Tampilkan postingan dengan label rumah sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah sederhana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2010

Tips Mengatur Rumah Asri Minimalis



Rumah berantakan seperti kapal pecah karena terlalu banyak barang bertebaran? Sudah waktunya mengatur kembali segala perabotan dan mengenyahkan segala barang tidak terpakai yang membuat sumpek ruangan sehingga tidak terlihat rumah asri.

Berikut ini media perempuan memberikan sejumlah tip membersihkan ruangan untuk menyulap tempat tinggal anda menjadi
rumah asri dan nyaman:

satu per satu
ide membereskan rumah sering membuat kita merasa stres memikirkan betapa luas area yang harus dibersihkan, bahkan sebelum benar-benar memulainya. Agar tidak kewalahan, mulailah membereskan rumah dengan merapikan hal-hal kecil dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Menyortir barang
pilah barang-barang apa saja yang masih dibutuhkan dan sisihkan barang-barang yang sudah rusak atau tidak diperlukan lagi. Dengan demikian, rumah tidak akan dipenuhi dengan barang rongsokan yang tidak berguna.
Untuk mencegah barang-barang menumpuk di rumah, buat sebuah peraturan yang mengharuskan anda mengenyahkan satu barang setiap kali membeli barang baru sebagai penggantinya. Kebiasaan ini akan membuat anda berpikir ulang setiap kali tergoda membeli sesuatu.

Daur ulang
setelah memilah-milah barang di sekeliling rumah, tentukan barang mana yang harus masuk ke tempat sampah dan barang mana yang masih bisa diperbaiki untuk dipergunakan kembali. Jika anda tidak memerlukan barang tersebut, berikan saja kepada orang lain atau sumbangkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Realistis
berpikir realistis tentang luas ruangan yang anda miliki. Jika mempunyai rumah asri atau apertemen kecil, jangan memenuhi ruangan dengan terlalu banyak barang karena akan membuatnya semakin sesak dan sempit. Pilih perabotan berukuran kecil untuk menciptakan kesan lapang, dan hindari perabotan berkuran besar dan berat.(*/ol-5)



http://www.mediaindonesia.com

Minggu, 07 Februari 2010

Mengatur Rumah Asri Dan Nyaman



Rumah berantakan seperti kapal pecah karena terlalu banyak barang bertebaran? Sudah waktunya mengatur kembali segala perabotan dan mengenyahkan segala barang tidak terpakai yang membuat sumpek ruangan.
Berikut ini media perempuan memberikan sejumlah tip membersihkan ruangan untuk menyulap tempat tinggal anda menjadi
rumah asri dan nyaman:

satu per satu
ide membereskan rumah sering membuat kita merasa stres memikirkan betapa luas area yang harus dibersihkan, bahkan sebelum benar-benar memulainya. Agar tidak kewalahan, mulailah membereskan rumah dengan merapikan hal-hal kecil dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
Misalnya, dimulai dengan membersihkan kamar tidur, menuju ruang tamu, dapur, hingga garasi. Jangan lupa untuk menetapkan batas waktu saat bekerja dan menyelipkan waktu untuk beristirahat sejenak.

Menyortir barang
pilah barang-barang apa saja yang masih dibutuhkan dan sisihkan barang-barang yang sudah rusak atau tidak diperlukan lagi. Dengan demikian, rumah tidak akan dipenuhi dengan barang rongsokan yang tidak berguna.
Untuk mencegah barang-barang menumpuk di rumah, buat sebuah peraturan yang mengharuskan anda mengenyahkan satu barang setiap kali membeli barang baru sebagai penggantinya. Kebiasaan ini akan membuat anda berpikir ulang setiap kali tergoda membeli sesuatu.

Daur ulang
setelah memilah-milah barang di sekeliling rumah, tentukan barang mana yang harus masuk ke tempat sampah dan barang mana yang masih bisa diperbaiki untuk dipergunakan kembali. Jika anda tidak memerlukan barang tersebut, berikan saja kepada orang lain atau sumbangkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Realistis
berpikir realistis tentang luas ruangan yang anda miliki. Jika mempunyai
rumah asri atau apertemen kecil, jangan memenuhi ruangan dengan terlalu banyak barang karena akan membuatnya semakin sesak dan sempit. Pilih perabotan berukuran kecil untuk menciptakan kesan lapang, dan hindari perabotan berkuran besar dan berat.(*/ol-5)


Http://www.mediaindonesia.com

Minggu, 24 Januari 2010

Rumah Mungil Minimalis Nan Kompak




Terwujudnya sebuah keluarga yang sehat fisik dan mental dapat dimulai dari rumah yang sehat pula.
Sering kali timbul pertanyaan, apa hubungan rumah sehat dengan keluarga sehat? Berbagai penelitian membuktikan bahwa rumah yang sehat berperan besar menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni rumah, karena pada umumnya dua per tiga kehidupan manusia berada di rumah.

