih, berarti tidak ada lagi Service Fee, Biaya Listrik dan Air, Biaya Parkir, Biaya Kabel atau Satelit TV, Biaya Cuci Pakaian. Bahkan Internet bisa juga Gratis, terutama untuk Rumah Rumah Kos yang harganya sudah mencapai jutaan rupiah per bulannya. Bisa juga service ini tidak gratis diberikan, tetapi berlangganan yang tentunya harganya biasanya murah dan terjangkau kantong para Penghuni Rumah Kos.

rumahkos.com/

Selasa, 26 Januari 2010

Sewa Apartemen atau Rumah?



Tempat tinggal menjadi kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi setiap orangagar lebih praktis beraktivitas. Perumahan tipe sederhana dengan KPR terjangkau, atau apartemen murah bersubsidi bisa menjadi pilihan. Jika masih belum mampu membeli rumah, pilihannya kembali kepada: Sewa Apartement, atau mengontrak rumah. Namun mana yang lebih efisien?

Pilihan tersebut pada dasarnya tergantung pada prioritas kebutuhan masing-masing orang. Nini Candra, mengaku tertarik membeli satu unit apartemen bersubsidi di kawasan selatan Jakarta. Meski berlokasi di jalan utama yang sering mengalami kemacetan, perempuan yang ditemui Kompas Female saat melihat show unit di apartemen pilihannya ini tak merasa terkendala dengan lokasi.

"Tetap ada pertimbangan kepraktisan, karena lokasi apartemen dekat dengan usaha suami dan pekerjaan saya sangat mobile di kawasan selatan dan barat Jakarta. Jadi masih dekat dengan domisili," jelasnya.

Lain halnya dengan Muhammad Yunus. Ia mengaku sempat membandingkan kediaman di apartemen (Sewa Apartement) atau rumah sewa berjenis paviliun. Menurutnya tinggal di apartemen lebih praktis, privasi terjaga, dan keamanan terjamin.

"Nilai sewa paviliun memang lebih murah, 1 juta per bulan, sedangkan waktu itu sewa apartemen 11 juta per enam bulan lengkap dengan keamanan gedung dan privasi yang tak didapat dari pilihan satunya," jelas Yunus, yang tinggal di apartemen Mediterrania Garden Residence pada tahun 2006 hingga 2007.

Jika pada umumnya pemilihan tinggal di apartemen adalah karena faktor lokasi yang strategis, mengapa banyak pula apartemen yang berdiri di kota-kota satelit seperti Depok, Bekasi, dan Serpong? Bagi sebagian orang, faktor harga menjadi pertimbangan utama. Apartement yang berada di pinggiran kota seperti ini memang menawarkan harga sewa apartement yang lebih murah daripada yang berada di pusat kota. Soal lokasi tak jadi perkara, meski masih harus terjebak kemacetan kota. Toh masih lebih murah daripada kredit rumah dengan lokasi yang juga jauh dari kota, misalnya.

Ada ruang bermain

Untuk keluarga yang memiliki anak, tampaknya apartemen tidak begitu menjadi pilihan. Chrisna Soeharto, contohnya. Pria yang bekerja sebagai marketing trainer di sebuah perusahaan otomotif ini, memilih membeli rumah karena konsepnya lebih untuk keluarga. "Kalau rumah ada lahan yang luas untuk berkebun, anak-anak juga punya tempat bermain," katanya.

Sebagai investasi, rumah juga lebih menguntungkan. Sedangkan apartemen boleh dibilang hanya unggul dari segi lokasi yang strategis saja, tidak ada kelebihan lain. Untuk biaya operasional, penghuni apartemen akan terkena service charge kurang lebih Rp 1,5 juta tiap bulan. Bandingkan dengan tinggal di rumah yang biaya operasional tiap bulannya bisa diatur hingga Rp 700 ribu saja. Karena itu, pria yang kini tinggal di kawasan Bintaro ini malah berencana membeli satu unit rumah lagi.

Bagaimana pun, pembangunan rumah dan apartemen -baik yang bersubsidi maupun tidak- ada dimana-mana, menjadi pertanda bahwa pasarnya masih ada. Tinggal pilih yang paling cocok dengan karakter Anda, rumah atau apartemen?

female.kompas.com

Rabu, 21 Oktober 2009

Tips Memilih Apartemen Jakarta



Setiap saat kita selalu dihadapkan pada tawaran pilihan investasi di
apartemen, mulai tawaran di tempat yang murah hingga tawaran investasi di proyek apartemen miliaran rupiah.
Tahukan anda, hanya sedikit lokasi apartemen yang benar benar menjadikan anda memiliki passive income yang cukup besar untuk mencukupi biaya hidup anda. Hanya sedikit lokasi yang menjanjikan roi dalam waktu singkat. Berikut beberapa tips agar proyek yang anda beli menghasilkan keuntungan investasi terbesar :

1. Lokasi harus di jalan kelas 1
seperti hukum properti umumnya, nomor 1 adalah lokasi, no 2 adalah lokasi, no 3 adalah lokasi. Pilihan apartemen di jalan kelas 1 lebih tepat karena tingkat kenaikan harga properti yang lebih tinggi dibanding lokasi di jalan kelas 2 atau kelas 3, cthnya
apartemen kemayoran.

2. Pilihlah lokasi di kawasan pusat bisnis
Kebanyakan pemilik dan penghuni apartemen murah kemayoran mengutamakan kedekatan akses dengan pusat-pusat bisnis seperti perbankan, pusat perdagangan, hotel dan sarana hiburan. Semakin dekat akses ke pusat bisnis maka potensi kenaikan harganya semakin tinggi.

3. Apartemen dikelola oleh manajemen berpengalaman
pengelola
apartemen murah kemayoran harus memiliki reputasi terbaik. Beberapa pengelola kaliber internasional menjadi jaminan kesuksesan pemasaran apartemen dan kenaikan nilai investasinya. Pilihlah pengelola yang mempunyai jaringan internasional sehingga bisa mendatangkan ekspatriat ke apartemen kita sehingga nilai sewanya lebih cepat meningkat

4. Perhatikan status tanah
sebisa mungkin pilihlah
apartemen murah dengan status tanah hak milik. Investasi anda akan sangat-sangat aman bila berada di tanah berstatus hak milik. Beberapa proyek apartemen yang berada di tanah dengan status sewa lahan atau malah lahan sengketa membuat pembangunan apartemen terhambat bahkan batal dibangun gara-gara konflik lahan.

5. Perhatikan fasilitas
keberadaan mall untuk menjamin tersedianya semua kebutuhan kita sangatlah penting. Karena sudah hidup di apartemen, pemilik atau penghuni apartemen selalu menginginkan semua kebutuhannya mulai dari shopping, food center hingga tempat bermain tersedia secara mencukupi. Semakin mudah aksesnya, semakin tinggi nilai investasi apartemen.

6. Pilihlah apartemen minim 2 bedroom
rata-rata ekspatriat membawa keluarga atau relasi, sehingga mereka membutuhkan minim 2 bedroom untuk tinggal di sebuah
apartemen murah. Kenaikan nilai 2 bedroom ke atas akan lebih tinggi dibanding persentase kenaikan 1 bedroom.




http://www.indobuilding.com