Tampilkan postingan dengan label cafe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cafe. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

keefektifan restoran allyou can eat

KOMPAS.com - Saat sedang ulang tahun dan ingin mentraktir teman-teman atau keluarga, paling aman mengajak mereka bersantap di restoran yang menyediakan paket buffet, atau "All You Can Eat". Paket ini menyajikan berbagai macam hidangan, lokal maupun internasional, sehingga bisa memenuhi selera siapa saja. Restoran dengan menu seperti ini memungkinkan kita untuk makan sepuasnya, sehingga kita pun lebih leluasa menghabiskan waktu untuk menikmati hidangan dan ngobrol.

Ada beberapa restoran yang memang dikenal dengan paket buffet-nya, seperti American Grill, Pronto, atau Hanamasa (masing-masing dengan hidangan khas Amerika, Italia, dan Jepang). Beberapa restoran hanya menyajikan menu khusus untuk buffet-nya, seperti The Duck King dengan menu steamboat, dan Oriental Cafe di Hotel Redtop untuk menu dimsum.

Restaurant yang terletak di hotel, seperti Peacock di Hotel Sultan atau Cafe Bogor di Hotel Borobudur, juga tak kalah legendaris. Cafe Bogor amat dikenal dengan sajian sop buntutnya yang lekker, sedangkan Peacock menjadi tempat pertemuan bisnis ataupun untuk santai bersama keluarga dan teman-teman. Restoran lain yang sedang jadi rising star antara lain Central Park di Hotel Manhattan, yang terkenal dengan lasagna-nya yang superduper yummy!

Anda penggemar makanan Indonesia? Jangan khawatir, ada kok restoran buffet yang khusus menyediakan hidangan Indonesia, yaitu The Buffet.

Berbagai rumah makan "all you can eat" ini biasanya menetapkan harga dasar, belum termasuk pajak. Oleh karena itu, pada bagian akhir harganya biasanya dicantumkan kode ++. Harga tersebut pada sebagian besar paket buffet juga belum termasuk minuman. Paling aman sih, Anda menanyakan lebih dulu apakah harga sudah termasuk minuman. Atau, pilih saja kafe yang menetapkan harga nett.

Karena konsep dari paket buffet adalah makan sepuasnya, sebaiknya Anda kosongkan perut dahulu sebelum bersantap di sini. Saat melihat hamparan makanan di atas meja, jangan langsung lapar mata. Bisa-bisa pada piring kedua Anda sudah tak sanggup menghabiskan.

Trik untuk dapat mencoba semua menu adalah dengan mengambil menu yang Anda inginkan sedikit-sedikit saja. Bila perlu, tak usah mengambil nasi, agar perut tak cepat kenyang.

Berikut adalah beberapa rumah makan yang menyediakan paket "all you can eat", dengan harga paket terbarunya. Silakan sharing di bawah bila Anda menemukan restoran lain dengan menu yang asyik, dan harga yang terjangkau.

* American Grill, pukul 11.00 -16.00 Rp 46.900++, Rp 49.900++ (dinner)
* The Buffet, Rp 91.500 nett
* Caza Suki, Rp 106.000 nett
* Central Park di Hotel Manhattan Casablanca, Rp 118.000++
* Cafe One, The Parklane Hotel, Breakfast buffet Rp 145.000++, lunch buffet Rp 155.000++, dinner buffet Rp 165.000++ (Minggu hanya breakfast dan dinner)
* Cafe Bogor Hotel Borobudur, Rp158.000++, hari Rabu Rp 168.000++, Sabtu Rp 178.000++
* The Duck King (Steamboat), Rp 148.000++
* Gang Gang Sullai (Mangga Dua Square dan La Piazza Kelapa Gading), Rp 75.000++
* Hanamasa, Rp 79.500++ (tanpa minum), Rp 88.500++ (makan-minum sepuasnya)
* Hartz Chicken Buffet, Rp 60.000 nett
* Kafe Pinang, Hotel Kristal Rp 150.000++ (Senin-Jumat)
* Oriental Cafe Hotel Redtop Pecenongan, buffet dimsum Rp 76.800++ (hari Minggu dan setiap tanggal merah)
* Paregu, Senin-Jumat Rp 85.000++, Sabtu-Minggu Rp 95.000++
* Peacock di Hotel Sultan, Rp 205.000 nett (dinner)
* Pelangi Cafe, Hotel Ambhara, Rp 155.000++ (Senin-Jumat)
* Pronto All You Can Eat Restaurant, Rp 76.450 nett
* SATOO di Hotel Shangrila, lunch (Senin-Sabtu) Rp 205.000 nett, (Minggu) Rp 249.000 nett. Dinner (Senin-Kamis) Rp 229.000 nett, (Jumat-Minggu) Rp 249.000 nett
* Samudera Suki Seafood Restaurant, Senin-Jumat Rp 103.000 nett/ dewasa, Rp 81.000 nett/ anak. Sabtu-Minggu dan tanggal merah Rp 115.000 nett/ dewasa, Rp 93.000 nett/ anak
* Viola Cafe, Grand Flora Hotel, minimum 10 orang, Rp 85.000++/ orang (lunch)
sumber: Kompas.com

Rabu, 01 Desember 2010

apa yang akan terjadi jika warteg kena pajak restoran?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Warung Tegal (warteg) di DKI Jakarta akan dikenai pajak restoran. Rencananya, hal itu akan berlaku mulai 1 Januari 2011.

DPRD DKI menyetujui rencana penerapan pajak restaurant terhadap segala jenis tata boga di Jakarta sebesar 10 persen karena sesuai dengan amanat Undang-Undang 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Diharapkan usaha-usaha tersebut dapat lebih memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Jakarta.

Ketua Komisi Keuangan DPRD DKI, Ridho Kamaludin mengatakan pajak ini berlaku untuk usaha jasa boga apapun yang beromzet Rp 60 juta per tahun. “Tapi tidak spesifik untuk jenis usaha makan tertentu,” katanya pada Rabu (1/12).

Menurut Ridho, dalam Undang-Undang tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah tersebut tidak ada bentuk diskriminasi usaha boga apa yang dikenakan pajak restoran 10 persen. Meski demikian Ridho sebenarnya menyangsikan optimalisasi kebijakan tersebut karena belum tersosialisasi dengan baik ke usaha boga yang berskala kecil serta keuntungan mereka pun belum tertata secara baik.

“Untuk itu jika ada usaha boga yang hendak melakukan protes atas kebijakan ini dapat disampaikan kepada Dinas Pelayanan Pajak,” kata Ridho.

UU nomor 28 tahun 2009 tertera klasifikasi sebuah restoran yaitu fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering.

