JEPANG memiliki banyak ciri khas, termasuk dalam tata cara pengolahan serta penyajian makanannya. Ada pakem yang mereka pegang, berbeda dengan dunia Barat.
Masakan Jepang (nihon atau nippon ryori) adalah makanan yang dimasak dengan cara unik yang berkembang di Jepang, juga menggunakan bahan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Menu seperti sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki merupakan contoh Japanese food yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia. Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal.
Begitu juga dengan cara memasaknya. Mereka banyak meminjam cara memasak dari negara-negara di Asia Timur dan negara-negara Barat. Namun khusus untuk bumbu, masyarakat Jepang memiliki bumbu khas seperti dashi (kaldu) yang dibuat dari konbu, ikan, dan jamur shitake, ditambah miso dan shoyu. Disantap dengan cara barbeque (grilled) atau shabu-shabu (steam), menu Jepang yang biasa didominasi oleh sayuran dan daging ini terasa lezat dinikmati saat hangat.
Ada yang menganggap makanan yang mengandung daging sapi tidak bisa dikatakan sebagai makanan Jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai pada zaman Restorasi Meiji, sekira 130 tahun lalu. Namun, itu bukan masalah. Menu sukiyaki dan gyudon yang berasal dari daging pun baru ditemukan setelah restorasi. Alhasil, orang Jepang mengklaim makanan ini berasal dari negaranya.
Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (merica) atau penyedap yang mengandung biji (seperti cabai) yang harus ditumbuk. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam seperti bawang putih.
Kacang kedelai merupakan bahan utama makanan olahan dan penyedap yang digunakan biasanya berupa sayur-mayur beraroma harum yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi. Masakan Jepang mengenal lima bumbu utama yang harus dimasukkan secara berturutan sesuai urutan sashi-su-seso yang merupakan singkatan dari gula pasir (sato), garam (shio), cuka (su), shoyu (seuyu: ejaan zaman dulu untuk shoyu), so (miso).(Koran SI/Koran SI/ftr)
sumber: okefood
Lihat juga: Chinese food
Tampilkan postingan dengan label chinese food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chinese food. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 November 2010
Minggu, 14 November 2010
nori panggang untuk ramen
Bagi anda penggemar japanese food atau yang suka sushi pasti takakan asing lagi dengan yang namanya nori atau rumput laut.
Nori disini bukannya artis lawak yang terkenal itu hehehe tetapi ini adalah makanan pelengkap makanan jepang.
Nori atau rumput laut dijual dalam lembaran dalam berbagai ukuran. Nori kering ini biasa dipakai untuk membungkus sushi, onigiri atau taburan aneka masakan Jepang. Ada jeni yang biasa ada pula jenis yang sudah dipanggang. Jenis panggang biasanya diberi bumbu dan lebih renyah. Jeni nori ini biasa dipakai sebagai taburan ramen, nasi atau sajian lainnya. Nori bisa dibeli di pasar swalayan besar atau toko bahan makanan Jepang.
Lihat Juga: Chinese food
Nori disini bukannya artis lawak yang terkenal itu hehehe tetapi ini adalah makanan pelengkap makanan jepang.
Nori atau rumput laut dijual dalam lembaran dalam berbagai ukuran. Nori kering ini biasa dipakai untuk membungkus sushi, onigiri atau taburan aneka masakan Jepang. Ada jeni yang biasa ada pula jenis yang sudah dipanggang. Jenis panggang biasanya diberi bumbu dan lebih renyah. Jeni nori ini biasa dipakai sebagai taburan ramen, nasi atau sajian lainnya. Nori bisa dibeli di pasar swalayan besar atau toko bahan makanan Jepang.
Lihat Juga: Chinese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Rabu, 10 November 2010
Resep nenek moyang dari cina
Chinese food sangat terkenal di dunia. Dengan adanya perbedaan daerah, hasil bumi, iklim, sejarah, kebiasaan makan dan minum, menambah keunikan jenis makanan serta cita rasa makanan Cina yang tak ada bandingnya.
Masakan Istana: Ada beberapa masakan yang diolah oleh dapur kerajaan untuk para kaisar dan permaisuri. Masakan ini adalah pengembangan dari masakan yang berasal dari Shandong.
Karakterisitik utama dari masakan istana adalah kita harus benar-benar memperhatikan pemilihan bahan-bahannya., keasliannya dalam memasak, kesegaran dan kelembutan rasa. Masakan istana menitiberatkan perhatian pada nama menu, kesempurnaan penggunaan bumbu-bumbu dan teknik penyajiannya yang juga sangat khusus.
Makanan untuk Pengobatan : Dikenal juga sebagai makanan terapi dan menjadi bagian penting dalam masakan Cina. Nenek moyang Cina sudah tahu betul hubungan antara makanan dan kesehatan. Makanan yang baik dapat memperpanjang hidup.
Para ahli masak dari Cina mempelajari teori pengobatan tradisional Cina dan menemukan berbagai jenis tumbuhan obat. Makanan yang biasa di pakai untuk pengobatan di antaranya adalah sup ayam biji teratai, udang mutiara, kepiting, bebek kecap dan daging babi cincang yang dimakan bersama roti bundar.
Sumber: malay.cry.cn
Lihat Juga:
Japanese food
Masakan Istana: Ada beberapa masakan yang diolah oleh dapur kerajaan untuk para kaisar dan permaisuri. Masakan ini adalah pengembangan dari masakan yang berasal dari Shandong.
Karakterisitik utama dari masakan istana adalah kita harus benar-benar memperhatikan pemilihan bahan-bahannya., keasliannya dalam memasak, kesegaran dan kelembutan rasa. Masakan istana menitiberatkan perhatian pada nama menu, kesempurnaan penggunaan bumbu-bumbu dan teknik penyajiannya yang juga sangat khusus.
Makanan untuk Pengobatan : Dikenal juga sebagai makanan terapi dan menjadi bagian penting dalam masakan Cina. Nenek moyang Cina sudah tahu betul hubungan antara makanan dan kesehatan. Makanan yang baik dapat memperpanjang hidup.
Para ahli masak dari Cina mempelajari teori pengobatan tradisional Cina dan menemukan berbagai jenis tumbuhan obat. Makanan yang biasa di pakai untuk pengobatan di antaranya adalah sup ayam biji teratai, udang mutiara, kepiting, bebek kecap dan daging babi cincang yang dimakan bersama roti bundar.
Sumber: malay.cry.cn
Lihat Juga:
Japanese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Selasa, 09 November 2010
mencoba sushi boon
Siapa sih yang ga tau sushi? Japanese food yang satu ini emang yummy banget bagi yang suka perpaduan antara nasi, ikan plus nori alias rumput laut yang udah dikeringin. Sekarang ini kita ga perlu lagi ke restoran mewah atau musti ke Jepang buat nyobain sushi.
Sushi udah ada dimana-mana dan banyak resto menawarkan rasa unik dari sushi ini. Di Jl. Ir. Juanda alias Dago di Bandung ada yang namanya Sushi Boon, letaknya persis di depan outlet Donatello Dago. Sushi Boon nawarin cara menikmati sushi yang beda banget dari yang lain.
Kalo yang biasanya sushi ada di resto atau kafe, kali ini sushi ada di pinggir jalan selayaknya warung tenda gitu. Tapi pasti rasa kalah bersaing?? Eh, jangan salah meskipun letaknya di pinggir jalan dan ga da ruangan buat makan, tapi kita bisa tetep ngerasain sushi yang nggaaaak kalah enak dibanding yang da di resto atau kafe.
Kalau pertama kali liat tempatnya pasti kalian bakal inget sama makanan yang entah kenapa sekarang udah ga ada lagi, yaitu Mr. Celup. Konsepnya sama, sama2 pake mobil yang belakangnya bisa dibuka dan ada tempat buat orang2 makan di pinggirannya yang kayak meja. Di situ kita bisa liat langsung proses pembuatan sushinya kayak gimana, kalo kebetulan kalian dapet tempat di mobilnya kalo ngga juga tetep bisa ngeliat kok, kan open kitchen.
Range harga makanan alias sushi yaitu dari Rp 13000 – Rp 29000 per porsi. Tiap porsi isinya satu roll sushi yang udah dipotong-potong jadi 6-8 pcs. Nama2 sushinya juga lucu2 ada yang namanya Rolling Stone lho. Rasanya juga unik dan yang pasti enaaaaaaaaaak banget.
Tiap sushi nawarin rasa sama penyajian yang beda2. jadi kalo kalian terdiri dari 5 orang, mendingan pesennya beda2 nanti kalian bisa tukeran buat ngerasain masing2 sushi yang dipesen. Dijamin ga bakal nyesel dan bikin kamu pengen kesana lagi dan lagi.
Sumber: gilajajan
Lihat Juga: Chinese food
Sushi udah ada dimana-mana dan banyak resto menawarkan rasa unik dari sushi ini. Di Jl. Ir. Juanda alias Dago di Bandung ada yang namanya Sushi Boon, letaknya persis di depan outlet Donatello Dago. Sushi Boon nawarin cara menikmati sushi yang beda banget dari yang lain.
Kalo yang biasanya sushi ada di resto atau kafe, kali ini sushi ada di pinggir jalan selayaknya warung tenda gitu. Tapi pasti rasa kalah bersaing?? Eh, jangan salah meskipun letaknya di pinggir jalan dan ga da ruangan buat makan, tapi kita bisa tetep ngerasain sushi yang nggaaaak kalah enak dibanding yang da di resto atau kafe.
Kalau pertama kali liat tempatnya pasti kalian bakal inget sama makanan yang entah kenapa sekarang udah ga ada lagi, yaitu Mr. Celup. Konsepnya sama, sama2 pake mobil yang belakangnya bisa dibuka dan ada tempat buat orang2 makan di pinggirannya yang kayak meja. Di situ kita bisa liat langsung proses pembuatan sushinya kayak gimana, kalo kebetulan kalian dapet tempat di mobilnya kalo ngga juga tetep bisa ngeliat kok, kan open kitchen.