Di zaman krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti sekarang, bangun rumah munggil yang sehat saja tidaklah cukup. Rumah juga harus hemat, produktif, dan ramah lingkungan. Meski mungil, kualitas rumah harus kompak.
Anggaran keuangan keluarga yang pas-pasan dan bangun rumah tinggal yang imut-imut justru merupakan tantangan bagi penghuni yang menuntut seni kreativitas tinggi dalam mengolah rumah tempat tinggal dengan kesederhanaan. Anda pun bisa mencobanya.
Keterbatasan lahan jelas mensyaratkan optimalisasi alokasi lahan dan pemanfaatan fungsi ruang luar dan ruang dalam, serta kemungkinan rencana pengembangan ruang tingkat ke atas. Multifungsi sudah merupakan keharusan untuk berbagi ruang berbagai macam kebutuhan. Arsitek bangun rumah luar depan dapat difungsikan sekaligus sebagai “ruang taman tamu” yang merangkum teras depan, carport, dan ruang tamu dalam suasana taman. Tamu asing dan teman-teman anak remaja kita dapat dijamu di sini.
arsitek bangun rumah dalam mengakomodasi fungsi ruang keluarga, ruang belajar dan bekerja, ruang tidur dan ruang makan dengan pembatas sederhana, serta kamar mandi. Ruang ini merupakan ruang bermain si kecil yang cukup lega dan aman.
Bapak dan ibu dapat bekerja atau membaca, sementara si anak belajar di meja yang sama. Pada saat jam makan, meja berubah menjadi meja makan bersama keluarga, praktis dan efisien.arsitek rumah dan ruang luar belakang merupakan ruang servis dapur, ruang jemur, kamar (bisa untuk pembantu, jika ada), kamar mandi, dan ruang cuci.
arsitek rumah mungil bukan berarti rumah tidak sehat. Rumah sehat memerlukan bukaan-bukaan lubang angin dan jendela yang lebar. Ketersediaan lubang angin di atas dan di bawah dan penanaman pohon di depan dan belakang halaman rumah akan memberikan keteduhan lingkungan dan sirkulasi udara segar yang mengalir ke dalam rumah dari depan ke belakang atau sebaliknya tanpa terhalang untuk menghindari terperangkapnya udara panas dalam rumah.


Http://123rumah.wordpress.com

Minggu, 18 Oktober 2009

Tips Cermat Memilih Rumah Tempat Tinggal



Setiap orang punya kebutuhan primer atau pokok yang sama, orang jawa biasa menyebutnya kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bahasa indonesia kita menyebut kebutuhan tersebut dengan pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Secara umum orang-orang sudah dapat memenuhi kebutuhan tersebut, apapun cara yang dilakukan. Orang-orang berpakaian walapun sederhana, makan apa adanya, dan bertempat tinggal dimana dia bisa tinggal.

Jika kebutuhan pakaian dan makanan sudah terpenuhi, selanjutnya orang akan memikirkan kebutuhan Tempat tinggal. Jika Ia punya uang, mungkin dia sudah membeli atau membangun rumah sendiri walaupun kecil. Apalagi sekarang sudah banyak program pinjaman dari bank untuk kebutuhan tempat tinggal, punya uang sedikit pun bisa dijadikan uang muka untuk mendapatkan rumah yang sesuai. Mungkin ada orang yang beruntung karena dapat warisan dari orang tuanya. Bagaimanapun orang-orang berusaha untuk dapat memiliki rumah atau tempat tinggal sendiri.

Jikalau belum mampu untuk memiliki tempat tinggal sendiri, orang-orang dapat mengontrak, kost, numpang atau apapun caranya agar dia bisa merasa nyaman untuk menetap.

Dalam memilih tempat tinggal, tentu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Antara lain:

* Lokasi, apakah lokasi jauh dari kebiasaan beraktifitas? misalnya: tempat kerja, tempat kuliah, dsb
* Lingkungan tempat tinggal, apakah lingkungannya nyaman?
* Masyarakat sekitar tempat tinggal, bagaimana dengan masyarakat sekitarnya?
* Fasilitas tempat tinggal, lihat juga fasilitas yang ada disekitar lokasi * dan lain-lain

Pesan dari orang-orang tua, kalau bisa pilihlah lokasi tempat tinggal yang dekat dengan semua atau salah satu berikut:

* tempat ibadah
* pasar
* sungai
* tempat kerja

Apakah Anda punya pertimbangan lain dalam memilih tempat tinggal?

zudha.staff.ugm.ac.id