Di Jakarta, jenis rumah makan lebih dari 2000 unit usaha. Dinas Pelayanan Pajak akan mengidentifikasi usaha yang sudah berpenghasilan lebih dari Rp 60 juta per tahun dan usaha yang berpenghasilan lebih kecil dari itu. Namun Arief mengakui, sebagian besar pemilik usaha rumah makan di Jakarta banyak yang sudah mapan sehingga kebijakan ini tidak terlalu menuai kontroversi.

“Kami berharap kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan baik karena dananya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk prasarana publik,” kata Arief.

Rencana itu dianggap memberatkan pemilik warteg. Pemilik kantin di Kebon Sirih, Muhammad Nur, 50, mengatakan kebijakan itu akan merugikan pengusaha karena harga makanan dan minuman menjadi lebih mahal dan membuat pembeli kabur.
sumber: republika
Lihat Juga :
Cafe

Minggu, 28 November 2010

warung nasi uduk mas mikun dari ileggal menjadi legal

Pernah mampir di Warung Nasi Uduk Mas Miskun di bilangan Jakarta Pusat? Atau barangkali pernah lihat atau dengar? Atau malah tidak pernah lihat, dengar apalagi mampir? Kalau jawaban untuk semua pertanyaan itu "Tidak pernah", ya tidak apa-apa.

Tapi baiklah! Nasi Uduk Mas Miskun tengah bermetamorfosa dari warung kaki lima ke restoran; naik kelas dari sektor informal ke formal. Beberapa warung Nasi Uduk Mas Miskun kini tidak lagi menempati badan jalan atau trotoar. Di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat misalnya, Mas Miskun telah berbentuk restoran permanen. Di Jalan Percetakan Negara juga begitu, meski yang di kaki lima masih dipertahankan.


Haji Amir (45 tahun), sang empunya warung, telah mematenkan merek dagang Nasi Uduk Mas Miskun. Ia juga mulai membenahi cara pengelolaan warung serta sistem keuangan. Ini demi tertib manajemen, administrasi dan keuangan sehingga saat berhubungan dengan orang dari dinas pajak misalnya, tidak ada celah masalah. Soalnya, begitu menjadi sektor formal (legal), Mas Miskun harus bayar pajak. Ketika masih di badan jalan, karena dianggap usaha tidak legal, Haji Amir hanya perlu beri ’upeti’ secukupnya kepada petugas keluharan atau kecamatan, tidak ada pajak ini itu.

Nah uniknya, meski berupaya naik kelas, Mas Miskun tampak tidak ingin disebut kacang lupa kulit. Fakta bahwa Mas Miskun dulunya merupakan warung kaki lima tidak ingin dihapus begitu saja. Itu terbaca dari slogannya kini, yaitu: rasa restaurant, harga kaki lima. Harga semua menu makanan memang masih sama seperti ketika berada di badan jalan, rasa juga begitu. Lha, apanya yang rasa restoran?

"Haha...sekarang kan orang bisa duduk manis seperti di restoran umumnya. Adem, ada musik, pelayanan lebih baik, tidak lagi panas-panas seperti di kaki lima," kata Haji Amir. Ooo... lebih pada perubahan suasana rupanya.

Mas Miskun berawal dari sebuah gerobak dorong. Haji Amir dan istrinya, Aminah, merintis usaha itu sejak tahun 1989 di trotoar Jalan Kramat Raya, persisnya di depan Hotel The Acacia sekarang ini. Setelah gagal mencoba berbagai usaha lain, mereka bertekad berdagang nasi uduk dan ayam goreng.

Tak disangka, pengunjung membludak. Nasi uduk yang gurih, ayam goreng yang empuk dan garing, serta sambal goreng yang rasa pedasnya pas ternyata diminati orang.

Usaha itu berkembang. Pundi-pundi Amir pun gemerincing terisi rupiah. Dari gerobak dorong ia mendirikan warung tenda dan mempekerjaan seorang karyawan.

Tapi jangan bayangkan usaha itu selalu berjalan mulus. Sebagaimana umumnya nasib PKL (pedagang kaki lima) di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia, warung Mas Miskun digusur berkali-kali. "Sudah tidak kehitung, ada kali enam kali kami digusur," kata Amir tentang warung tenda yang di Jalan Kramat Raya. Ia bergeming. Jalan terus. Ia jadi tahu banyak cara untuk menghadapai aparat sehingga warungnya bertahan.

Tahun 2004 ia tidak bisa lagi mengelak. Pemerintah Kota Jakarta Pusat saat itu punya proyek pembangunan pedestrian senilai Rp 5 miliar di sepanjang Jalan Kramat Raya dan Salemba. Semua PKL, tanpa kecuali, digusur. Namun bagi Haji Amir, penggusuran itu justeru menjadi semacam a blessing in disguise. Dalam kebingungan, ia mendapat tawaran untuk menyewa lahan kosong di Jalan Kramat Raya, persis di belakang lokasi tendanya selama ini.

Mas Miskun tinggal mundur sejengkal dari jalan raya lalu menempati lahan privat. Warung pindah tetapi tidak kehilangan pelanggan. Elok nian. Seketika itu, Mas Miskun juga berubah wajah dari kaki lima menjadi sebuah restoran meski dengan meja dan tata ruang seadanya.

Dari Jalan Kramat Raya Mas Miskun mengepakkan sayap ke Jalan Percetakan Negara, Pintu Air (Pasar Baru), dan yang terbaru di Jalan Matraman, Jakarta Timur. Di Jakarta Utara Haji Amir sudah menyewa tempat di Kelapa Gading Trade Center namun belum dioperasikan.

Di Percetakan Negara, juga mulai dari kaki lima. Ia dekati petugas kelurahan dan kecematan. Semula lancar. Tetapi ancaman penggusuran akhirnya datang juga. Dalam kondisi terancam itu, ia lagi-lagi dapat tawaran untuk mengontrak tempat, persis di seberang lokasi warung tendanya. Saat ini di Percetakan ada dua Mas Miskun yang letaknya berseberangan. Satu di kaki lima. Satu lagi berbentuk restoran di lahan privat. Yang di kaki lima beroperasi dari pukul 17.00 sampai 04.00 pagi. Yang restoran berjualan dengan waktu lebih panjang, dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 04.00 pagi hari berikutnya.

Menurut Haji Amir, usahanya "berkembang karena kepepet atau keterpaksaan". Keterpaksaan itu terjadi berulang. Dari gusuran ke gusuran. Belakangan kasus flu burung merebak. Akibat kasus flu burung, penjualan ayam goreng Mas Miskun anjlok hingga tinggal 40 persen per hari.

"Sebelum ada kasus flu burung, sehari kami bisa menjual 100 sampai 150 ekor ayam. Begitu flu burung muncul, kami pernah hanya menjual 40 ekor ayam sehari," kata Amir.