Range harga makanan alias sushi yaitu dari Rp 13000 – Rp 29000 per porsi. Tiap porsi isinya satu roll sushi yang udah dipotong-potong jadi 6-8 pcs. Nama2 sushinya juga lucu2 ada yang namanya Rolling Stone lho. Rasanya juga unik dan yang pasti enaaaaaaaaaak banget.
Tiap sushi nawarin rasa sama penyajian yang beda2. jadi kalo kalian terdiri dari 5 orang, mendingan pesennya beda2 nanti kalian bisa tukeran buat ngerasain masing2 sushi yang dipesen. Dijamin ga bakal nyesel dan bikin kamu pengen kesana lagi dan lagi.
Sumber: gilajajan
Lihat Juga: Chinese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Minggu, 07 November 2010
Bento kreasi yang positif
ORANG yang suka menonton drama Jepang pasti tahu apa itu bento. Bento, atau box lunch dalam bahasa Inggris, adalah paduan beberapa makanan yang dikemas dalam kotak makan dan ditata sedemikian rupa agar terlihat menarik. Anak-anak SD, SMP, SMA, bahkan para pekerja di Jepang memang terbiasa membawa bento ke sekolah dan ke tempat mereka beraktivitas.bento pun tak hanya berisi japanese food.
Kehadiran bento bisa disusuri ke periode Kamakura (1185 to 1333). Saat itu, hoshi-ii nasi yang ditanak dan dikeringkan mulai populer. Barulah dalam periode Azuchi-Momoyama (1568 to 1600) kotak dengan sekat-sekat kayu tradisional seperti yang populer saat ini diproduksi dan menjadi populer digunakan selama hanami atau jamuan minum teh.
Selain menarik, bento akan membantu anak-anak untuk mengurangi keinginanan mereka jajan sembarangan. Kemungkinan anak keracunan makanan atau diare akibat jajan di pinggir jalan yang penuh debu, makanan yang sarat pewarna, pengawet, dan bahan membahayakan lainnya pun bisa dikurangi. Menu bento yang bervariasi juga dijamin lebih sehat dibandingkan menu jajanan pinggir jalan. Harus kita akui, orang Jepang memang selalu mempunyai cara unik untuk melakukan hal-hal positif, bukan?
Anda tertarik membuat bento? Berikut beberapa tips mudah membuat bento dari OpenRice.
1. Bagi bahan makanan ke dalam ukuran proporsional. Saat mempersiapkan bento, ada dua cara untuk melakukan pembagian makanan. Cara pertama, bagi kotak dengan rasio 4:3:2:1 atau 4 bagian untuk nasi, 3 bagian untuk masakan, 2 bagian untuk sayuran, dan 1 bagian untuk salad atau dessert. Cara kedua, bagi makanan dengan rasio 1:1 atau 1 bagian untuk nasi dan 1 bagian untuk masakan.
2. Tata makanan ke dalam boks . Pisahkan bagian-bagian makanan dengan penyekat yang bisa dilepas atau menggunakan boks dengan penyekat permanen. Kita juga bisa menata makanan menggunakan penyekat dari makanan itu sendiri. Sesuaikan ukuran makanan dengan orang yang akan memakan bento. Gunakan cerakan muffin kecil untuk bento anak-anak dan mangkuk yang lebih besar untuk orang dewasa.
3. Be creative. Jangan ragu untuk menggunakan warna-warna cerah untuk makanan yang akan dibuat sebagai hiasan. Hiasan dengan warna yang cerah akan membangkitkan selera makan. Kita juga bisa menggunakan pewarna-pewarna alami seperti daun suji, kunyit, atau edamame. Nori atu rumput laut, keju, telur, wortel, tomat, dan sayuran-sayuran berwarna cerah lainnya juga bisa kita gunakan.
4. Atur posisi makanan di dalam boks. Pertama, masukkan makanan utama seperti nasi atau bihun ke dalam boks. Kedua, masukkan lauk dan tata sesuai proporsinya. Ketiga, masukkan sayur tambahan. Dan terakhir, masukkan makanan penutupnya. Kalau makanan penutup yang kita sajikan memiliki rasa yang tajam, jangan lupa menggunakan penyekat agar tidak "mengkontaminasi" rasa lauk lainnya.
5. Atur makanan dengan bentuk dengan desain pola yang mencolok dan menarik. Kita bisa menggambar desain makanan ini di atas kertas terlebih dahulu untuk membantu kita menjaga bentuk bento. Menghias bento sesuai dengan tema misalnya kartun, manga, anime, atau warna tertentu yang akan dibuat juga akan sangat membantu. Jaga garis batas makanan secara cermat. Kekontrasan warna, tekstur dan bentuk makanan perlu diperhatikan satu dengan yang lainnya.
6. Jangan menyimpan masakan dengan bumbu yang bertolak belakang secara berdampingan, misalnya salad dengan sambal. Cobalah untuk membuat wajah binatang atau bentuk lain dengan makanan. Ini sulit, tetapi dengan banyak latihan, semakin lama kita akan semakin ahli. Nori bisa dijadikan mata, wajah, bahkan bentuk payung. Sosis yang telah digoreng juga bisa membentuk sosok cumi-cumi yang lucu.
7. Jangan lupa memotong buah, sayuran, atau keju membentuk bintang, bunga, atau hati. Gunakan pemotong atau pisau yang tajam atau pisau khusus pemotong buah sehingga bentuk buah semakin cantik.
8. Simpan saus atau snack serbuk ke dalam wadah atau botol khusus. Wadah-wadah ini sangat bervariasi dan dapat dengan mudah kita temukan di supermarket. Sebaiknya pilih botol atau kotak/wadah kecil transparan yang memiliki penutup untuk mencegah saus atau snack tumpah.
9. Mulailah dengan bento dengan bentuk sederhana. Kembangkan keahlian membuat bento Anda dari hal-hal kecil. Buku-buku yang bisa membantu kita mempelajari pembuatan bento kini juga bisa ditemukan dengan mudah. Bergabung dengan klub-klub pecinta bento juga akan membuat kita termotivasi untuk membuat bento yang unik dan memiliki cita rasa khas kita sendiri. Ada banyak sekali perkakas yang juga bisa kita gunakan membuat bento. Kita tidak perlu memiliki semua perkakas ini. Cukup kumpulkan yang menurut Anda perlu Anda miliki.
10. Jangan lupa untuk memperhatikan kadar nutrisi dan kalori dalam makanan. Sosis memang gampang dibentuk, tetapi bagaimanapun juga ini adalah makanan olahan. Akan lebih sehat jika kita bisa membuat bakso atau sosis sendiri. Jika tidak memungkinkan, ganti sosis dengan cumi-cumi atau bola-bola daging yang lebih mudah dibuat. Selamat mencoba.
Sumber: OpenRice.com
Lihat Juga:
chinese food
Kehadiran bento bisa disusuri ke periode Kamakura (1185 to 1333). Saat itu, hoshi-ii nasi yang ditanak dan dikeringkan mulai populer. Barulah dalam periode Azuchi-Momoyama (1568 to 1600) kotak dengan sekat-sekat kayu tradisional seperti yang populer saat ini diproduksi dan menjadi populer digunakan selama hanami atau jamuan minum teh.
Selain menarik, bento akan membantu anak-anak untuk mengurangi keinginanan mereka jajan sembarangan. Kemungkinan anak keracunan makanan atau diare akibat jajan di pinggir jalan yang penuh debu, makanan yang sarat pewarna, pengawet, dan bahan membahayakan lainnya pun bisa dikurangi. Menu bento yang bervariasi juga dijamin lebih sehat dibandingkan menu jajanan pinggir jalan. Harus kita akui, orang Jepang memang selalu mempunyai cara unik untuk melakukan hal-hal positif, bukan?
Anda tertarik membuat bento? Berikut beberapa tips mudah membuat bento dari OpenRice.
1. Bagi bahan makanan ke dalam ukuran proporsional. Saat mempersiapkan bento, ada dua cara untuk melakukan pembagian makanan. Cara pertama, bagi kotak dengan rasio 4:3:2:1 atau 4 bagian untuk nasi, 3 bagian untuk masakan, 2 bagian untuk sayuran, dan 1 bagian untuk salad atau dessert. Cara kedua, bagi makanan dengan rasio 1:1 atau 1 bagian untuk nasi dan 1 bagian untuk masakan.
2. Tata makanan ke dalam boks . Pisahkan bagian-bagian makanan dengan penyekat yang bisa dilepas atau menggunakan boks dengan penyekat permanen. Kita juga bisa menata makanan menggunakan penyekat dari makanan itu sendiri. Sesuaikan ukuran makanan dengan orang yang akan memakan bento. Gunakan cerakan muffin kecil untuk bento anak-anak dan mangkuk yang lebih besar untuk orang dewasa.
3. Be creative. Jangan ragu untuk menggunakan warna-warna cerah untuk makanan yang akan dibuat sebagai hiasan. Hiasan dengan warna yang cerah akan membangkitkan selera makan. Kita juga bisa menggunakan pewarna-pewarna alami seperti daun suji, kunyit, atau edamame. Nori atu rumput laut, keju, telur, wortel, tomat, dan sayuran-sayuran berwarna cerah lainnya juga bisa kita gunakan.
4. Atur posisi makanan di dalam boks. Pertama, masukkan makanan utama seperti nasi atau bihun ke dalam boks. Kedua, masukkan lauk dan tata sesuai proporsinya. Ketiga, masukkan sayur tambahan. Dan terakhir, masukkan makanan penutupnya. Kalau makanan penutup yang kita sajikan memiliki rasa yang tajam, jangan lupa menggunakan penyekat agar tidak "mengkontaminasi" rasa lauk lainnya.
5. Atur makanan dengan bentuk dengan desain pola yang mencolok dan menarik. Kita bisa menggambar desain makanan ini di atas kertas terlebih dahulu untuk membantu kita menjaga bentuk bento. Menghias bento sesuai dengan tema misalnya kartun, manga, anime, atau warna tertentu yang akan dibuat juga akan sangat membantu. Jaga garis batas makanan secara cermat. Kekontrasan warna, tekstur dan bentuk makanan perlu diperhatikan satu dengan yang lainnya.
