Tampilkan postingan dengan label atap baja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atap baja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juni 2010

atap rangka baja

Jenis penutup atap apakah yang bisa digunakan pada struktur rangka baja ringan ? Mampukah rangka baja ringan menopang penutup atap genteng keramik atau genteng beton yang sangat besar beratnya? Apakah bisa rangka baja ringan menggunakan penutup atap asbes atau genteng metal ? Demikian pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul juga diantara calon pemakai rangka atap baja ringan.

Sama seperti halnya dengan rangka atap kuda-kuda kayu, struktur rangka atap baja ringan bisa dikatakan mampu dipasang menggunakan jenis genteng apapun dengan berbagai macam variasi berat genteng. Seperti yang telah disinggung pada artikel sebelumnya, perusahaan baja ringan yang berpengalaman biasanya mempunyai software khusus dalam perhitungan strukturnya termasuk juga perhitungan beban-beban rencana. Beban genteng dimana merupakan bagian dari beban rencana sudah diperhitungkan pada saat pendisainan struktur rangka atap baja ringan, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi apabila struktur baja ringan tidak mampu menahan beban genteng yang besar ( pelanggan atau calon pengguna konstruksi baja ringan harus kritis mengenai sofware perhitungannya, dan besar beban genteng yang dipakai harus tercantum dalam gambar kerja atau gambar detail kuda-kuda ).

Apakah ada perbedaan struktur, apabila rangka atap baja ringan menggunakan atap genteng metal atau genteng beton? Tentu saja ada. Genteng metal memiliki berat yang lebih ringan apabila dibandingkan dengan genteng beton, tentu saja struktur pengaku ataupun kebutuhan profil rangka atap baja ringan apabila didesain dengan genteng metal tidak sebanyak dan setebal apabila menggunakan jenis genteng beton atau genteng keramik. Perbedaan banyaknya kebutuhan bahan dan perbedaan variasi ketebalan profil baja ringan pada kedua jenis genteng tersebut ( genteng metal dan genteng beton ), tentu saja mempengaruhi harga jual suatu konstruksi rangka atap baja ringan. Jadi merupakan hal yang wajar apabila konstruksi rangka atap baja ringan yang didesain menggunakan jenis genteng metal memiliki kecenderungan harga yang lebih murah apabila dibandingkan dengan rangka atap baja ringan yang didesain menggunakan jenis genteng beton ataupun genteng keramik ( pada bangunan atau bentuk atap yang sama ).

Rangka atap baja ringan sebagai solusi terbaik pengganti kuda-kuda kayu diharapkan dapat terus berinovasi, sehingga dapat memberikan konstribusi yang berarti dan mampu menjawab segala tantangan dunia konstruksi di Indonesia.

Sumber : rangkaatap.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Senin, 29 Maret 2010