"Saya kemudian berpikir," lanjutnya "untuk membuat variasi menu." Ia tidak ingin terpaku pada ayam goreng semata. Beberapa saat kemudian muncullah beragam menu baru yang berbasis ikan. Ada sop ikan, ikan bakar, ikan goreng sampai ikan dipepes. Lalu ada sayur asem, soto garang ceker, aneka lalapan dan sambal. Kalau semula hanya mengandalkan sambal goreng, sekarang ada sambal tomat, sambal kecap, sambal kacang, bahkan sambal mangga yang rasanya asam-kecut.

Begitulah Mas Miskun Berkembang. Sekarang, Mas Miskun ada di lima lokasi di Jakarta. Empat dalam bentuk restoran, satu masih berbentuk warung kaki lima. Tahun depan Haji Amir berencana buka dua sampai tiga cabang baru. Dari satu orang karyawan pada tahun 1990, sekarang Haji Amir punya 75 orang pekerja.

Omsetnya? "Sebuah majalah menyebut omset saya Rp Rp 300 juta per bulan," katanya. Benar begitu? Haji Amir tidak membantah ataupun membenarkan. "Hitungan mereka begitu," katanya. Kalau angka itu benar, waouuw... bukan main!
sumber: kompas
Lihat Juga:
Cafe

Kamis, 25 November 2010

perahu mini ditengah hutan kiyadon sushi central park

Kiyadon Sushi, Central Park, hadir dengan tema restaurant 'Rain Forest' yang begitu eksotis di tengah kota. Jangan kaget melihat patung gajahnya yang berukuran dua meter saat memasuki 'gerbangnya' sambil diiringi kodok-kodok yang berjejer rapi. Bunga sakura dan rimbunnya pohon siap menaungi Anda sambil menikmati sushi dan sajian ala Jepang lainnya. Tak tanggung-tanggung, Kiyadon Sushi yang terletak di dalam mal ini memiliki kapastitas 364 orang dengan tiga ruang VIP dengan nuansa kayu, serta balutan tirai yang memberikan kesan hangat sekaligus romantis saat berada di dalamnya. Tidak hanya itu, Kiyadon juga memiliki ruang Tatami, non smoking dan smoking area. Namun, jika Anda ingin melihat langsung sang koki handal membuat hidangan nan lezat tersebut, duduk saja di Floating area. Di sini, tidak seperti restoran Jepang lain yang menggunakan conveyer belt, justru air lah yang dipilih sebagai 'roda' penggerak sajian sushi yang diletakkan di perahu-perahu mini untuk Anda pilih.

Meskipun Kiyadon sudah hadir di sejak 10 tahun yang lalu di Plaza Senayan, Mall Taman Anggrek, Senayan City, Grand Indonesia, juga Pacific Place, sang manager yang ramah menyebutkan pemiliknya ingin menghadirkan suasana yang belum dimiliki oleh restoran manapun di Jakarta. Istimewanya lagi, semua bumbu pelengkap yang digunakan hasil buatan sang koki. Untuk menunya sendiri, sushi roll favorit di sini adalah D.I.G dan Tom and Jerry. Kami mendapat kesempatan untuk mencicipi D.I.G., yang berisi Kani, timun Jepang, ikan Salmon, ayam, dan Tobiko tentunya. Ikan Salmonnya yang segar terasa manis di lidah. Sedangkan untuk menu udon coba saja Nabeyaki Udon. Tampilannya yang begitu colorful membuat Anda ingin segera mencicipi kenikmatannya. Bukan cuma jago dengan menu otentik, Kiyadon juga memiliki berbagai varian Japanese Pasta dengan memadukan rasa Itali ke dalamnya. Coba saja Asari Tobiko Spaghetti, yaitu campuran kerang Asari dan Tobik yang disajikan sedikit basah dengan sauce ala Kiyadon. Jadi tunggu apa lagi? Segera kunjungi restoran ala hutan ini.
Sumber: areamagz
Lihat juga:
Cafe

Rabu, 24 November 2010

gurih dan pedas dari pindang ikan salai

ikan-ikan sungai ternyata nikmat pula diolah menjadi hidangan pindang ikan. Rasa kuah yang gurih dan pedas dengan daging ikan yang empuk menghadirkan cita rasa yang khas dan menggugah selera.

Anda penyuka masakan berbahan dasar Ikan? Jika ya, Anda pastinya cukup familiar dengan berbagai menu olahan ikan laut, seperti kakap asam manis, baro-nang goreng, atau kerapu bakar. Bagi penggemarnya hidangan-hidangan laut itu memang sangat menggugah selera. Bukan saja rasanya yang mal nyuss, tetapi juga nilai gizi yang terkandung dalam ikan sangat tinggi.

Cita rasa dan nilai gizi yang sama juga bisa ditemui pada masakan olahan dari ikan-ikan sungai, [ika Anda tengah malas mengolah sendiri masakan dari ikan-ikan sungai, tidak perlu khawatir, Anda bisa mampir ke restoran-restoran yang menyediakan menu tersebut.

Di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), misalnya, hampir setiap rumah makan menyediakan hidangan hasil olahan ikan-ikan sungai. Maklumlah, produksi ikan-ikan sungai di sana cukup banyak. Tidak heran jika Sumsel kerap dijuluki surga kuliner ikan sungai.

Salah satu jenis masakan olahan ikan sungai adalah pindang ikan. Biasanya ikan baung, patin, toman, gabus, seluang, dan lais yang menjadi bahan utama menu tersebut. Salah satu restoran di Palembang yang menyediakan menu pindang ikah ialah RM Sri Melayu yang berlokasi di Ialan Demang Lebar Daun. Di rumah makan itu tersedia menu pindang ikan salai (asap) yang berbeda dengan menu pindang ikan lainnya.

Rasa gurih bercampur pedas dari kuah ikan salai serta daging ikan yang empuk mampu menimbulkan sensasi tersendiri bagi para penikmatnya. Sejak awal disajikan, menu itu sudah menggoda indra penciuman. Harum kembang kemangi yang dipadukan dengan aroma campuran berbagai bahan tambahan lainnya, seperti lengkuas, tomat, dan mentimun sangat kentara sehingga memaksa lidah untuk segera mencicipi makanan itu.

Kenikmatan menu pindang ikan salai akan lebih terasa jika disantap dengan sambal tempoyak. Sambal tempoyak berbahan dasar buah durian yang telah difermen-tasikan. Aroma buah kulit berduri itu kerap mengundang selera orang untuk mencobanya. Dengan tambahan sambal tempoyak, tidak jarang orang yang mencicipi menu pindang ikan salai itu menambah porsi hidangan.

Menurut Kristina, pemilik RM Sri Melayu, di antara menu

pindang ikan lainnya, pindang ikan salai memang paling difavoritkan pengunjung. "Memang menu yang satu ini sangat langka ditemukan di rumah makan-rumah makan yang ada di Palembang," ujarnya. Jika dilihat sepintas, sajian pindang ikan salai itu mirip dengan sup ikan. Hal yang berbeda terletak pada rasanya yang demikian pedas.