6. Jangan menyimpan masakan dengan bumbu yang bertolak belakang secara berdampingan, misalnya salad dengan sambal. Cobalah untuk membuat wajah binatang atau bentuk lain dengan makanan. Ini sulit, tetapi dengan banyak latihan, semakin lama kita akan semakin ahli. Nori bisa dijadikan mata, wajah, bahkan bentuk payung. Sosis yang telah digoreng juga bisa membentuk sosok cumi-cumi yang lucu.
7. Jangan lupa memotong buah, sayuran, atau keju membentuk bintang, bunga, atau hati. Gunakan pemotong atau pisau yang tajam atau pisau khusus pemotong buah sehingga bentuk buah semakin cantik.
8. Simpan saus atau snack serbuk ke dalam wadah atau botol khusus. Wadah-wadah ini sangat bervariasi dan dapat dengan mudah kita temukan di supermarket. Sebaiknya pilih botol atau kotak/wadah kecil transparan yang memiliki penutup untuk mencegah saus atau snack tumpah.
9. Mulailah dengan bento dengan bentuk sederhana. Kembangkan keahlian membuat bento Anda dari hal-hal kecil. Buku-buku yang bisa membantu kita mempelajari pembuatan bento kini juga bisa ditemukan dengan mudah. Bergabung dengan klub-klub pecinta bento juga akan membuat kita termotivasi untuk membuat bento yang unik dan memiliki cita rasa khas kita sendiri. Ada banyak sekali perkakas yang juga bisa kita gunakan membuat bento. Kita tidak perlu memiliki semua perkakas ini. Cukup kumpulkan yang menurut Anda perlu Anda miliki.
10. Jangan lupa untuk memperhatikan kadar nutrisi dan kalori dalam makanan. Sosis memang gampang dibentuk, tetapi bagaimanapun juga ini adalah makanan olahan. Akan lebih sehat jika kita bisa membuat bakso atau sosis sendiri. Jika tidak memungkinkan, ganti sosis dengan cumi-cumi atau bola-bola daging yang lebih mudah dibuat. Selamat mencoba.
Sumber: OpenRice.com
Lihat Juga:
chinese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Kamis, 04 November 2010
resep fuyunghai
DI antara ragam masakan China, yang paling populer adalah chinese food ala minute, langsung masak hanya dalam beberapa menit. Salah satunya fu yung hai. Menu ini cocok untuk Anda jadikan makanan saat sarapan, makan siang, ataupun makan malam, dengan atau tanpa nasi.
Bahan:
Telur ayam 2 butir, kocok
Daging ayam 100 gr, cincang
Udang kupas 10 ekor, cincang
Kol 3 helai, rajang kecil
Wortel 100 gr, rajang kecil
Daun bawang 1 buah, rajang kecil
Tepung sagu 2 sdm
Baking powder ½ sdt
Bumbu:
Bubuk bawang putih/garlic powder ½ sdt
Garam dan lada secukupnya
Pelengkap:
Bawang putih/garlic powder ½ sdt
Saus tomat 2 sdm
Cuka 1 sdt
Gula pasir ½ sdm
Saus tiram 1 sdt
Tepung sagu ½ sdm dan air ½ gelas, larutkan
Cara membuat:
1. Kocok bahan dan bumbu jadi satu, 1 menit kemudian tuangkan dalam minyak panas (harus tenggelam). Usahakan agar matangnya merata, angkat, tiriskan. Pindahkan ke sebuah piring.
2. Aduk bahan pelengkap, panaskan sebentar. Siramkan di atas fu yung hai.
Resep disarikan dari buku “Chinese Food Populer” oleh Henky Runtuwene
(ftr)
sumber: okefood
Lihat Juga: japanese food
Bahan:
Telur ayam 2 butir, kocok
Daging ayam 100 gr, cincang
Udang kupas 10 ekor, cincang
Kol 3 helai, rajang kecil
Wortel 100 gr, rajang kecil
Daun bawang 1 buah, rajang kecil
Tepung sagu 2 sdm
Baking powder ½ sdt
Bumbu:
Bubuk bawang putih/garlic powder ½ sdt
Garam dan lada secukupnya
Pelengkap:
Bawang putih/garlic powder ½ sdt
Saus tomat 2 sdm
Cuka 1 sdt
Gula pasir ½ sdm
Saus tiram 1 sdt
Tepung sagu ½ sdm dan air ½ gelas, larutkan
Cara membuat:
1. Kocok bahan dan bumbu jadi satu, 1 menit kemudian tuangkan dalam minyak panas (harus tenggelam). Usahakan agar matangnya merata, angkat, tiriskan. Pindahkan ke sebuah piring.
2. Aduk bahan pelengkap, panaskan sebentar. Siramkan di atas fu yung hai.
Resep disarikan dari buku “Chinese Food Populer” oleh Henky Runtuwene
(ftr)
sumber: okefood
Lihat Juga: japanese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Makanan khas Beijing dan cina Tenggara
Pilihan sajian di tempat makan Cina kategori ini lebih variatif. Menu-menu andalan kaki lima biasanya tetap tersedia, tetapi dilengkapi dengan pilihan lain yang lebih ‘advance’, mulai dari bahan-bahannya, cara masak, tipe hidangan, hingga penyajiannya.
Ayam Kuluyuk, Sup Asparagus, Sup Jagung Telur, Mun Tahu, Sapi Lada Hitam, Ayam Nanking, atau Ayam Kung Pao adalah beberapa hidangan yang umumnya ada dalam daftar menu tempat makan Cina kelas menengah. Hidangannya tidak hanya dimasak dengan cara ditumis. Bahan-bahan yang digunakan pun bisa lebih ‘bebas’, tak melulu harus dibatasi oleh harga.
Hidangan nonhalal sangat mungkin disajikan di tempat makan Cina kategori ini. Karena itu, bagi Anda yang pantang menyantap sajian nonhalal, ada baiknya Anda bertanya dulu kepada pramusaji sebelum memutuskan untuk bersantap.
Di rumah makan Chinese food kelas ini, cita rasa sajiannya lebih ’berwarna’. Daftar makanan yang tersedia umumnya sama seperti yang bisa Anda lihat di buku-buku masakan khas Cina. Dan, beberapa jenisnya juga akan Anda temui jika Anda berkunjung ke tempat makan Cina di luar negeri, meski dengan nama yang berbeda. Sajiannya tak melulu ditumis atau digoreng.
Fuyunghai-nya berbeda dengan yang ada di warung atau kaki lima. Penampilannya tidak berminyak, tebal, berisi campuran daging kepiting dan taoge, bersiram saus asam manis dengan taburan kacang polong.
Ayam Kuluyuk sama dengan Pineapple Chicken with Sweet and Sour Sauce, Sapi Lada Hitam adalah Black Pepper Beef Stir Fry, atau Ayam Kung Pao dan Ayam Nanking yang di-Inggris-kan menjadi Chicken Kung Pao dan Chicken Nanking. Mungkin cita rasa sedikit berbeda (disesuaikan dengan selera setempat), tetapi prinsip dasar cara memasak dan bahan-bahannya tetap sama
Ciri khas budaya Tionghoa yang identik dengan warna merah, biasanya akan tampak di tempat makan Cina kategori ini. Penggunaan sumpit pun diaplikasikan sebagai alat makan, selain sendok bebek yang dipakai untuk menyantap hidangan sup. Di meja makan biasanya tersedia kecap asin, acar cabai rawit, atau acar mentimun sebagai condiment khas Cina.
Selain rumah makan yang menyajikan menu makanan umum seperti di atas, ada juga beberapa rumah makan yang tampil dengan pilihan menu Cina yang lebih spesifik, mengacu pada region tertentu. Salah satunya adalah Resto Li Yen, di kawasan Kota, Jakarta Barat. Hidangan Bebek Panggang yang jadi salah satu trademark Chinese food Beijing, tersedia di tempat ini dengan cita rasa yang layak jadi rekomendasi. Ada juga Ayam Garam (Salted Chicken) yang merupakan sajian khas Hakka, Cina Tenggara.
Di rumah makan Cina kategori ini sebagian besar pengunjungnya adalah warga keturunan Tionghoa dan merupakan resto keluarga yang sering jadi target utama untuk mengadakan acara kumpul-kumpul, seperti ulang tahun atau pernikahan. Tak heran jika di beberapa tempat, hampir setiap akhir pekan, tempat parkirnya selalu terlihat penuh.
sumber: Femina
Lihat Juga:
Japanese food
Ayam Kuluyuk, Sup Asparagus, Sup Jagung Telur, Mun Tahu, Sapi Lada Hitam, Ayam Nanking, atau Ayam Kung Pao adalah beberapa hidangan yang umumnya ada dalam daftar menu tempat makan Cina kelas menengah. Hidangannya tidak hanya dimasak dengan cara ditumis. Bahan-bahan yang digunakan pun bisa lebih ‘bebas’, tak melulu harus dibatasi oleh harga.
Hidangan nonhalal sangat mungkin disajikan di tempat makan Cina kategori ini. Karena itu, bagi Anda yang pantang menyantap sajian nonhalal, ada baiknya Anda bertanya dulu kepada pramusaji sebelum memutuskan untuk bersantap.
Di rumah makan Chinese food kelas ini, cita rasa sajiannya lebih ’berwarna’. Daftar makanan yang tersedia umumnya sama seperti yang bisa Anda lihat di buku-buku masakan khas Cina. Dan, beberapa jenisnya juga akan Anda temui jika Anda berkunjung ke tempat makan Cina di luar negeri, meski dengan nama yang berbeda. Sajiannya tak melulu ditumis atau digoreng.
Fuyunghai-nya berbeda dengan yang ada di warung atau kaki lima. Penampilannya tidak berminyak, tebal, berisi campuran daging kepiting dan taoge, bersiram saus asam manis dengan taburan kacang polong.