Siasat Efektif Untuk Merenovasi Rumah



Menilik benefit
Memilih bahan bangunan yang berkualitas dan tepat guna, jelas menjadi pilihan utama. Namun yang patut dicermati adalah tidak terpaku hanya pada tingginya harga bahan bangunan, melainkan juga melihat added value yang diberikan di balik harga yang terlihat tinggi itu.
Seiring teknologi yang semakin maju, bahan bangunan saat ini sengaja diproses untuk memenuhi kebutuhan setiap pengguna. Semakin praktis, mudah, lebih tahan lama, dan dibuat dengan berlandaskan konsep lebih ramah lingkungan.
Misalnya atap baja ringan yang kini banyak digunakan untuk menggantikan kayu sebagai struktur atap baja. Bahan ini lebih tahan terhadap terpaan cuaca, anti rayap, sehingga lebih tahan lama. Atap baja ringan ini pun memiliki diversifikasi produk dengan tingkat ketahanan karat yang berbeda sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tempat tinggal.
Di samping itu, ada pula semen instan yang kini menjadi salah satu alternatif bahan dasar struktur bangunan. Bersifat siap pakai clan proses pengerjaan pun terasa lebih praktis. Semen instan ini menjadi solusi akan adukan semen yang kerap kali tidak rata sehingga menimbulkan permasalahan seperti retak rambut di dinding atau lantai keramik yang tiba-tiba menggelembung (pop up).
Patut diketahui, penentu kualitas adukan semen adalah pasir. Hal inilah yang sulit dipantau dalam pengerjaan adukan semen konvensional. Selain komposisinya yang tidak tepat, pasir bisa saja mengandung bahan organik yang menurunkan kualitasnya, belum lagi banyaknya semen yang terbuang saat ditumpuk atau saat proses pengerjaan. Sementara pada semen instan, komposisi bahannya telah ditakar secara tepat yang terdiri dari bahan dasar semen, pasir silika, filler, clan aditif yang dicampur secara homogen.
Apabila adukan semen tepat, maka daya sebarnya lebih baik, daya rekat lebih tinggi, dan mempercepat waktu pengerjaan. Oleh karena itu, penggunaannya pun bisa lebih efisien, tidak perlu menggunakan adukan semen terlalu banyak dibandingkan dengan penggunaan adukan konvensional dan dengan daya sebar yang lebih pasti maka biaya bisa lebih terukur.
Anton ginting, gm marketing mortar utama juga menjelaskan, apabila dihitung per meter persegi biayanya tidak beda jauh dengan sistem konvensional. Hasil aciannya juga membuat permukaan lebih halus, sehingga bisa lebih menghemat pemakaian cat.
Jika bangunan berkualitas, maka akan bertahan lebih lama sehingga tidak perlu memperbaiki dalam waktu singkat. Nilai-nilai seperti inilah yang kerap luput dari perhatian, sehingga kadang konsumen lebih memilih menurunkan kualitas bahan.
Masih banyak lagi jenis-jenis bahan bangunan lainnya yang bisa dipilih dengan formulasi tepat guna, praktis, dan. Berkualitas. Mengetahui tren terkini dalam dunia bahan bangunan kini pun tak lagi sulit, mengingat banyaknya informasi yang tersedia lewat beragam media. Salah satunya lewat pameran bahan bangunan yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
Dalam waktu dekat, pameran bahan bangunan berskala besar pun akan kembali dihadirkan. Yaitu pada tanggal 20-22 maret 2009, di assembly hall-jakarta convention center, bertajuk renovation & construction expo.
Tjoa dwi yuanita, project manager pt panorama convex indah, menuturkan bahwa walau krisis global menerpa, tidak berpengaruh besar terhadap kebutuhan masyarakat untuk merenovasi atau membangun bangunan baru. Hujan yang berkepanjangan juga mendesak masyarakat untuk melakukan renovasi dan pemeliharaan yang telaten untuk keberlangsungan umur bangunan.


Sumber: kompas cetak

Kamis, 28 Januari 2010

Wajib Di Perhatikan Saat Membeli Atap Baja Ringan




Ada banyak pilihan jenis material untuk konstruksi atap rumah. Salah satunya, baja ringan. Material ini mulai banyak dipergunakan karena, realtif lebih murah, lebih ringan, dan lebih tahan lama. Nah masalahnya, di pasar bahan bangunan, ada berbagai jenis bahan, merek, dan harga bahan untuk rangka atap ini. Lalu mesti pilih yang mana?
Sebelum membeli atap baja, konsumen perlu lebih teliti. Teliti dalam mengenali material dan sistem rangka atap baja ringan secara utuh, bukan sekadar tawaran dari supplier atau kontraktor. Untuk memahami rangka atap baja ringan maka kita harus mengerti dahulu bahwa produk ini adalah produk struktur yang menopang beban atap, angin, dan kehidupan di bawah atap nantinya.
Ketika memilih, ada 4 komponen utama dalam rangka atap baja ringan yang harus anda perhatian:
  1. Kekuatan bahan baja. Bahan baja memiliki beragam tingkat kekuatan. Saat ini yang terbaik adalah baja ringan yang memiliki spesifikasi g550 atau tegangan leleh 550 mpa. Bahan ini berbeda dengan baja konvesional, yang memiliki tegangan leleh 300 mpa (g300). Namun karena sifat dasar baja adalah berkarat, maka baja ini pun harus diberi proteksi terhadap karat. Ada dua jenis proteksi; galvaniz atau pelapis yang tebuat dari seng, dan zinczlume yang terbuat dari campuran seng, aluminium dan silicon.
  2. Cermati desain dan perhitungan struktur. Ada beberapa tipe penyedia rangka atap baja ringan. Produsen terkenal banyak yang menggunakan software khusus untuk membuat rancangan desain rangka atap dan menghitung tingkat kekuatannya. Beberapa produsen lain tidak menggunakan software tersebut. Software diyakini dapat menghitung tingkat kekuatan rangka secara lebih detail. Bahkan, dalam software itu dapat disimulasikan beban rangka atap kelak. Dari software ini antara lain dihasilkan gambar kerja rinci yang menunjukkan dimensi rangka, jenis sambungan dan jumlah sekrup di setiap sambungan.
  3. Ketiga adalah pemasangan dan perakitan rangka baja ringan. Anda perlu memastikan bahwa pemasang bukan oleh sembarang tukang. Yakinkan diri anda bahwa pemasang rangka atap baja ini telah memiliki sertifikat laik pasang. Dengan demikian anda mendapat jaminan bahwa desain berupa gambar yang benar untuk siap dipasang dengan benar pula.
  4. Dan keempat adalah pengawasan berkala dari supervisor yang telah ditunjuk oleh fabricator maupun dari pemilik brand.