Di RM Sri Melayu menu itu selalu dihidangkan dalam keadaan panas, tentunya untuk mempertahankan kelezatan rasa masakan. Agar panas masakan tahan lama, pindang ikan salai dihidangkan dengan menggunakan mangkok berbahan stainless steel bertungku yang di bawahnya terdapat api kecil.

Ragam pindang

Selain pindang ikan salai, di restoran-restoran Sumsel juga banyak tersaji menu pindang ikan lainnya, sebut saja pindang pegagan, pindang meranjat, atau pindang musi. Nama hidangan itu diambil dari nama suku daerah yang ada di Sumsel. Antara masakan yang satu dengan masakan yang lain memiliki perbedaan dalam cara memasaknya. Ada masakan yang dimasak dengan merebus bersamaan campuran bumbu bawang, lengkuas, serai, terasi, dan ikan langsung. Ada pula hidangan yang bumbunya dirurrris terlebih dahulu. Ciri khas pindang meranjat, bumbu terasi yang ditambahkan sangat banyak. Berbeda halnya dengan pindang musi yang justru bumbu terasinya hampir tidak terasa.

Kelezatan masakan pindang ikan itu tidak hanya populer di masyarakat Palembang, tetapi juga di luar Palembang. Tidak heran jika banyak orang dari luar daerah yang mampir ke RM Sri Melayu untuk mencicipi menu pindang ikan. Menurut Kristina, restoran yang berdiri sejak 1991 itu didirikan oleh orang tuanya, Ismail Umar, dan Komariah. Kedua orang tuanya itu mendapatkan ide mendirikan restoran setelah berkunjung ke Malaysia. Di sana, Ismail dan Komariah menyantap hidangan di RM Sri Melayu yang menyediakan menu khas daerah. "Ayah tertarik dengan nama restoran itu. Setelah pulang ke Indonesia, dia pun langsung membuat rumah makan bernama Sri Melayu," kata Kristina.

Ketika memasuki RM Sri Melayu, pengunjung akan langsung merasakan suasana yang nyaman. Suasana resto plus hidangan yang lezat menjadi daya tarik restaurant itu. Karenanya, tidak heran jika

RM Sri Melayu yang cukup mewah itu banyak dikunjungi para pejabat, mulai dari pejabat daerah hingga ke pejabat negara setingkat menteri.

Meski rumah makan itu tergolong ekslusif, harga hidangan yang tersedia terbilang murah. Untuk satu porsi menu pindang

ikan pengunjung hanya cukup mengeluarkan uang sebesar 15 ribu rupiah. "Memang rumah makan ini kami buat berkesan mewah, tetapi soal harga makanannya relatif murah, rata-rata makanan hanya 15 ribu rupiah per porsi," ujar Kristina.

Rumah makan yang luasnya

sekitar 1 hektare itu bisa menampung sekitar 300 pengunjung. Di sana, pengunjung bisa memilih tempat yang sesuai dengan selera masing-masing, bisa di tempat lfsch.il i. meja panjang, atau meja kecil yang di bawahnya terdapat kolam-kolam berisi ikan emas. "Kami memang menghadirkan suasana rumah makan seperti di perdesaan. ladi, pengunjung yang datang bukan hanya menikmati makanan tetapi juga suasana alamnya," tutur Kristina, putri sulung Ismail Umar.

Setiap hari, baik pada waktu makan siang maupun makan malam, resto selalu dipenuhi pengunjung yangr tak sabar untuk menikmati berbagai menu makanan dan minuman. Hampir di setiap tempat makan, baik itu lesehan maupun meja, pengunjung dapat menyaksikan kolam ikan di bawahnya yang berisikan

ikan-ikan emas besar.

Selain menu makanannya yang lezat, RM Sri Melayu juga menyediakan pelbagai minuman dingin dan panas. Beberapa di antaranya jus tomat, jus jambu, jus alpukat, dan minuman kelapa muda yang segar. Untuk minuman panas, tersedia kopi panas yang berasal dari perkebunan kopi di Pagar Alam yang sudah terkenal kenikmatannya.

sumber: bataviase

Lihat Juga:
Cafe

Selasa, 23 November 2010

layanan terbaru dari D'cost

Jakarta - Ingin makan siang ala restoran namun dengan harga yang bersahabat? Tidak perlu keluar kantor dan bermacet-macet di jalanan kini Anda sudah bisa menikmati sajian lezat dengan pilihan yang beragam. Bagaimana bisa? Simak infonya berikut ini.

Jalanan Jakarta yang tidak 'bersahabat' kadang membuat Anda malas untuk makan siang di luar kantor. Padahal menu yang ada di kantin kantor itu-itu saja. Kini ada sebuah kabar gembira untuk Anda, pasalnya D'Cost - resto seafod - yang sudah cukup dikenal sejak beberapa tahun terakhir ini mulai melebarkan sayapnya.

Dengan cara membuat sebuah layanan terbaru, yaitu D'Cost Delivery Service. Layanan ini di-launching pertama kalinya pada tanggal 10 Oktober 2010 silam, dan baru melayani area Jabodetabek. Jenis menu yang ditawarkan cukup banyak, ada sekitar 9 jenis paket yang berbeda.

Ada paket Silver, Gold, dan Platinum yang harganya cukup 'ramah' dikantong. Untuk paket Silver, harga yang ditawarkan hanya Rp 17.000 saja dengan tiga jenis pilihan lauk pendamping yang berbeda-beda. Untuk paket Gold, harga yang ditawarkan adalah Rp 22.000, dan Rp 27.000 untuk paket Platinum.

Pilihan lauknya antara lain, ikan goreng fillet, ayam fillet goreng, udang goreng tepung, udang tiga rasa, udang mayones, sapi lada hitam, dan ayam fillet asam manis. Kesemua paket ini dilengkapi juga dengan setup sayuran, buah, dan juga air mineral.

D'Cost Delivery ini bebas biaya antar, dan tidak ada minimun harga pemesanan. Namun, pesanan di bawah 5 akan dikenakan ongkos kirim sebesar Rp 8.000. Nah, daripada pusing karena terjebak macet saat jam makan siang tak ada salahnya mencoba layanan terbaru dari D'Cost Restaurant ini.
sumber: detikfood
Lihat Juga:
cafe

Senin, 22 November 2010

bogor mixed grill di bogor cafe

BUNTUT sapi tidak nikmat diolah menjadi sup saja. Buntut sapi ternyata bisa dimasak menjadi aneka olahan yang sedap, seperti yang disajikan oleh Bogor Café.