Ayam Kuluyuk sama dengan Pineapple Chicken with Sweet and Sour Sauce, Sapi Lada Hitam adalah Black Pepper Beef Stir Fry, atau Ayam Kung Pao dan Ayam Nanking yang di-Inggris-kan menjadi Chicken Kung Pao dan Chicken Nanking. Mungkin cita rasa sedikit berbeda (disesuaikan dengan selera setempat), tetapi prinsip dasar cara memasak dan bahan-bahannya tetap sama
Ciri khas budaya Tionghoa yang identik dengan warna merah, biasanya akan tampak di tempat makan Cina kategori ini. Penggunaan sumpit pun diaplikasikan sebagai alat makan, selain sendok bebek yang dipakai untuk menyantap hidangan sup. Di meja makan biasanya tersedia kecap asin, acar cabai rawit, atau acar mentimun sebagai condiment khas Cina.
Selain rumah makan yang menyajikan menu makanan umum seperti di atas, ada juga beberapa rumah makan yang tampil dengan pilihan menu Cina yang lebih spesifik, mengacu pada region tertentu. Salah satunya adalah Resto Li Yen, di kawasan Kota, Jakarta Barat. Hidangan Bebek Panggang yang jadi salah satu trademark Chinese food Beijing, tersedia di tempat ini dengan cita rasa yang layak jadi rekomendasi. Ada juga Ayam Garam (Salted Chicken) yang merupakan sajian khas Hakka, Cina Tenggara.
Di rumah makan Cina kategori ini sebagian besar pengunjungnya adalah warga keturunan Tionghoa dan merupakan resto keluarga yang sering jadi target utama untuk mengadakan acara kumpul-kumpul, seperti ulang tahun atau pernikahan. Tak heran jika di beberapa tempat, hampir setiap akhir pekan, tempat parkirnya selalu terlihat penuh.
sumber: Femina
Lihat Juga:
Japanese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Selasa, 26 Oktober 2010
Makanan Chinese yang murah tapi nggak murahan
Berburu chinese food di Semarang tentu tidaklah sulit. Hampir di setiap wilayah di Semarang dengan mudah ditemui restoran ataupun warung tenda dengan menu utama masakan China. Namun untuk mendapatkan masakan China yang pas di lidah dan di kantong tentu tidaklah mudah, perlu untuk pasang telinga lebar-lebar untuk mendapatkannya.
Berdasar referensi dari beberapa teman yang doyan makan, maka saya tertarik untuk mencoba makanan China di Ratna Berkah. Tentu Ratna Berkah bukan restoran yang menawarkan kemewahan tempat, tempat jualannya berbentuk tenda, seperti layaknya warung-warung kaki lima lainnya. Namun lokasinya yang berada di daerah Bukit Gombel memberi sensasi tersendiri bagi para pengunjung, yaitu keindahan panorama kota Semarang bawah. Apalagi warung tenda ini buka mulai pukul 14.00 – 23.00, sehingga keindahan kerlap-kerlip lampu kota bawah terlihat jelas.
Lokasi Ratna Berkah tergolong mudah untuk dijangkau, karena terletak di tepi salah satu jalan utama Semarang. Bagi yang datang dari arah kota bawah, bisa langsung berbelok ke kiri jika telah sampai dipertengahan tanjakkan gombel. Begitu pula yang datang dari arah atas seperti Banyumanik tinggal belok ke kanan.
Meski berupa warung tenda, menu masakan china ataupun seafood di Ratna Berkah tidak kalah dengan yang di restoran, begitu pula dengan kenikmatan rasanya. Berbagai menu seperti Cumi, gurami, udang, dan berbagai masakan mie lainnya benar-benar terasa menggigit di lidah. “Suami saya yang mengolah masakan di sini telah lama bekerja di berbagai restoran baik di luar kota maupun dalam kota, sehingga standar masakan di sini sama dengan standar masakan di restoran,” papar Ratna pemilik Ratna Berkah.
Ratna menceritakan awalnya tempat yang sekarang digunakan adalah tempat dia berjualan rokok dan beberapa barang kecil lainnya. Sementara dia berjualan suaminya bekerja sebagai koki di restoran. Setelah anak-anak menyelesaikan pendidikannya, lanjut Ratna, dia dan suami berani membuka usaha sendiri, meski sebenarnya mereka telah lama punya keinginan untuk membuka warung sendiri.
“Kita memilih masakan China ataupun sea food karena suami saya ketika menjadi koko di restoran memang spesialis masakan Cina dan sea food. Selain itu, bahan-bahan untuk masakan China mudah didapatkan di sini dan tidak rumit cara memasaknya,” jelas Ratna ketika ditemu di warungnya.
Meski membuka warung tenda, namun Ratna mempunyai keinginan untuk membuka restoran suatu saat nanti. Dia dan suaminya sedang mengumpulkan modal untuk membuka restoran. Namun dia mengakui, dengan membuka warung tenda bisa mengirit beberapa pengeluaran, seperti sewa tempat.
“Kita membuka warung di sini tepatnya tahun 2003, sampai sekarang kita telah memiliki enam karyawan. Harga sewa tempat untuk restoran sangat mahal karena itu kita memutuskan untuk membuka warung tenda. Jika sudah memiliki modal cukup kita akan membeli tempat untuk membuka restoran,” papar Ratna.
Menu spesial yang ditawarkan di Ratna Berkah adalah Gurami, namun menu-menu lainnya sama banyak peminatnya. Untuk Gurami setidaknya 10 kg dalam seharinya, sedangkan untuk cumi sekitar 4 kg, dan udang 2 kg. Setiap hari bisa dipastikan semua bahan yang disediakan habis terjual. Ini tidak heran karena memang dari awal buka hingga warung hampir ditutup tetap banyak pengunjung yang datang.
Soal harga, Anda tidak perlu kuatir, karena harga masakan di Ratna Berkah relatif lebih terjangkau daripada di restoran. Kwe tiau, bakmie, bihun, nasi goreng misalnya dijual dengan harga 15 ribu – 17,5 ribu rupiah, masakan sapi dan masakan ayam sekitar 17 – 20 ribu rupiah, sedangkan masakan udang dan cah udang 17,5 ribu – 22,5 ribu rupiah.
Lihat Juga: Japanese food
Berdasar referensi dari beberapa teman yang doyan makan, maka saya tertarik untuk mencoba makanan China di Ratna Berkah. Tentu Ratna Berkah bukan restoran yang menawarkan kemewahan tempat, tempat jualannya berbentuk tenda, seperti layaknya warung-warung kaki lima lainnya. Namun lokasinya yang berada di daerah Bukit Gombel memberi sensasi tersendiri bagi para pengunjung, yaitu keindahan panorama kota Semarang bawah. Apalagi warung tenda ini buka mulai pukul 14.00 – 23.00, sehingga keindahan kerlap-kerlip lampu kota bawah terlihat jelas.
Lokasi Ratna Berkah tergolong mudah untuk dijangkau, karena terletak di tepi salah satu jalan utama Semarang. Bagi yang datang dari arah kota bawah, bisa langsung berbelok ke kiri jika telah sampai dipertengahan tanjakkan gombel. Begitu pula yang datang dari arah atas seperti Banyumanik tinggal belok ke kanan.
Meski berupa warung tenda, menu masakan china ataupun seafood di Ratna Berkah tidak kalah dengan yang di restoran, begitu pula dengan kenikmatan rasanya. Berbagai menu seperti Cumi, gurami, udang, dan berbagai masakan mie lainnya benar-benar terasa menggigit di lidah. “Suami saya yang mengolah masakan di sini telah lama bekerja di berbagai restoran baik di luar kota maupun dalam kota, sehingga standar masakan di sini sama dengan standar masakan di restoran,” papar Ratna pemilik Ratna Berkah.
Ratna menceritakan awalnya tempat yang sekarang digunakan adalah tempat dia berjualan rokok dan beberapa barang kecil lainnya. Sementara dia berjualan suaminya bekerja sebagai koki di restoran. Setelah anak-anak menyelesaikan pendidikannya, lanjut Ratna, dia dan suami berani membuka usaha sendiri, meski sebenarnya mereka telah lama punya keinginan untuk membuka warung sendiri.
“Kita memilih masakan China ataupun sea food karena suami saya ketika menjadi koko di restoran memang spesialis masakan Cina dan sea food. Selain itu, bahan-bahan untuk masakan China mudah didapatkan di sini dan tidak rumit cara memasaknya,” jelas Ratna ketika ditemu di warungnya.
Meski membuka warung tenda, namun Ratna mempunyai keinginan untuk membuka restoran suatu saat nanti. Dia dan suaminya sedang mengumpulkan modal untuk membuka restoran. Namun dia mengakui, dengan membuka warung tenda bisa mengirit beberapa pengeluaran, seperti sewa tempat.
“Kita membuka warung di sini tepatnya tahun 2003, sampai sekarang kita telah memiliki enam karyawan. Harga sewa tempat untuk restoran sangat mahal karena itu kita memutuskan untuk membuka warung tenda. Jika sudah memiliki modal cukup kita akan membeli tempat untuk membuka restoran,” papar Ratna.
Menu spesial yang ditawarkan di Ratna Berkah adalah Gurami, namun menu-menu lainnya sama banyak peminatnya. Untuk Gurami setidaknya 10 kg dalam seharinya, sedangkan untuk cumi sekitar 4 kg, dan udang 2 kg. Setiap hari bisa dipastikan semua bahan yang disediakan habis terjual. Ini tidak heran karena memang dari awal buka hingga warung hampir ditutup tetap banyak pengunjung yang datang.
Soal harga, Anda tidak perlu kuatir, karena harga masakan di Ratna Berkah relatif lebih terjangkau daripada di restoran. Kwe tiau, bakmie, bihun, nasi goreng misalnya dijual dengan harga 15 ribu – 17,5 ribu rupiah, masakan sapi dan masakan ayam sekitar 17 – 20 ribu rupiah, sedangkan masakan udang dan cah udang 17,5 ribu – 22,5 ribu rupiah.
Lihat Juga: Japanese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Minggu, 24 Oktober 2010
Cibadak Bandung Menyajikan berbagai kuliner Menarik
Banyak banget bertebaran pedagang berbagai jenis makanan di kawasan jalan cibadak bandung dan malam ini kita mampir di tempat makan yang namanya “Kobe”. Dari namanya kita udah bisa menerka kalau tempat ini menyajikan masakan ala jepang, tapi ga cuma Japanese food aja kok; Chinese food-nya juga ada.
