Tampilkan postingan dengan label beli rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beli rumah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2010

Kiat Memilih Rumah



MEMILIKI rumah untuk dihuni sendiri merupakan salah satu keputusan terpenting dalam siklus kehidupan seseorang. Keputusan ini boleh jadi juga akan menjadi pengeluaran terbesar sepanjang hidup mereka. Karena itu membeli rumah harus direncanakan secara matang sejak awal, bahkan sejak sebelum menikah. Membeli rumah adalah komitmen jangka panjang yang tidak bisa diputuskan sambil lalu, karena sangat besar dampaknya terhadap kehidupan sebuah keluarga. Jadi banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Keluarga muda
Bagi keluarga muda, harga biasanya menjadi pertimbangan utama dalam membeli rumah. Umumnya pembelian rumah dilakukan dengan dukungan fasilitas KPR. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagai pasangan muda, mereka baru bekerja dan penghasilan belum terlalu tinggi. Jadi, dengan harga rumah yang lebih murah, cicilan KPR yang harus mereka bayar setiap bulan juga kecil. Tapi, ini juga tergantung kapasitas keuangan setiap keluarga, apakah single income atau double income. Makin besar kapasitas keuangan , makin tinggi kemampuan mencicil.

Membeli rumah dengan fasilitas KPR juga memungkinkan kita untuk hanya membayar sebagian dari harga rumah secara tunai. Orang menyebutnya uang muka atau down payment (DP). Nilainya sekitar 20-30 persen dari harga rumah, termasuk untuk biaya-biaya KPR.

Pasangan yang mulai mapan
Bagi pasangan dengan usia perkawainan di atas 10 tahunan, harga mungkin bukan lagi menjadi faktor utama dalam memilih rumah. Dengan penghasilan dan kesejahteraan yang makin baik, dan anak-anak beranjak remaja, mereka mulai berpikir tentang Rumah Asri yang lebih besar, di desain lebih baik, dan dibangun dengan material lebih berkualitas, juga dilingkungi fasilitas yang lebih memadai. Rumah ini berukuran 100-150 m2 dengan luas kavling antara 150 m2 dan 200 m2. Bentuk rumah tidak lagi satu lantai, tapi sudah dua lantai.

Harga rumah tipe ini antara Rp 300 juta sampai Rp 600 juta. Pengembang perumahan jenis ini biasanya juga menyediakan rumah tipe sedang dan besar. Hanya saja lokasi perumahan yang memasarkan rumah seharga Rp 300 juta- Rp 600 juta juga tidak jauh berbeda dengan lokasi rumah seharga Rp 150 jutaanm, yaitu di pinggiran kota. Untuk mereka yang beraktivitas di Jakarta

Pasangan mapan dan pensiunan
Nah, pasangan mapan dengan usia perkawinan di atas 20 tahunan, memilih rumah cenderung eksklusif dan sangat mengutamakan privasi. Bisa rumah baru, bisa rumah seken. LOkasinya boleh di pinggiran atau di tengah kota. Ukuran rumah (bangunan dan kavling) juga lebih besar, di atas 200 meter persegi, dengan harga rumah di atas Rp 800 juta per unit sampai miliaran rupiah. Karena yang dipentingkan prestise dan eksklusivitas, mereka sangat memperhatikan kualitas desain, spesifikasi material, fasilitas gaya hidup, kondisi lingkungan, dan sistem keamanan hunian.

Kadang mereka tidak terlalu hirau dengan kelengkapan fasilitas publik di dalam dan di sekitar perumahan, kendati kalau ada hal itu akan menjadi nilai tambah. Jadi, fasilitas kalaupun disediakan yang utama bukan untuk memenuhi kebutuhan rutin, tetapi yang mencerminkan kelas dan gaya hidup penghuninya. Ukuran rumah dan tanah pun harus serba besar. Selain karena anak-anak sudah beranjak dewasa, juga karena hanya Rumah Asri besar yang mampu mencerminkan simbol status dan kemegahan mereka sebagai pasangan mapan.

kompas.com

Kamis, 11 Maret 2010

Tips Mengatur Rumah Asri Minimalis



Rumah berantakan seperti kapal pecah karena terlalu banyak barang bertebaran? Sudah waktunya mengatur kembali segala perabotan dan mengenyahkan segala barang tidak terpakai yang membuat sumpek ruangan sehingga tidak terlihat rumah asri.

Berikut ini media perempuan memberikan sejumlah tip membersihkan ruangan untuk menyulap tempat tinggal anda menjadi
rumah asri dan nyaman:

satu per satu
ide membereskan rumah sering membuat kita merasa stres memikirkan betapa luas area yang harus dibersihkan, bahkan sebelum benar-benar memulainya. Agar tidak kewalahan, mulailah membereskan rumah dengan merapikan hal-hal kecil dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Menyortir barang
pilah barang-barang apa saja yang masih dibutuhkan dan sisihkan barang-barang yang sudah rusak atau tidak diperlukan lagi. Dengan demikian, rumah tidak akan dipenuhi dengan barang rongsokan yang tidak berguna.
Untuk mencegah barang-barang menumpuk di rumah, buat sebuah peraturan yang mengharuskan anda mengenyahkan satu barang setiap kali membeli barang baru sebagai penggantinya. Kebiasaan ini akan membuat anda berpikir ulang setiap kali tergoda membeli sesuatu.

Daur ulang
setelah memilah-milah barang di sekeliling rumah, tentukan barang mana yang harus masuk ke tempat sampah dan barang mana yang masih bisa diperbaiki untuk dipergunakan kembali. Jika anda tidak memerlukan barang tersebut, berikan saja kepada orang lain atau sumbangkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Realistis
berpikir realistis tentang luas ruangan yang anda miliki. Jika mempunyai rumah asri atau apertemen kecil, jangan memenuhi ruangan dengan terlalu banyak barang karena akan membuatnya semakin sesak dan sempit. Pilih perabotan berukuran kecil untuk menciptakan kesan lapang, dan hindari perabotan berkuran besar dan berat.(*/ol-5)



http://www.mediaindonesia.com