Tampilkan postingan dengan label alat dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat dapur. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Maret 2010
Siasat Efektif Untuk Merenovasi Rumah
Kamis, 10 Desember 2009
Merawat Alat Dapur Berbahan Alumunium
Merawat Alat Dapur Berbahan Alumunium
Peralatan dapur berbahan alumunium memang cukup kuat dan tahan lama digunakan. Namun, jangan lupa untuk selalu merawatnya. Nah, berikut sejumlah tips yang bisa Anda lakukan.
1. Untuk mencegah sisa makanan/ masakan yang lengket dan tertinggal di alat dapur alumunium, cuci alat dapur tadi dengan air mendidih yang sudah ditambahkan sedikit cuka. Lalu, basuh wajan, panci, alat pengukus, dan alat dapur berbahan alumunium tadi dengan air campuran cuka.
2. Peralatan dapur alumunium yang sudah lama digunakan biasanya akan menghitam (berjelaga) atau muncul karat. Untuk menghilangkannya, bersihkan dengan 1 liter air yang sudah dicampur 1 sendok teh cream of tartar. Rebus air campuran tadi selama 10 menit bersama alat dapur alumunium yang akan dibersihkan. Lalu angkat dan bersihkan dengan spons hingga bersih.
3. Loyang , cetakan kue, atau wadah alumunium lainnya yang tak terkena api secara langsung sebaiknya setelah dicuci dikeringkan di bawah terik matahari atau panaskan dalam oven selama 2 menit. Bisa juga dikeringkan dengan menggunakan lap kering dan bersih. Cara ini untuk menghilangkan noda atau flek yang akan merusak penampilan alat dapur alumunium.
4. Alat dapur alumunium yang sudah digunakan untuk memasak bahan makanan yang berbau amis dapat dibersihkan dengan beberapa tetes air perasan jeruk nipis. Diamkan selama 15 menit, lalu cuci bersih menggunakan sabun dan spons
2. Peralatan dapur alumunium yang sudah lama digunakan biasanya akan menghitam (berjelaga) atau muncul karat. Untuk menghilangkannya, bersihkan dengan 1 liter air yang sudah dicampur 1 sendok teh cream of tartar. Rebus air campuran tadi selama 10 menit bersama alat dapur alumunium yang akan dibersihkan. Lalu angkat dan bersihkan dengan spons hingga bersih.
http://tabloidnova.com
Senin, 26 Oktober 2009
Tips Ciptakan Dapur Nyaman
untuk membuat suasana arsitektur ruang dan arsitektur interior dapur menjadi nyaman untuk penggunanya, banyak hal yang harus disesuaikan. Mulai dari ukuran dapur yang sesuai dengan proporsi tubuh penggunanya, kenyamanan suhu arsitektur ruang dan arsitektur interior, pencahayaan yang cukup, sirkulasi udara, serta sistem air bersih dan air kotor, sistem listrik untuk peralatan dapur, dan sebagainya.
Ukuran dapur
1.meja dapur/kabinet bawah.
Tinggi meja/kabinet bawah harus disesuaikan proporsi/ukuran penggunanya, apakah pendek atau tinggi. Karena pada meja dapur ini tempat meletakkan kompor dan sink. Sebaiknya setinggi pinggul penggunanya.
2.kabinet atas.
Ketinggian interior ruangan dan interior kitchen dasar kabinet atas juga disesuaikan dengan tinggi pengguna dapur. Bila terlalu tinggi mengakibatkan terlalu sulit mengambil benda yang disimpan di kabinet atas, sedang bila terlalu rendah kepala berisiko terbentur sisi lemari.
Sisa/jeda antara kabinet atas dan meja biasanya diberi ornamen khusus seperti ; keramik, mozaik, kaca, stainless steel, dsb.
3.jarak sirkulasi interior ruangan dan interior kitchen dan area kerja yang terletak antara meja dapur/kabinet bawah harus nyaman untuk aktifitas bekerja di dapur untuk pengguna (1 orang) atau lebih. Misal ; untuk 2 orang bekerja saling membelakangi, orang dapat berlalu lalang di belakang orang yang sedang bekerja di dapur. Harus diperhitungkan pula kondisi orang yang sedang membungkuk atau berjongkok ketika sedang membuka kabinet bawah.
Dalam arsitektur dapur dan interior ruang dapur ketika meletakkan perangkat masak sebaiknya tidak sembarangan, pertimbangkan berbagai faktor untuk memperoleh kenyamanan dan efisiensi.
1.kompor
dalam interior ruang dan interior desain dapur sebaiknya jangan diletakkan di depan jendela yang bisa dibuka karena dapat mengganggu nyala api. Apabila menggunakan kompor gas, sediakanlah lemari penyimpanan tabung gas. Posisi tabung gas yang lebih aman yaitu dengan meletakkan di luar dapur yang posisinya dekat dengan ruang terbuka. Apabila terjadi kebocoran gas dapat langsung terbuang ke udara bebas, dan mengurangi resiko tabung meledak. Namun cara ini sedikit merepotkan pada pemasangannya.
2.sink / bak cuci piring
dalam interior ruang dan interior desain dapur sebaiknya diletakkan berhadapan dengan jendela yang dapat dibuka, atau berdekatan dengan jendela. Posisi ini membantu pergantian udara di area sink agar tidak terlalu lembab. Juga jangan meletakkan bersebelahan langsung dengan kompor, apabila terpaksa berilah jarak sekitar 60 cm antara kompor dan sink.
3.kulkas
sebaiknya jangan arsitektur dapur dan interior ruang saat meletakkan kulkas didekat kompor atau area yang terkena sinar matahari. Hal ini untuk mencegah naiknya suhu kulkas saat pintu dibuka, yang berakibat borosnya penggunaan energi listrik karena kulkas harus mengeluarkan energi ekstra untuk mendinginkan kembali.
www.ideanusantara.co.cc
Minggu, 11 Oktober 2009
Tips Desain Kitchen Set Untuk Ruangan Kecil Beserta Furniturenya
Untuk itu diperlukan konsep design dapur yang dapat memaksimalkan ruangan kecil ini serta memiliki bentuk yang modern agar terlihat luas dan mewah
Ada
1. Survey perlengkapan dapur seperti oven, kompor build in, lemari es dan microwave, lemari dapur agar mengetahui konfigurasi dapur bagaimana yang sesuai.
http://furnituremebel.com
Langganan:
Postingan (Atom)