Tempat ini salah satu tempat pilihan kita kalau lagi pengen makan enak dan kenyang. Dan menu yang kita pesan selalu itu itu saja, bukan karena yang lainya ga enak tapi memang menu itu udah menu pilihan kalau kita makan di Kobe jl cibadak ini. Menu yang dipesan di sini adalah Juan Lo yang diletakkan di atas steam boat, kangkung cah sapi dan udang tempura bayam.
Nikmat banget rasanya sewaktu menikmati Juan Lo yang panas panas, apalagi kalau paginya pegel pegel sehabis olahraga dan malam sebelum makan malam pijit dulu di bersih sehat. Wah top deh, makanan yang udah enakpun semakin enak dan nikmat sewaktu disantap
Setelah asik menikmati Juan Lo, kita bisa sambung dengan menikmati kangkung cah sapi yang bumbunya berasa banget; dan juga kriuk kriuk udang tempura plus daun bayam, irisan wortel dan terung yang digoreng menggunakan tepung bumbu.
Setiap datang ke sini kita selalu ambil posisi untuk duduk di luar alias di pinggiran trotoar bukan di bagian dalam kobe, biar tambah asik liatin cewe cewe manis yang lalu lalang untuk mencari makanan pilihan di kawasan ini dan biar ga begitu terganggu dengan pengamen yang setiap lima menit bisa gonta ganti karena para pengamen ini biasa koar koar dulu di bagian dalam.
Penasaran pengen nyobain? dateng aja ke Kobe, tempat makan yang berada di kawasan jalan cibadak bandung ini; dan kalau bingung nyarinya ya tanya aja, secara di kawasan ini tempat makan semua.
Sumber: Bandunglife
Tempat ini salah satu tempat pilihan kita kalau lagi pengen makan enak dan kenyang. Dan menu yang kita pesan selalu itu itu saja, bukan karena yang lainya ga enak tapi memang menu itu udah menu pilihan kalau kita makan di Kobe jl cibadak ini. Menu yang dipesan di sini adalah Juan Lo yang diletakkan di atas steam boat, kangkung cah sapi dan udang tempura bayam.
Nikmat banget rasanya sewaktu menikmati Juan Lo yang panas panas, apalagi kalau paginya pegel pegel sehabis olahraga dan malam sebelum makan malam pijit dulu di bersih sehat. Wah top deh, makanan yang udah enakpun semakin enak dan nikmat sewaktu disantap
Setelah asik menikmati Juan Lo, kita bisa sambung dengan menikmati kangkung cah sapi yang bumbunya berasa banget; dan juga kriuk kriuk udang tempura plus daun bayam, irisan wortel dan terung yang digoreng menggunakan tepung bumbu.
Setiap datang ke sini kita selalu ambil posisi untuk duduk di luar alias di pinggiran trotoar bukan di bagian dalam kobe, biar tambah asik liatin cewe cewe manis yang lalu lalang untuk mencari makanan pilihan di kawasan ini dan biar ga begitu terganggu dengan pengamen yang setiap lima menit bisa gonta ganti karena para pengamen ini biasa koar koar dulu di bagian dalam.
Penasaran pengen nyobain? dateng aja ke Kobe, tempat makan yang berada di kawasan jalan cibadak bandung ini; dan kalau bingung nyarinya ya tanya aja, secara di kawasan ini tempat makan semua.
Sumber: Bandunglife
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Rabu, 20 Oktober 2010
Warung Pak Warto Japanese food di Solo
Di daftar menunya tertulis Tempura, Teriyaki, Yakiniku, dan Katsu, tapi jangan salah, ini bukan HokBen yang terkenal itu. Menu-menu itu ditawarkan oleh warung Japanese Food Pak Warto 31, satu-satunya warung masakan Jepang kelas kaki lima di Kota Solo.
Tampak dari luar, warung yang terletak di jalan Supomo, samping Pengadilan Negeri Solo ini memang sederhana. "Memang warungnya sederhana, tapi kalau menurut banyak pelanggan, rasanya nggak kalah dengan yang dijual di mall-mall itu, dan yang jelas harganya lebih terjangkau" ujar ibu Gemi, pengelola warung. Warung ini dikelola oleh ibu Gemi bersama Pak Warto, suaminya, sebagai juru masak.
Pak Warto mendapatkan keahlian memasak masakan Jepang saat menjadi koki di salah satu restoran masakan Jepang di Jakarta. Lalu dia mencoba peruntungannya dengan membuka warung masakan Jepang kaki lima di Jakarta, dan bertahan hingga 20 tahun. Sampai akhirnya dia memutuskan pulang ke Solo, dan membuka warung yang sama di Solo. Meskipun baru berdiri sejak 3 tahun lalu, warung ini sudah memiliki banyak pelanggan setia dari berbagai kalangan. Saat jam makan malam, kadang pengunjung harus rela antri.
Jangan ragu soal kehalalannya, "Kami sama sekali tidak memakai sake dan daging babi, jadi dijamin halal," ungkap ibu Gemi. Rasa makanan Jepang di warung Japanese Food Pak Warto 31 juga sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Namun, ada satu bahan yang tetap dipertahankan, dan tidak bisa digantikan, yakni Kikkoman alias kecap Jepang. Kikkoman digunakan untuk membuat kuah maupun saus. Menurut penuturan pak Warto, kecap ini di Solo tidak ada yang jual, dia biasa membeli Kikkoman yang asli di Jogja atau Semarang.
Soal harga? Murah! Untuk makanannya mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 14.000. Warung Japanese Food Pak Warto 31 buka dari jam 17.00-22.00 WIB.
Sumber: langsungenak
Lihat Juga Chinese food
Tampak dari luar, warung yang terletak di jalan Supomo, samping Pengadilan Negeri Solo ini memang sederhana. "Memang warungnya sederhana, tapi kalau menurut banyak pelanggan, rasanya nggak kalah dengan yang dijual di mall-mall itu, dan yang jelas harganya lebih terjangkau" ujar ibu Gemi, pengelola warung. Warung ini dikelola oleh ibu Gemi bersama Pak Warto, suaminya, sebagai juru masak.
Pak Warto mendapatkan keahlian memasak masakan Jepang saat menjadi koki di salah satu restoran masakan Jepang di Jakarta. Lalu dia mencoba peruntungannya dengan membuka warung masakan Jepang kaki lima di Jakarta, dan bertahan hingga 20 tahun. Sampai akhirnya dia memutuskan pulang ke Solo, dan membuka warung yang sama di Solo. Meskipun baru berdiri sejak 3 tahun lalu, warung ini sudah memiliki banyak pelanggan setia dari berbagai kalangan. Saat jam makan malam, kadang pengunjung harus rela antri.
Jangan ragu soal kehalalannya, "Kami sama sekali tidak memakai sake dan daging babi, jadi dijamin halal," ungkap ibu Gemi. Rasa makanan Jepang di warung Japanese Food Pak Warto 31 juga sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Namun, ada satu bahan yang tetap dipertahankan, dan tidak bisa digantikan, yakni Kikkoman alias kecap Jepang. Kikkoman digunakan untuk membuat kuah maupun saus. Menurut penuturan pak Warto, kecap ini di Solo tidak ada yang jual, dia biasa membeli Kikkoman yang asli di Jogja atau Semarang.
Soal harga? Murah! Untuk makanannya mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 14.000. Warung Japanese Food Pak Warto 31 buka dari jam 17.00-22.00 WIB.
Sumber: langsungenak
Lihat Juga Chinese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan
Rabu, 13 Oktober 2010
WKL Depok
Dari beberapa WKL yang menjual Chinese Food di sepanjang jalan Margonda Raya, warung Chinese Food diantara pompa bensin Margonda dan Mitra 10 adalah yang paling saya gemari. Warung ini direkomendasikan oleh teman saya Deina yang sering memesan makanan dari warung tersebut. Karena banyak teman saya yang memesan dari WKL itu, saya pun jadi tergoda untuk ikut membeli. Hasilnya, saya ketagihan.
Mutu masakan di WKL ini adalah hal utama yang paling saya sukai. Menu favorit saya adalah nasi, mi, dan kwetiau goreng. Bumbu masakan mereka sangat pas. Ambil saja nasi goreng sebagai contoh. Bumbu nasi gorengya enak dan tidak pedas, berbeda dari bumbu nasi goreng yang dijual penjual nasi goreng gerobak pada umumnya. Kecapnya pun pas sehingga nasi gorengnya tidak terlalu manis ataupun hambar karena kurang kecap. Porsi masakannya juga besar.
Meskipun tempat makan ini cuma WKL, mutu masakannya jelas tidak bisa disamakan dengan restoran Chinese Food sungguhan seperti Resto. Mi Berkat atau Resto. Bakmi Buncit. Biarpun begitu, keunggulan utamanya adalah harga yang murah tanpa mengorbankan cita rasa makanannya. Dibandingkan dengan nasi goreng yang dijual oleh pedagang gerobak, harga makanan di WKL ini memang lebih mahal. Untuk nasi, mi, atau kwetiau goreng, harga yang harus dibayar adalah Rp11.500,- sementara nasi goreng dijual oleh pedagang gerobak berkisar antara Rp6.000,- hingga Rp8.000,-.
WKL ini baru buka jam enam sore hingga jam 12 malam. Warung ini menempati sebuah lahan kosong yang cukup luas di samping trotoar pada pinggiran jalan Margonda Raya. Pengelolanya adalah tiga orang yang sangat njowo sekali logat dan perilakunya. Setiap orang memiliki tugas masing-masing--satu menyiapkan bahan masakan, satu memasak, satu melanyani tamu. Tempat ini berada persis di sebelah kanan jalan keluar pompa bensin Margonda Raya. Di samping kiri warung terdapat sebuah warung jamu. Jadi kalau Anda datang dari arah Lenteng Agung, maka sesudah melewati pintu gerbang masuk Pesona Khayangan Anda siap-siap saja untuk memperhatikan pompa bensin yang saya maksudkan. Selamat menikmati, :)
sumber: Pesona Kuliner Depok
Lihat Juga:
Solaria
J.co
Mutu masakan di WKL ini adalah hal utama yang paling saya sukai. Menu favorit saya adalah nasi, mi, dan kwetiau goreng. Bumbu masakan mereka sangat pas. Ambil saja nasi goreng sebagai contoh. Bumbu nasi gorengya enak dan tidak pedas, berbeda dari bumbu nasi goreng yang dijual penjual nasi goreng gerobak pada umumnya. Kecapnya pun pas sehingga nasi gorengnya tidak terlalu manis ataupun hambar karena kurang kecap. Porsi masakannya juga besar.