Bagi para pencinta sup buntut, tentu nama Bogor Café Hotel Borobudur Jakarta tidaklah asing lagi. Maklum saja, kelezatan menu sup buntut di sini sudah sangat tersohor. Hadirnya menu sup buntut di hotel ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang dan unik.

Assistant Public Relations Officer Hotel Borobudur Evi Rumondang mengatakan bahwa sejarah kepopuleran sup buntut di Hotel Borobudur berawal pada 1073. Saat itu seorang staf Restoran Hotel Borobudur melihat seorang menteri negara yang sangat terkenal pada masa itu, sedang menikmati makan siangnya di sebuah warung di sekitar Lapangan Banteng. Kemudian, staf tersebut bertanya kepada si pemilik warung apa menu yang menjadi langganan menteri tersebut. Si pemilik warung pun menjelaskan bahwa sang menteri adalah pelanggan tetapnya yang sangat menyukai sup buntut.

Karena penasaran, staf hotel Borobudur mencoba sup buntut itu. Di luar dugaan, ternyata sup buntut itu sangat enak. Akhirnya, staf tersebut mengajak pemilik warung untuk menjual sup buntut tersebut di Hotel Borobudur. Tentu saja sup buntut tersebut disempurnakan lagi rasanya. Sang menteri kemudian mendapatkan informasi bahwa sup buntut warung langganannya sudah pindah ke Hotel Borobudur. Sejak saat itu, beliau beserta stafnya datang ke Hotel Borobudur untuk menikmati sup kegemarannya itu. Nah, dari situlah sup buntut di Hotel Borobudur mulai tenar.

“Saking banyak peminatnya, Hotel Borobudur memborong semua buntut sapi yang ada di Jakarta, bahkan harus mengimpor dari luar negeri,” tutur Evi.

Saat itu setiap bulannya, hotel dapat menghabiskan sekitar 2.000 kg buntut. Sementara sekarang dibutuhkan 7.000 kg setiap bulannya, dan bisa meningkat pada hari libur atau hari raya. Sup buntut juga tidak hanya dijual di Bogor Cafe, tetapi juga di Singosari Poolside Restaurant, toko kue Borobudur Gourmet, dan saat ini hadir di lantai 5 Mal Pacific Place Jakarta sejak Juni 2010 bernama Sop Buntut Bogor Café.

Untuk melengkapi variasinya, kini Bogor Café juga membuat olahan lain berbahan buntut sapi. “Aneka hidangan yang disajikan di sini tidak hanya hidangan buntut, tetapi banyak hidangan pelengkap lainnya,” tutur Evi.

Selain sup buntut dengan kuahnya yang lezat, menu buntut yang bisa dicoba pun beragam, seperti buntut rica bakar, buntut penyet, atau menu lain seperti bogor mixed grill dan grilled beef rib in hoisin BBQ sauce.

Jika ditanya apa menu buntut terfavorit, ternyata semua aneka menu buntut dijagokan dengan rasa yang khas dari tiap menu yang berbeda. Seperti buntut bakar yang didominasi dengan rasa manis, sedangkan untuk pencinta rasa pedas sangat tepat sekali jika Anda memilih menu berlabel buntut penyet. Buntut penyet menyajikan buntut yang sudah dimasak dengan sambal pedas yang terbuat dari cabai merah.

“Menu yang ini favorit saya, rasa pedasnya bikin nagih,” tutur Ade Lidya, salah seorang pengunjung yang kerap bersantap siang di restoran ini.

Soal rasa jangan ditanya, rasa menu buntut yang ada di sini sama lezatnya dengan rasa buntut yang ada di hotel, karena semua menu buntut dimasak di Hotel Borobudur Jakarta, sehingga tentu saja rasa dan kualitas akan sama dengan yang ada di hotel.

“Agar rasa buntut tetap enak, cara pengolahannya pun sangat diperhatikan, seperti mendiamkan semalaman buntut yang telah dibumbui agar lebih meresap rasanya,” jelas Evi.

Di sini, semua menu pilihan buntut disajikan dengan kuah sup. Adapun porsi penyajian menu terbagi menjadi tiga macam porsi, yaitu porsi dengan harga mulai Rp58.000++ untuk porsi kecil, Rp78.000++ untuk porsi sedang, dan Rp98.000++ untuk porsi besar.

Selain menu berbahan dasar buntut, menu yang lain pun patut dicoba, misalnya seafood soup yang rasa kuahnya menyerupai tom yam. Menu seafood soup berisi aneka seafood, mulai kerang, cumi, udang, sampai ikan kakap dan salmon.

Untuk hidangan penutup, sup buntut Bogor Café menghidangkan Warm Chocolate Pudding. Dengan lelehan cokelat di dalam kue berbentuk mangkuk, menu penutup ini sangat disarankan untuk dicoba. Restoran yang berkapasitas 100 pengunjung ini buka pukul 11.00–22.00 WIB.
Sumber: Okezone

Minggu, 21 November 2010

kwetiau sapi tio cio

Buat penggila kwetiau, wajb mampir ke restaurant spesialis kwetiau Pontianak ini. Mau kwetiau goreng, kuah, bun, yam, atau siram. Semaunya ada. Diracik ‘hot from wajan’ dan disajikan panas mengepul. Tinggal disuap dengan sambal rawit kacang atau acar rawit. Slruppp nyam-nyam.. kenyal lembut uenaak!

Di banyak wilayah di Jakarta, kwetaiu Pontianak tidak banyak dijajkan. Yang paling banyak justru kwetiau Medan. Di kawasan Mangga Besar banyak warung makan menawarkan menu ini. Karena itulah saya jadi penasaran ingin mencicipi kembali kelezatan kwetiau Pontianak.

Begitu melihat banner kuning ‘Kwetiau Sapi & Seafood’ di sebuah ruko dekat pintu tol BSD kearah Bintaro saya pun memutuskan untuk mampir. Benar saja, ‘open kitchen’ yang ada di luar menjadi ciri khas restoran khas Pontianak ini. Aroma wangi bawangpun langsung tercium menguar di udara.

Menu yang ditawarkan tidak banyak. Tinggal pilih saja mau kwetiau, bihun atau mi yang akan dimasak dengan cara digoreng, kuah, bun, siram atau yam. Selain itu ada juga nasi goreng, ca sawi, sup sapi, ca tauge, bakso gepeng atau bakso ikan kuah.

Pilihan saya jatuh pada Kwetiau Bun Kepiting dan Kwetiau Siram Sapi. Kwetiau Bun adalah kwetiau yang digoreng dengan sedikit kuah yang ‘nyemek-nyemek’ , kwetiau siram – kwetiau disiram kuah kanji yang kental. Sedangkan kwetaiau Yam,kwetiau diberi kuah yang rasanya asam.