Setelah keempat hal tadi sudah lengkap, jangan lupa anda meminta surat garansi produk dan pemasangan.


Http://www.ideaonline.co.id

Senin, 14 Desember 2009

Gaya Dengan Rangka Baja

Gaya Dengan Rangka Baja

Tahan lama

kekuatan
baja ringan bisa sampai 10 tahun. "atap baja yang dipakai adalah baja bermutu tinggi, hi-ten g550 lapis zinc dan alumunium. Baja di-treatment hingga tipis, lalu ditarik hingga mutu atap baja ringan tinggi. Kekuatannya sama dengan baja-baja biasa. Kuat, bisa diinjak-injak, untuk menahan beban genteng, plafon, memasang lisplang dan listrik," papar fransisca lagi.
Selain itu, dari segi pemasangan atap baja sangat efisien. "sehari bisa memasang 25 m2. Jika mencapai 100 m2 bisa sampai empat hari. Hari kelima sudah bisa pasang genteng. Sementara jika memakai kayu bisa dua kali dari itu. Apalagi baja konvensional tiga kalinya." bahkan saat pemasangan, tempatnya relatif bersih, tak banyak sisa-sisa potongan.
Kenyamanan memakai baja ringan diakui pemilik rumah ir. Donnie di daerah cipete. Sang aristek memilih rangka atap dengan memakai baja ringan, bukan kayu. "memang, sih, untuk harga dibanding dengan kayu jenis tertentu jadi terasa sedikit agak lebih mahal. Tapi kalau dibandingkan dengan kayu kamper atau jati tentu jadi lebih murah. Bayangkan, sudah mahal tapi dimakan rayap pula, jadi jatuhnya tambah mahal, bukan?" papar ir. Nehemia, konsultan rumah tersebut.
Selain dari harga, atap baja ringan segi pengerjaan pun lebih mudah dan cepat. "karena kita tinggal merancang modelnya seperti apa, bagian pabrik yang membuat rangka. Setelah itu, kita tinggal menyambung dengan menggunakan baut. Memasangnya pun tak lama hanya 3-4 hari saja. Sementara kayu, selain lebih berat, tenaga yang dipakai pun lebih banyak meski bahannya lebih murah."
Menurut nehemia, kekuatan kayu pun diprediksi berusia 10-20 tahun saja. "sementara kalau memakai baja ringan bisa mencapai 50-100 tahun." kelebihan lain, baja anti rayap dan ringan. Jadi, jangan bayangkan baja-baja yang berat, karena baja yang dipakai untuk kuda-kuda rumah berbeda jenisnya. "ringannya seperti seng, kalau dibentangkan dan ditekuk-tekuk gampang sekali. Kena angin pun lebih fleksibel menahan beban."
Tren memakai rangka baja ringan ini, lanjut nehemia, diramalkan akan bertahan lama. "bayangkan jika orang masih memakai kayu, berapa banyak lagi pohon yang ditebang. Apalagi dengan kemajuan zaman, teknologi tinggi, orang maunya serba cepat dan praktis."
Sayangnya, berbeda dengan kayu, kuda-kuda dari atap ringan dari baja ringan kurang bagus dari segi estetika. Itu sebabnya harus ditutup dengan eternit. Tetapi jangan khawatir, karena perawatan atap ringan lebih gampang karena tak perlu dipoles dengan anti rayap. Bahkan di saat gempa atau angin besar baja akan tetap bertahan


Http://tabloidnova.com