Meskipun tempat makan ini cuma WKL, mutu masakannya jelas tidak bisa disamakan dengan restoran Chinese Food sungguhan seperti Resto. Mi Berkat atau Resto. Bakmi Buncit. Biarpun begitu, keunggulan utamanya adalah harga yang murah tanpa mengorbankan cita rasa makanannya. Dibandingkan dengan nasi goreng yang dijual oleh pedagang gerobak, harga makanan di WKL ini memang lebih mahal. Untuk nasi, mi, atau kwetiau goreng, harga yang harus dibayar adalah Rp11.500,- sementara nasi goreng dijual oleh pedagang gerobak berkisar antara Rp6.000,- hingga Rp8.000,-.
WKL ini baru buka jam enam sore hingga jam 12 malam. Warung ini menempati sebuah lahan kosong yang cukup luas di samping trotoar pada pinggiran jalan Margonda Raya. Pengelolanya adalah tiga orang yang sangat njowo sekali logat dan perilakunya. Setiap orang memiliki tugas masing-masing--satu menyiapkan bahan masakan, satu memasak, satu melanyani tamu. Tempat ini berada persis di sebelah kanan jalan keluar pompa bensin Margonda Raya. Di samping kiri warung terdapat sebuah warung jamu. Jadi kalau Anda datang dari arah Lenteng Agung, maka sesudah melewati pintu gerbang masuk Pesona Khayangan Anda siap-siap saja untuk memperhatikan pompa bensin yang saya maksudkan. Selamat menikmati, :)
sumber: Pesona Kuliner Depok
Lihat Juga:
Solaria
J.co
Label:
chinese food,
j.co,
nasi goreng,
solaria
Senin, 04 Oktober 2010
kacang Mete
Jambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki "buah" yang dapat dimakan. Yang lebih terkenal dari jambu mede adalah kacang mede, kacang mete atau kacang mente; bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan pelbagai macam penganan. Secara botani, tumbuhan ini sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun kacang-kacangan (Fabaceae), melainkan malah lebih dekat kekerabatannya dengan mangga (suku Anacardiaceae).
Dikenal juga dengan pelbagai nama seperti jambu mèdè (Sd.); jambu mété atau jambu ménté (Jw.); jhambu monyèt (Md.); jambu dwipa, jambu jipang, nyambu monyèt (Bl.); nyambuk nyĕbèt (Sas.); jambu érang, jambu monyé (Mink.); jambu dipa (Banj.); buwah monyet (Timor); buwah yaki (Manado); buwa yakis, wo yakis (Sulut); buwa yaki (Ternate, Tidore); buwa jakis (Galela); jambu daré, jambu masong (Mak.); jampu sèrĕng, jampu tapĕsi (Bug.); dan lain-lain.[1]
Dalam bahasa Inggris dinamakan cashew (tree), yang diturunkan dari perkataan Portugis untuk menamai buahnya, caju, yang sebetulnya juga merupakan pinjaman dari nama dalam bahasa Tupi, acajú. Sementara nama marganya (Anacardium) merujuk pada bentuk buah semunya yang seperti jantung terbalik.
Tanaman ini dikembangkan terutama untuk dipungut buah sejatinya. Yang dikenal umum sebagai "buah", yakni bagian lunak yang membengkak berwarna kuning atau merah, sesungguhnya adalah dasar bunga (receptaculum) yang mengembang setelah terjadinya pembuahan. Buah sesungguhnya adalah bagian "monyet"nya yang keras, coklat kehitaman berisi biji yang dapat diolah menjadi makanan; yakni kacang mete yang lezat[4]. Secara tradisional kacang ini biasanya digoreng sebagai nyamikan teman minum teh atau kopi; sedangkan secara modern kini umum dijumpai sebagai pengisi dan penghias penganan semacam coklat dan kue-kuean.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
cake
pizza
Dikenal juga dengan pelbagai nama seperti jambu mèdè (Sd.); jambu mété atau jambu ménté (Jw.); jhambu monyèt (Md.); jambu dwipa, jambu jipang, nyambu monyèt (Bl.); nyambuk nyĕbèt (Sas.); jambu érang, jambu monyé (Mink.); jambu dipa (Banj.); buwah monyet (Timor); buwah yaki (Manado); buwa yakis, wo yakis (Sulut); buwa yaki (Ternate, Tidore); buwa jakis (Galela); jambu daré, jambu masong (Mak.); jampu sèrĕng, jampu tapĕsi (Bug.); dan lain-lain.[1]
Dalam bahasa Inggris dinamakan cashew (tree), yang diturunkan dari perkataan Portugis untuk menamai buahnya, caju, yang sebetulnya juga merupakan pinjaman dari nama dalam bahasa Tupi, acajú. Sementara nama marganya (Anacardium) merujuk pada bentuk buah semunya yang seperti jantung terbalik.
Tanaman ini dikembangkan terutama untuk dipungut buah sejatinya. Yang dikenal umum sebagai "buah", yakni bagian lunak yang membengkak berwarna kuning atau merah, sesungguhnya adalah dasar bunga (receptaculum) yang mengembang setelah terjadinya pembuahan. Buah sesungguhnya adalah bagian "monyet"nya yang keras, coklat kehitaman berisi biji yang dapat diolah menjadi makanan; yakni kacang mete yang lezat[4]. Secara tradisional kacang ini biasanya digoreng sebagai nyamikan teman minum teh atau kopi; sedangkan secara modern kini umum dijumpai sebagai pengisi dan penghias penganan semacam coklat dan kue-kuean.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
cake
pizza
Kamis, 30 September 2010
Wayo-Men Japanese pasta
Bosan dengan Italian style white creamy atau tomato base pasta? Cobalah Bang2 Chicken Pasta Wayo-Men yang disajikan dengan campuran vegetables, grilled chicken dengan Japanese goma sauce. Atau apakah Anda pencinta seafood sekaligus pecinta pedas? Cobalah Okinawan Festive, seafood soup pasta pedas dengan racikan original Wayo-Men spicy miso akan memberikan pengalaman baru dalam pasta kuliner yang Anda cicipi.
Pernah mencoba satu hidangan dengan dua style rasa yang berbeda? Wayo-Men menyajikan menu Ayam Kuah Pasta with Ra-Oil. Pertama, coba dulu beberapa suap pasta tanpa soup. Setelah itu, masukan chicken soup ke dalam pasta yang tersedia. Dijamin, yang akan terlintas dalam pikiran Anda, “Lho, mengapa rasanya jadi lain ya?”
Set menu di Wayo-Men juga sangat terjangkau. Tiga set menu yang bisa dipilih adalah Healthy Set Menu, Soup Pasta Menu, dan Spice Set Menu. Dengan perpaduan pilihan original pasta dan Japanese mini burger, dengan kurang dari Rp 50.000, kita bisa menikmati hidangan yang membuat kenyang. Terjangkau bukan?
Satu lagi keunikan Wayo-Men, pada menu Japanese Burger, Wayo-Men membuat sendiri (in-house) burger bun yang digunakan: always fresh from the oven! Disajikan dengan beef atau chicken dengan racikan teriyaki sauce chef Wayo-Men, Japanese burger Wayo-Men dijamin bisa membuat ketagihan.
Saat mampir, jangan lupa mencicipi Japanese Donburi Rice. Cobalah Crunch Fish Don, Spicy Chicken Don, atau Wayo-Men’s Original Omelets Rice. Untuk side dish, bisa dicoba Popcorn Dory atau Agedashitofu with Ra-oil. Dessert? Tenang saja, ada in-house made dessert seperti Green Tea Tiramisu dan Japanese Roll Cake.
Yang menarik, Wayomen melakukan penggantian dan penambahan menu baru setiap 3-4 bulan. Sepertinya, sudah menjadi komitmen Wayo-Men untuk selalu memberikan pengalaman Japanese Pasta culinary yang baru kepada pengunjungnya. Always something different. Always something new!
Sumber: OpenRice.com
Lihat Juga :
Chinese food
Minuman
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan,
minuman
Rabu, 29 September 2010
Sup Miso
Sup miso (味噌汁, miso shiru?) adalah masakan Jepang berupa sup dengan bahan dasar dashi ditambah isi sup berupa sedikit makanan laut atau sayur-sayuran, dan diberi miso sebagai perasa. Sup miso dinikmati dengan mengangkat mangkok sup dan meminum kuahnya, sedangkan isi sup dimakan menggunakan sumpit.
Pada umumnya sup miso dihidangkan bersama nasi putih sebagai menu sarapan pagi di banyak rumah-rumah di Jepang. Sup miso biasanya dimakan di rumah, walapun ada juga sup miso yang dihidangkan di warung atau restoran tradisional Jepang (ryotei). Sup miso instan adalah sup miso dalam kemasan yang cukup diseduh dengan air panas.
Sup miso merupakan masakan sangat sederhana yang sangat mudah disiapkan dalam waktu singkat, bahan-bahannya pun hanya berupa kaldu dari katsuobushi, sedikit isi sup, dan miso. Walaupun sup miso adalah masakan paling sederhana, rasa yang dihasilkan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis miso yang digunakan untuk sup, cara mengambil kaldu dari katsuobushi dan keterampilan orang yang membuatnya.