Disajikan di atas piring sedang berwarna hijau, porsinya sedang. Di atasnya terlihat 4-5 cingkong kepiting rebus yang sudah dikupas, bakso ikan munngil, tauge, sawi hijau dan serabut telur yang menyelimuti kwetiau. Aroma wangi telur dan bawang langsung menyergap hidung.

Rasa kwetiaunya gurih tanpa jejak manis sama sekali. Dominan rasa kecap asin dan warnanya pucat tidak kecokelatan. Saat dikunyah terasa tekstur kwetiau yang lembut gurih dan lembut. Telur kocok yang diaduk dan dimatangkan cepat meninggalkan serabut-serabut halus yang menyelimuti kwetiau.

Yang menarik justru irisn kecil panjang mirip tahu goreng, yang tak lain adalah fish cake. Rasanya gurih kenyal mirip bakso ikan. Irisan ‘fish cake’ yang cukup banyak ini membuat kwetiau jadi enak. Apalagi saat diaduk dengan sambal rawit kacang yang kental kecokelatan dan acar rawit hijau yang renyah pedas. Slruuup… mulus gurih!

Kwetiau siram sapi khas Pontianak memang agak berbeda dengan kwetiau gaya Medan yang hampir selalu memakai irisan lapchiong (sosis babi). Kwetiau Pontianak yang diracik oleh orang Tio Ciu justru memkai irisan daging sapi rebus berikut jeroannya, kikil dan babat. Jangan khawatir semuanya empuk, lembut dan gurih.

Kwetiau yang sudah dimasak dengan telur dan bumbu kemudian disiram kuah kental berisi irisan daging sapi dan jeroannya berikut potongan sawi hijau. Kuah kental yang disebabkan pemakaian larutan tepung kanji ini menutupi seluruh kwetiau, warnanya pun tidak kecokelatan tetapi bening pucat.

Serabut telur pun menyelimuti kwetiau dan kuah kentalnya makinlama makin encer saat diaduk dengan kwetiau. Slruuup… gurih kenyal dengan aroma kecap asin yang kuat. Tidak ada jejak rasa manis, seluruhnya dominan gurih dan aroma bawang putih yang kuat. Daging sapinya, babat pun terasa empuk, lembut di lidah.

Sebagai pelengkap santapan kwetiau ini, kerupuk belida khas Pontianak jadi pasangan yang pas. Kerupuk ini bukan hanya renyah gurih tetapi merica utuh yang dimemarkan dan tersebar di seluruh kerupuk memberi kejutan pedas yang segar! Huah.. huah.. gurih pedas!

Peredam rasa pedas dan balutan gurih di lidah tentu saja es kacang hijau khas Pontianak, atau es lidah buaya dan yang suka asam, ada es jeruk kitna yang asam, wangi segar. Hmm.. rasanya lain kali kalau mampir ke rumah makan Pontianak ini, tak hanya bakso gepeng tapi kwetiau dengan rasa asli Pontianak ini bisa jadi andalan! Harga kwetiau siram sapi Rp. 18.000,00. kwetiau bun kepiting Rp. 23.000,00 dan es Kacang hijau Rp.8.000,00 dan es jeruk Rp. 5.000,00. Mau coba?
Sumber: detik.com
Lihat Juga:
Cafe

Kamis, 18 November 2010

Menu Khas Indonesia di Java Wok restoran

LETAKNYA tersembunyi, tepat di pertigaan Jalan Bek Murad di belakang gedung Metropolitan. Posisinya pun agak menjorok menjauhi jalan raya. Akan tetapi, restoran ini tidak pernah sepi, khususnya menjelang jam makan siang. Maklum, posisinya yang strategis memang menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pegawai dari perkantoran yang bertebaran di sekitar daerah Karet.

Makanan di sini juga khas makanan Indonesia. Suasana restoran yang didominasi meja kayu Jepara dan dinding batu memberi kesan alami. Tidak ada kesan kemodernan yang kaku dan membosankan di restoran ini. Pot-pot tanaman yang hijau dan terselip di antara meja makan memberikan kesan teduh dan menyegarkan. Di pojokan ruangan, tiga kaleng krupuk dengan tulisan "free" tampak menarik pengunjung untuk menghampiri. Selamat datang di Java Wok!

Ini adalah restaurant yang akan memenuhi keinginan kita untuk mencoba menu-menu nikmat ala makanan desa di Pulau Jawa. Tidak hanya terbatas pada makanan dari Jawa Timur seperti rawon, kita bisa menemukan makanan Jawa Tengah seperti saprol tersaji untuk kita di Java Wok yang ditangani oleh chef asli Bandung dan asistennya dari Jawa Tengah. Lengkap kan?

Ingin mencoba sesuatu yang lain, cobalah menu paket yang ditawarkan Java Wok. Menu paket yang berkisar seharga Rp 45.000 hingga Rp 50.000 ini menawarkan berbagai menu autentik bagi penikmat makanan tradisional Jawa dalam restoran berkapasitas hingga 200 orang ini. Tidak hanya itu, Anda ingin mencicipi menu spesial Java Wok sebagai menu makan siang? Java wok juga menyediakan lunch box yang bisa dipesan. Menu ini hingga kini sangat populer di kalangan eksekutif-eksekutif muda yang berkantor di daera sekitar Bek Murad.

Butuh bukti? Ayo cicipi Ayam Pedas Kemangi ala Java Wok. Racikan bumbu tradisional Ayam Pedas yang pedas-lezat dipadukan dengan wangi daun kemangi yang segar dan pedas adalah pilihan menu yang tepat. Ayam Pedas Kemangi ini memiliki tekstur empuk dengan paduan bumbu yang pas dan menarik air liur. Coba sajikan bersama sepiring nasi hangat atau nasi beras merah. Mayoritas masakan di Java Wok memang disajikan dengan proses ungkep sehingga mengurangi kadar lemak di dalam daging.

Jika Anda benar-benar rindu makanan rumah, cobalah Telur Balado atau Cumi Asin Cabai Hijau yang pedas dengan rasa spesial. Coba padukan dengan nasi hangat, sambal tempe, dan kerupuk yang bisa kita ambil bebas secara gratis di restoran ini. Nikmati taste, harga, dan kenikmatan yang tidak ada tandingannya dari Java Wok.

Menu-menu lain khas Indonesia yang bisa dipilih misalnya Tongkol Oiyster, Patin Bakar, Gambus Bumbu Sambal, dan Kerang Merah Pedas. Acara makan juga terasa tidak lengkap tanpa sayuran, bukan? Di Java Wok kita berkesempatan mencoba Sayur Jipang, Lodeh Terong, Gulai Paya Muda, Opor Daun Singkong, juga Sayur Kacang Merah. Untuk penutu, jangan lupa Es Campur, Es Teler, dan Es Pujaan ala Java Wok yang terdiri dari susu, kelapa, kolang-kaling, dan strawberry.

