Tampilkan postingan dengan label peralatan dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peralatan dapur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2009

Merawat Alat Dapur Berbahan Alumunium

Merawat Alat Dapur Berbahan Alumunium

Peralatan dapur berbahan alumunium memang cukup kuat dan tahan lama digunakan. Namun, jangan lupa untuk selalu merawatnya. Nah, berikut sejumlah tips yang bisa Anda lakukan.
1. Untuk mencegah sisa makanan/ masakan yang lengket dan tertinggal di alat dapur alumunium, cuci alat dapur tadi dengan air mendidih yang sudah ditambahkan sedikit cuka. Lalu, basuh wajan, panci, alat pengukus, dan alat dapur berbahan alumunium tadi dengan air campuran cuka.
2. Peralatan dapur alumunium yang sudah lama digunakan biasanya akan menghitam (berjelaga) atau muncul karat. Untuk menghilangkannya, bersihkan dengan 1 liter air yang sudah dicampur 1 sendok teh cream of tartar. Rebus air campuran tadi selama 10 menit bersama alat dapur alumunium yang akan dibersihkan. Lalu angkat dan bersihkan dengan spons hingga bersih.
3. Loyang, cetakan kue, atau wadah alumunium lainnya yang tak terkena api secara langsung sebaiknya setelah dicuci dikeringkan di bawah terik matahari atau panaskan dalam oven selama 2 menit. Bisa juga dikeringkan dengan menggunakan lap kering dan bersih. Cara ini untuk menghilangkan noda atau flek yang akan merusak penampilan alat dapur alumunium.
4. Alat dapur alumunium yang sudah digunakan untuk memasak bahan makanan yang berbau amis dapat dibersihkan dengan beberapa tetes air perasan jeruk nipis. Diamkan selama 15 menit, lalu cuci bersih menggunakan sabun dan spons


http://tabloidnova.com

Selasa, 08 Desember 2009

Rencanakan Dapur Berdasar Fungsinya



Menentukan desain dapur tak bisa sembarangan. Perlu diketahui dulu fungsi dan ragam pembagian aktivitas di dapur supaya dapur menjadi nyaman dipergunakan.

Dapur bisa diibaratkan sebagai jantung di sebuah rumah. Berbagai kegiatan
Belajar masak yang berkenaan dengan pengolahan makanan, yang merupakan sumber tenaga dan nutrisi keluarga, berlangsung di sini. Pernyataan di atas merupakan salah satu alasan, mengapa dapur sebaiknya didesain dengan baik.
Proses desain dapur tidak bisa sembarangan, karena akan mempengaruhi kenyamanan berkegiatan di dalamnya cth dalam Belajar masak. Salah satu yang perlu diketahui sebelum mendesain dapur adalah pembagian aktivitas di dapur itu. Salah satunya adalah pembagian dapur berdasarkan fungsinya. Kategori ini membagi dapur menjadi dua, dapur basah dan dapur kering.
Dapur basah adalah area dapur dimana kegiatan masak memasak dilakukan. Mulai dari proses pencucian hingga pengolahan bahan makanan dilakukan di dapur basah.
Dapur kering merujuk pada area dapur yang digunakan untuk kegiatan yang serba ringkas. Seperti menyajikan makanan saat sarapan. Menyeduh secangkir teh atau kopi, juga bisa dilakukan di dapur kering. Dapur kering pun bisa digunakan sebagai area kumpul keluarga, untuk sekedar berbincang-bincang sambil menikmati kudapan atau camilan.
Setelah mengetahui pembagian ini, saatnya membuat perencanaan letak di dapur. Menurut Yuni Jie dalam bukunya Simply Simple, perencanaan dapur sebaiknya mengikuti kaidah segitiga. Kaidah ini dibuat berdasarkan tiga fungsi utama dapur, yaitu penyimpanan, persiapan, dan pengolahan. Berdasarkan kaidah ini, jarak antara lemari pendingin, kompor, dan bak cuci piring haruslah seimbang. Jika ditarik garis di antaranya, haruslah membentuk segitiga. Idealnya, segitiga sama sisi


http://www.ideaonline.co.id