Pada kebudayaan Jepang yang menjadikan nasi atau nasi dari berbagai jenis padi-padian sebagai makanan utama, sup miso mempunyai peran penting sebagai makanan pendamping yang paling utama. Pada umumnya, makanan utama sehari-hari orang Jepang sejak zaman dulu disebut 一汁一菜 (ichijū issai?) yakni satu set berupa nasi dengan sup seperti sup miso dan satu jenis lauk.
sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Makanan
minuman
Japanese food
chinese food
Pada umumnya sup miso dihidangkan bersama nasi putih sebagai menu sarapan pagi di banyak rumah-rumah di Jepang. Sup miso biasanya dimakan di rumah, walapun ada juga sup miso yang dihidangkan di warung atau restoran tradisional Jepang (ryotei). Sup miso instan adalah sup miso dalam kemasan yang cukup diseduh dengan air panas.
Sup miso merupakan masakan sangat sederhana yang sangat mudah disiapkan dalam waktu singkat, bahan-bahannya pun hanya berupa kaldu dari katsuobushi, sedikit isi sup, dan miso. Walaupun sup miso adalah masakan paling sederhana, rasa yang dihasilkan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis miso yang digunakan untuk sup, cara mengambil kaldu dari katsuobushi dan keterampilan orang yang membuatnya.
Pada kebudayaan Jepang yang menjadikan nasi atau nasi dari berbagai jenis padi-padian sebagai makanan utama, sup miso mempunyai peran penting sebagai makanan pendamping yang paling utama. Pada umumnya, makanan utama sehari-hari orang Jepang sejak zaman dulu disebut 一汁一菜 (ichijū issai?) yakni satu set berupa nasi dengan sup seperti sup miso dan satu jenis lauk.
sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Makanan
minuman
Japanese food
chinese food
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan,
minuman
Minggu, 26 September 2010
Ikan Mas untuk Konsumsi
Ikan Mas Makanan Konsumsi diantaranya:
1. Ikan Mas Punten
Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.
2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.
3. Ikan Mas Taiwan
Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.
4. Ikan Mas Merah
Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.
5. Ikan Mas Majalaya
Ikan mas hitam
Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.
Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.
Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.
5. Ikan Mas Yamato
Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang dan untuk di olah menjadi chinese food atau japanese food.
6. Ikan Mas Lokal
Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.
Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Minuman
1. Ikan Mas Punten
Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.
2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.
3. Ikan Mas Taiwan
Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.
4. Ikan Mas Merah
Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.
5. Ikan Mas Majalaya
Ikan mas hitam
Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.
Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.
Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.
5. Ikan Mas Yamato
Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang dan untuk di olah menjadi chinese food atau japanese food.
6. Ikan Mas Lokal
Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.
Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Minuman
Label:
chinese food,
japanese food,
makanan,
minuman
Kamis, 16 September 2010
Pizza
Pizza asli berasal dari Italia dan bisa ditemui di Pizzeria (toko Pizza) yang tiap porsi pizzanya berdiameter kira-kira 30 cm atau lebih, dengan adonan yang telah ditarik tipis. Salah satu rahasia kelezatan Pizza Italia adalah proses pemanggangannya yang dilakukan di dalam oven tradisional dengan bara api. Hal ini dikarenakan jika dipanggang dengan oven listrik, umumnya adonan pizza tipis akan menjadi keras.
Pizza yang telah dikenal oleh masyarakat kuno, tentunya berbentuk lain dengan pizza zaman sekarang. Makanan ini umumnya dikonsumsi kaum miskin dan dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana yang mudah didapatkan seperti tepung terigu, minyak, garam, dan ragi.
Pizza yang kita kenal sekarang lahir sekitar tahun 1600, pizza saat itu tidak dilumuri saus tomat di atasnya. Kemudian pada tahun 1800-an Pizza dengan saus tomat dibawa oleh imigran Italia yang umumnya berasal dari Napoli ke New York, Amerika Serikat. Pada periode itu juga di Napoli, Italia muncul "Perkawinan Bersejarah" Pizza yang ditaburi mozzarella. Seorang pembuat pizza, Raffaele Esposito dan istrinya menyiapkan sebuah pizza untuk dipersembahkan pada Ratu Margherita Savoia, istri Kaisar Italia Umberto I. Yang dibuat atas permintaan Yang Mulia. Sebuah Pizza yang melambangkan Bendera Italia: Merah yaitu saus tomat, putih yaitu mozzarella dan hijau yaitu daun basil. Dikarenakan Sang Ratu begitu suka dengan cita rasa pizza sederhana ini maka pizza itu dinamakan Pizza Margherita, sesuai dengan nama Sang Ratu.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
cake
Nasi goreng
Chinese food
Pizza yang telah dikenal oleh masyarakat kuno, tentunya berbentuk lain dengan pizza zaman sekarang. Makanan ini umumnya dikonsumsi kaum miskin dan dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana yang mudah didapatkan seperti tepung terigu, minyak, garam, dan ragi.
Pizza yang kita kenal sekarang lahir sekitar tahun 1600, pizza saat itu tidak dilumuri saus tomat di atasnya. Kemudian pada tahun 1800-an Pizza dengan saus tomat dibawa oleh imigran Italia yang umumnya berasal dari Napoli ke New York, Amerika Serikat. Pada periode itu juga di Napoli, Italia muncul "Perkawinan Bersejarah" Pizza yang ditaburi mozzarella. Seorang pembuat pizza, Raffaele Esposito dan istrinya menyiapkan sebuah pizza untuk dipersembahkan pada Ratu Margherita Savoia, istri Kaisar Italia Umberto I. Yang dibuat atas permintaan Yang Mulia. Sebuah Pizza yang melambangkan Bendera Italia: Merah yaitu saus tomat, putih yaitu mozzarella dan hijau yaitu daun basil. Dikarenakan Sang Ratu begitu suka dengan cita rasa pizza sederhana ini maka pizza itu dinamakan Pizza Margherita, sesuai dengan nama Sang Ratu.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
cake
Nasi goreng
Chinese food
Label:
cake,
chinese food,
nasi goreng,
pizza
Rabu, 15 September 2010
Lemang dari Bukit Tinggi
Lemang
Makanan dari kota Tebing Tinggi adalah Lemang. Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang di atas tungku panjang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat, dengan campuran selai bahkan durian.
Pusat penjualan lemang di Tebing Tinggi adalah di seruas jalan bernama Jl. KH Dahlan berseberangan dengan Masjid Raya Tebing Tinggi, masyarakat lebih mengenalnya sebagai Jalan Tjong Afie. Lemang yang paling terkenal adalah Lemang Batok.
Lemang produksi kota Tebing Tinggi sangat terkenal lezat dan lemak. Karena kelezatannya itulah kota Tebing Tinggi juga dijuluki sebagai Kota Lemang.
Kue Kacang
Sejak sekitar tahun 2005 di Tebing Tinggi muncul makanan baru, yakni Kue Kacang (di kota lain disebut Bakpia). Kue kacang yang terkenal adalah Rajawali Peanut Cake kue kacang bermerek Rajawali, Beo dan Garuda. Kue kacang banyak d jual di terminal Pajak (Pasar) Mini Tebing Tinggi. Karena kelezatannya dan harga yang ekonomis, Kue Kacang mulai menjadi ikon baru kuliner Tebing Tinggi selain Lemang.
Halua
Halua merupakan manisan khas melayu. Halua bisa terbuat dari Buah Pepaya yang ditebuk atau dibuat anyaman yang disebut Buku Bemban, Pucuk Pohon Pepaya, Buah Paria, cabai, Meregat, Gelugur, dan berbagai bahan lainnya. Meskipun tidak menjadi produksi bisnis, Halua akan tetap ada dalam upacara adat maupun lebaran.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
Pizza
Nasi goreng
Makanan dari kota Tebing Tinggi adalah Lemang. Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang di atas tungku panjang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat, dengan campuran selai bahkan durian.
Pusat penjualan lemang di Tebing Tinggi adalah di seruas jalan bernama Jl. KH Dahlan berseberangan dengan Masjid Raya Tebing Tinggi, masyarakat lebih mengenalnya sebagai Jalan Tjong Afie. Lemang yang paling terkenal adalah Lemang Batok.
Lemang produksi kota Tebing Tinggi sangat terkenal lezat dan lemak. Karena kelezatannya itulah kota Tebing Tinggi juga dijuluki sebagai Kota Lemang.
Kue Kacang
Sejak sekitar tahun 2005 di Tebing Tinggi muncul makanan baru, yakni Kue Kacang (di kota lain disebut Bakpia). Kue kacang yang terkenal adalah Rajawali Peanut Cake kue kacang bermerek Rajawali, Beo dan Garuda. Kue kacang banyak d jual di terminal Pajak (Pasar) Mini Tebing Tinggi. Karena kelezatannya dan harga yang ekonomis, Kue Kacang mulai menjadi ikon baru kuliner Tebing Tinggi selain Lemang.
Halua
Halua merupakan manisan khas melayu. Halua bisa terbuat dari Buah Pepaya yang ditebuk atau dibuat anyaman yang disebut Buku Bemban, Pucuk Pohon Pepaya, Buah Paria, cabai, Meregat, Gelugur, dan berbagai bahan lainnya. Meskipun tidak menjadi produksi bisnis, Halua akan tetap ada dalam upacara adat maupun lebaran.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
Pizza
Nasi goreng
Label:
cake,
chinese food,
nasi goreng,
pizza
Selasa, 14 September 2010
Foundue
Fondue berawal pada abad ke 18 di Neuchâtel, suatu daerah di negara Swiss. Penduduk di daerah tersebut berada jauh dari kota-kota besar dan ketika musim dingin tiba mereka sulit mendapatkan makanan segar. Mereka pun harus bertahan dengan memakan roti, cake dan keju yang dibuat pada musim panas dan disimpan hingga musim dingin. Keju dan roti basi yang mereka makan terasa tidak enak dan keras.Mereka kemudian menemukan bahwa keju tersebut akan terasa lebih enak dan lebih mudah dimakan apabila dipanaskan diatas api.Roti pun menjadi lebih lembut ketika dicelupkan ke dalam keju.Lalu mereka mulai menambahkan minuman anggur dan bumbu-bumbu lain untuk menjadikan makanan tersebut lebih lezat.Itulah awal mula ditemukannya fondue.