Jika perut telah terisi, sisakan sisa sedikit untuk mencoba beragam jus dan minuman yang disajikan di sini. Saran, cobalah Coffee Blend Java yang segar dan dibuat langsung saat kita memesan. Atau, bagi kita yang suka, menu Kopi Tubruk yang istimewa bisa dicoba. Kedua menu kopi yang menyegarkan ini adalah menu favorit di Java Wok dan dijamin membuat acara makan kita semakin nikmat. Atau Anda ingin mencoba promo discount 50% ice lemon juice dari Java Wok? Silakan. Pilih menu masakan Jawa Anda dan selamat menikmati!
Sumber: OpenRice
Lihat Juga:
Cafe

Rabu, 17 November 2010

sashimi di shiosai japanese resto

PENCINTA hidangan shabu-shabu tidak perlu pusing mencari tempat untuk menikmati shabu. Silakan nikmati promo shabu-shabu di Shiosai Japanese Restaurant di Hotel Mercure Convention Center.

Anda penggemar masakan shabu-shabu? Menu khas Jepang itu memang populer di tengah penikmat kuliner di Tanah Air. Salah satu tempat yang tepat untuk menyantap shabu-shabu yang nikmat sambil bercengkerama dengan sahabat maupun keluarga adalah Shiosai Japanese Restaurant yang terletak di lantai dasar Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara.

Mulai 1 Oktober hingga 30 November 2010 mendatang, Shiosai Japanese Restaurant akan menggelar promo shabu-shabu. Seperti diketahui, menu shabu-shabu berisi irisan daging sapi tipis yang dimasak dalam panci khusus di atas tungku yang diletakkan di meja makan. Sebelum dimakan, daging dicelupkan beberapa kali di dalam kuah sebelum dimakan bersama saus ponzu, sejenis kecap jepang.

Selain daging sapi, biasanya disediakan juga hidangan pelengkap sayur-sayuran dan tahu untuk dimasak. Jenis sayurannya antara lain sawi putih, daun bawang, jamur shitake, jamur enoki, mi udon, mi shirataki, bayam (horenzo), dan tahu jepang (tofu) .Semua hidangan segar dan lezat itu bisa Anda nikmati hanya dengan membayar Rp150.000 nett.

Dengan memilih menu ini, Anda juga akan mendapatkan komplimen masakan pembuka yang bisa dipilih sesuai selera yaitu tempura, sushi roll, atau sashimi. Tentu, sebuah penawaran menarik yang tidak boleh dilewatkan.

“Menu tambahan itu bisa dinikmati secara gratis,” ujar Marketing Communication Manager Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Lenny Julia.

Untuk menu tempura, Shiosai Japanese Restaurant menyediakan yaki chikuwa cheese atau dori fish tempura. Sementara, jenis sushi terhidang berbagai menu mini fusion sushi roll. Sushi sehat ini terbuat dari ragam buah-buahan, seperti pear hijau, apel, dan sayuran semisal lobak, timun jepang, selada, dan wortel dengan sentuhan akhir berupa balutan saus mayonaise.

Sementara sashimi berupa makanan laut seperti ikan, kerang, cumi, dan udang dengan kesegaran prima yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama saus penyedap seperti kecap asin, parutan jahe, dan wasabi.

Bagi pencinta pedas, Lenny menuturkan, di tempatnya disediakan sebuah menu khusus yang dinamakan sambal ombak. Sambal ini, kata dia, cocok untuk menemani Anda saat menikmati menu apa saja di restoran ini.

“Sambal ini dibuat dari cabai hijau dan cabai merah segar yang diproses secara fermentasi, didiamkan selama lebih kurang dua hari. Rasanya pedas dan benar-benar nikmat untuk ditambahkan ke dalam menu. Sambal ini memang racikan kami sendiri dan tidak ada di tempat lain,” ujar Lenny.

Orang Indonesia sering kali merasa belum makan apabila tidak mengonsumsi nasi. Karena itu, Shiosai Japanese Restaurant juga menyediakan omo raisu yakni nasi goreng ala Jepang yang dibalut dengan omelet. Beda nasi goreng ini dengan yang biasanya adalah penggunaan beras impor dari negara Sakura tersebut. Beras ini menghasilkan nasi yang rasanya lebih pulen dan lembek, seperti cita rasa yang disajikan pada hidangan istimewa ini.

Chef Shiosai Japanese Restaurant Hary Wahyu Diono, yang akrab disapa Yono menjelaskan, keunggulan restoran ini dibanding tempat makan khas Jepang lainnya adalah bahan makanan yang tersedia merupakan kualitas dan mutu nomor wahid. Daging untuk shabu-shabu misalnya, dipilih daging sapi Australia terbaik yang terkenal memiliki tekstur yang empuk dan kenyal.

Selain itu, lanjut dia, Shiosai Japanese Restaurant juga menyediakan menu tradisional Jepang yang telah lama menjadi favorit warga di sana. Misalnya kantekiyaki yaitu daging sapi atau seafood yang dipanggang langsung di atas tungku mungil dengan bara arang. Setelah masak, daging dicelupkan di sweet soya sauce.

Tak lupa ditambah dengan jamur shitake dan bawang bombai. Nikmat tiada duanya. Ada juga menu teppanyaki yaitu salah satu cara memasak makanan Jepang di atas plat besi (teppan). Selain itu, teppanyaki bisa berarti rumah makan Jepang yang menyediakan tempat duduk dengan meja berbentuk konter, sedangkan pelat besi dipakai juru masak untuk memasak makanan.

“Ini juga salah satu menu favorit di sini,” kata Yono.

Sebagai pelepas dahaga, tempat makan ini menyediakan teh hijau Jepang (ocha), sake, wine, cocktail, bir berkualitas impor, serta berbagai jenis kopi, teh, dan jus.

Shiosai Japanese Restaurant sendiri dibuka sejak 28 Juni 2008. Restoran ini merupakan restoran Jepang pertama di area Ancol Jakarta Bay, sekaligus satu-satunya restoran Jepang yang berada tepat di pinggir pantai. Shiosai, yang dalam bahasa Jepang berarti “deburan ombak”, merupakan tempat yang pas untuk perjamuan makan, meeting point, atau sekadar bersantai bersama keluarga maupun kerabat. Tentunya, sembari menikmati aneka hidangan lezat berpadu kehangatan dan keramahan pelayanan.

Desain ruangan dibuat ala Jepang modern dengan meja dan kursi kayu serta lampion-lampion kertas dari kertas. Tidak lupa hiasan lukisan sketsa orang dengan pakaian kimono serta jalan setapak bebatuan yang menambah kuat suasana otentik Jepang. Restoran berkapasitas 90 orang ini dibagi dalam empat area, yaitu Teppanyaki, Sushi Counter, Dining Table, dan empat ruangan Tatami, yaitu duduk secara lesehan.