Penduduk desa yang miskin ketika itu tidak memiliki uang untuk membeli peralatan makan yang cukup, sehingga hanya menggunakan satu panci untuk makan beramai-ramai. Mereka pun harus berkumpul dekat api agar tetap hangat.Kedua hal tersebutlah yang menjadikan fondue sebagai makanan komunal yang dimakan bersama oleh suatu komunitas.
Para budak-budak memperkenalkan makanan ini kepada tuan mereka yang kebanyakan adalah pedagang dan bangsawan.Para bangsawan ini kemudian menyajikan fondue kepada teman-teman bangsawannya dari negara lain.
Jean Anthelme Brillat-Savarin, ahli kuliner dari Perancis, menyebutkan mengenai fondue dalam karyanya yang terkenal yaitu La Physiologie du Goût (Fisiologi Rasa) yang diterbitkan pertama kali di tahun 1825. Ia menceritakan mengenai Uskup dari Belley bernama Madot yang dalam suatu jamuan makan menggunakan sendok untuk memakan fondue dan bukannya garpu. Uskup tersebut pun menjadi bahan perbincangan di antara para tamu yang hadir pada jamuan makan itu. Brillat-Savarin juga mencantumkan resep fondue dalam bukunya tersebut. Selain itu, ia pernah juga membagikan cara membuat fondue kepada seorang pegawai restoran di Boston. Ketika itu Brillat-Savarin sedang mengasingkan diri di Amerika Serikat selama dua tahun setelah Revolusi Perancis.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
Pizza
Nasi goreng
Penduduk desa yang miskin ketika itu tidak memiliki uang untuk membeli peralatan makan yang cukup, sehingga hanya menggunakan satu panci untuk makan beramai-ramai. Mereka pun harus berkumpul dekat api agar tetap hangat.Kedua hal tersebutlah yang menjadikan fondue sebagai makanan komunal yang dimakan bersama oleh suatu komunitas.
Para budak-budak memperkenalkan makanan ini kepada tuan mereka yang kebanyakan adalah pedagang dan bangsawan.Para bangsawan ini kemudian menyajikan fondue kepada teman-teman bangsawannya dari negara lain.
Jean Anthelme Brillat-Savarin, ahli kuliner dari Perancis, menyebutkan mengenai fondue dalam karyanya yang terkenal yaitu La Physiologie du Goût (Fisiologi Rasa) yang diterbitkan pertama kali di tahun 1825. Ia menceritakan mengenai Uskup dari Belley bernama Madot yang dalam suatu jamuan makan menggunakan sendok untuk memakan fondue dan bukannya garpu. Uskup tersebut pun menjadi bahan perbincangan di antara para tamu yang hadir pada jamuan makan itu. Brillat-Savarin juga mencantumkan resep fondue dalam bukunya tersebut. Selain itu, ia pernah juga membagikan cara membuat fondue kepada seorang pegawai restoran di Boston. Ketika itu Brillat-Savarin sedang mengasingkan diri di Amerika Serikat selama dua tahun setelah Revolusi Perancis.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
chinese food
Pizza
Nasi goreng
Label:
cake,
chinese food,
nasi goreng,
pizza
Selasa, 07 September 2010
Ciri Khas Hidangan Masakan Thailand
Masakan Thai banyak memakai daging babi dan daging ayam, dan tidak terdapat banyak ragam masakan dengan daging sapi. Ikan air tawar dan ikan air laut dimasak dengan cara digoreng atau dibuat sup. Selain ikan, makanan laut yang populer adalah udang, kepiting, dan cumi-cumi. Sayuran yang populer adalah terung dan kangkung. Thailand sangat kaya dengan buah-buahan tropis seperti semangka, pisang, durian, manggis, jeruk, nenas, rambutan, pepaya, jeruk bali, dan lengkeng. Selain dimakan segar, buah-buahan juga dibuat sari buah dan manisan. Pepaya muda dibuat menjadi salad pepaya yang disebut som tam.
Penyedap yang umum dipakai orang Thai adalah kecap ikan yang disebut nam pla (น้ำปลา) dan terasi. Dibuat dari fermentasi udang atau ikan-ikan kecil seperti anchovy, nam pla memiliki rasa asin dan aroma ikan yang kuat.
Masakan Thai Tengah dan Thai Selatan memakai daun jeruk purut (bai makrut, ใบมะกรูด). Daun jeruk purut dipakai dalam berbagai sup Thai (misalnya tom yam) dan berbagai kari dari Thai Tengah dan Thai Selatan. Bumbu masak yang umum dipakai adalah bawang putih, lengkuas, serai, kunyit, dan temu kunci (krachai) yang diulek dengan berbagai jenis cabai untuk membuat bumbu kari. Selain daun kemangi yang disebut grapow (kraphao), masakan Thai juga memakai daun kemangi thai untuk beberapa jenis masakan seperti kari hijau.
Di antara bahan-bahan khas untuk masakan Thai adalah pahk chee (daun ketumbar), rahk pahk chee (akar ketumbar), pasta kari, pong kah-ree (bubuk kari), see-ew dahm (kecap asin hitam), gung haeng (ebi), pong pa-loh (bubuk lima rempah), nahmahn hoi (saus tiram), nahm prik pao (pasta cabai), dan tepung beras serta tapioka.
Di Thailand Timur Laut, serangga adalah makanan lezat. Kumbang air raksasa (Lethocerus indicus) (mang da; bahasa Thai: แมงดา) adalah makanan yang sangat populer, digoreng utuh atau dijadikan bumbu penyedap.[2] Kumbang air raksasa merupakan bahan utama pembuat nam prik mang da (nam prik kumbang air raksasa).
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Chinese food
Cake
Pizza
Penyedap yang umum dipakai orang Thai adalah kecap ikan yang disebut nam pla (น้ำปลา) dan terasi. Dibuat dari fermentasi udang atau ikan-ikan kecil seperti anchovy, nam pla memiliki rasa asin dan aroma ikan yang kuat.
Masakan Thai Tengah dan Thai Selatan memakai daun jeruk purut (bai makrut, ใบมะกรูด). Daun jeruk purut dipakai dalam berbagai sup Thai (misalnya tom yam) dan berbagai kari dari Thai Tengah dan Thai Selatan. Bumbu masak yang umum dipakai adalah bawang putih, lengkuas, serai, kunyit, dan temu kunci (krachai) yang diulek dengan berbagai jenis cabai untuk membuat bumbu kari. Selain daun kemangi yang disebut grapow (kraphao), masakan Thai juga memakai daun kemangi thai untuk beberapa jenis masakan seperti kari hijau.
Di antara bahan-bahan khas untuk masakan Thai adalah pahk chee (daun ketumbar), rahk pahk chee (akar ketumbar), pasta kari, pong kah-ree (bubuk kari), see-ew dahm (kecap asin hitam), gung haeng (ebi), pong pa-loh (bubuk lima rempah), nahmahn hoi (saus tiram), nahm prik pao (pasta cabai), dan tepung beras serta tapioka.
Di Thailand Timur Laut, serangga adalah makanan lezat. Kumbang air raksasa (Lethocerus indicus) (mang da; bahasa Thai: แมงดา) adalah makanan yang sangat populer, digoreng utuh atau dijadikan bumbu penyedap.[2] Kumbang air raksasa merupakan bahan utama pembuat nam prik mang da (nam prik kumbang air raksasa).
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Chinese food
Cake
Pizza
Senin, 06 September 2010
Mie Dingin Naengmyeon Khas Korea
Naengmyeon (냉면;"mie dingin") adalah masakan Korea yang terbuat dari mie gandum yang disajikan dengan kuah kaldu sapi dingin.
Diterjemahkan dalam bahasa Inggris, naeng berarti dingin dan myeon artinya mie. Bahan utama pembuat naengmyeon adalah tepung gandum buckwheat, yang tekstur adonannya tidak begitu lengket. Mie tepung buckwheat ini bisa pula disajikan dengan kaldu panas, yang dinamakan onmyeon (mie panas). Walaupun bahan pembuat mie sama, kaldu dibuat dengan cara dan bahan pelengkap yang berbeda, sehingga rasanya pun agak berbeda.
Kelezatan naengmyeon tergantung pada rasa kuahnya yang terbuat dari rebusan kaldu. Pada masa lalu, bakso daging yang dibuat dari daging kuau cincang ditambahkan ke dalam kuah kaldu lalu diberi potongan batu es. Untuk membuat kaldu naengmyeon, daging sapi direbus dalam jangka waktu lama dan dicampurkan dengan kuah dongchimi, kimchi air. Lobak, daun bawang dan cabai hijau dari dongchimi ikut memberi rasa pada kuah naengmyeon.
Naengmyeon adalah salah satu masakan Korea yang paling digemari pada saat hari-hari musim panas. Tapi, sebenarnya pada awalnya dinikmati pada saat musim dingin dan kini telah menjadi sangat populer di Korea Selatan.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Chinese food
cake
Pizza
Diterjemahkan dalam bahasa Inggris, naeng berarti dingin dan myeon artinya mie. Bahan utama pembuat naengmyeon adalah tepung gandum buckwheat, yang tekstur adonannya tidak begitu lengket. Mie tepung buckwheat ini bisa pula disajikan dengan kaldu panas, yang dinamakan onmyeon (mie panas). Walaupun bahan pembuat mie sama, kaldu dibuat dengan cara dan bahan pelengkap yang berbeda, sehingga rasanya pun agak berbeda.
Kelezatan naengmyeon tergantung pada rasa kuahnya yang terbuat dari rebusan kaldu. Pada masa lalu, bakso daging yang dibuat dari daging kuau cincang ditambahkan ke dalam kuah kaldu lalu diberi potongan batu es. Untuk membuat kaldu naengmyeon, daging sapi direbus dalam jangka waktu lama dan dicampurkan dengan kuah dongchimi, kimchi air. Lobak, daun bawang dan cabai hijau dari dongchimi ikut memberi rasa pada kuah naengmyeon.
Naengmyeon adalah salah satu masakan Korea yang paling digemari pada saat hari-hari musim panas. Tapi, sebenarnya pada awalnya dinikmati pada saat musim dingin dan kini telah menjadi sangat populer di Korea Selatan.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Chinese food
cake
Pizza
Langganan:
Postingan (Atom)