Shiosai Japanese Restaurant buka setiap hari untuk makan siang dari pukul 11.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB dan makan malam dari pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.(Koran SI/Koran SI/ftr)
LIhat Juga: Cafe

Senin, 15 November 2010

mencoba balkava

DI HOTEL-HOTEL berbintang seperti Hotel Mulia atau Hotel Indonesia Kempinsky, menu baklava dapat kita temukan dengan mudah. Tahukah Anda, dulunya baklava memang hanya dikonsumsi oleh orang kaya, termasuk sultan Turki yang menyantap sajian ini bersama harem-haremnya. Kebiasaan yang sudah berlangsung sejak abad ke-3 SM ini akhirnya memunculkan ungkapan orang miskin yang terkenal di Timur Tengah sana: "I am not rich enough to eat baklava in my house."

Sampai pertengahan abad ke-19 baklava masih dihidangkan khusus untuk orang berpunya. Tapi kini, Baklava bisa dikonsumsi oleh siapa saja. Restoran Turki di Indonesia dan gerai makanan tertentu menyediakan Baklava sebagai dessert atau sebagai camilan tersendiri. Sekilas, penganan dengan bentuk pastri yang berasal dari Turki ini tampak penuh dengan isi daging yang tebal. Padahal, ini bukanlah daging melainkan kacang walnut atau pistche yang diberi pemanis (biasanya gula atau madu) lalu dibungkus dan dilapisi roti tipis.

Lapisan Phyllo dalam Baklava

Walaupun dikenal sebagai makanan pencuci mulut, baklava juga seringkali menjadi camilan pelengkap acara bersantai. Di Timur Tengah sendiri, baklava populer sebagai penganan bulan Ramadhan. Satu hal yang mungkin tidak banyak diketahui, baklava dibuat dengan tingkat kesabaran tinggi karena disusun dari puluhan phyllo pastry, lembaran adonan yang tipis seperti kertas yang dilapis demi-lapis.

Phyllo yang menjadi lapisan baklava ini dibuat dari adonan tepung, air, minyak, cuka, dan kuning telur. Campuran phyllo ini kemudian dipipihkan sampai setipis kertas. Setiap penipisan selesai, lapisan per lapisan harus ditaburi tepung agar tidak lengket dan menghindari phyllo tidak putus atau sobek. Untuk membuat Baklava diperlukan sekitar 40 phyllo pastry yang dioles dengan mentega tawar (korsvet) lapis demi lapis. Terdengar cukup melelahkan, bukan?

Saus Lezat Baklava

Tumpukan phyllo ini kemudian akan diisi dengan satu jenis kacang atau campuran beberapa kacang, tergantung selera. Setelah diisi, adonan kue ini kemudian disiram madu dan gula. Di tempat asalnya, baklava dipanggang dalam oven batu dan begitu matang langsung disiram air mawar atau sirup berupa karamel yang diberi campuran cengkeh. Cairan manis beraroma ini segera meresap ke dalam tiap helai kue yang merekah dan berlapis-lapis.

Campuran cengkeh dalam sirup baklava dipercaya bisa meletupkan gairah seksual baik pria maupun wanita. Rempah-rempah lain yang biasa dicampurkan adalah kayu manis dan kapulaga. Apabila kayu manis hanya cocok untuk wanita, kapulaga bermanfaat untuk pria. Peranan madu dalam kapulaga pun tak kalah penting. Secara keseluruhan, baklava berfungsi sebagai kudapan yang tak hanya menutrisi tubuh, tetapi juga memberi kebahagiaan jiwa dan raga.

Kini, rasanya tidak sulit menemukan baklava karena hampir di semua restaurant turki ada. Tampilan baklava pun semakin modern dan beragam. Ada yang berbentuk telunjuk berisi kurma berbalut wijen, sarang burung, jajaran genjang, dan segi-empat/amplop. Jadi, yang mana yang Anda suka?
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga: cafe

Senin, 08 November 2010

Festival makanan turki di Satoo

Hotel Shangri-La Jakarta tidak mau ketinggalan untuk ikut memeriahkan Hari Nasional Turki, yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2010. Kali ini, Restoran Satoo yang terletak di Ground Floor Hotel Shangri-La menggelar Turkish Food Festival mulai tanggal 20 Oktober hingga 5 November 2010.

Dalam festival ini, Satoo Restaurant menghadirkan beberapa chef profesional asli Turki sehingga para tamu dapat menikmati keunikan cita rasa kuliner ala Turki yang sangat spesial. Beberapa menu ini adalah salad dan sayuran yang disebut Meze, Kisir yang merupakan salad gandum tradisional, dan Saksuka sayuran mediterania yang digoreng kering dan disajikan dengan saus tomat.

Untuk menu pembuka lainnya, rasakan kelezatan Feslegenli Karides salatsi atau salad udang yang diolah dengan bumbu rempah. Ada juga Taza Kisnisli Ahtopot Salitsi atau salad gurita dengan bumbu ketumbar. Istimewa bukan?

Masuk ke dalam manu utama, ada Adana Kebabi, yaitu sate baso dengan bumbu tradisional dan Izgara Kofte atau baso panggang. Anda mencari menu lengkap? Cobalah Kuzu Tandur ve Ic Pilav yaitu tandori daging domba khas Turki yang disajikan dengan nasi pilaf yang dibuat dari bumbu.

Khusus dari tanggal 20 hingga 28 Oktober 2010, para tamu yang datang untuk makan malam di Satoo dapat menikmati berbagai atraksi musik dan tarian yang didatangkan langsung dari Turki, seperti tarian tradisional, tari perut atau belly dance, grup perkusi, ice cream shoman dan pembuat kopi khas Turki.

Turkish Food Festival ini tersedia di Restoran Satoo tersedia pada jam makan siang dan makan malam dengan harga mulai dari Rp. 185,000 per orang. Ayo, kita ke Satoo!
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Cafe

Minggu, 07 November 2010

menikmati Se'i di Restoran di Kupang

Jakarta, VOI Fitur - Kabupaten Kupang merupakan sebuah kabupaten yang terletak di sebelah paling Selatan pulau Nusa Tenggara Timur. Ketika berada di Kabupaten Kupang, Anda dapat berkunjung ke Pantai Tablolong. Pantai ini terletak di kecamatan Kupang Barat. Dari pusat kota Kupang, pantai ini terletak 30 kilometer atau lebih kurang 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Desiran ombak yang seakan menyapu hamparan pasir putih menjadi ciri khas tersendiri dari Pantai Tablolong. Anda dapat menjadikan pantai berpasir putih ini untuk berjemur atupun bermain voly pantai.

Bagi anda yang hobi memancing, pantai ini dapat juga menjadi alternatif baru. Bahkan karena ikan yang hidup di laut Tablolong jenisnya beragam dan jumlahnya tak terhitung, pantai ini disebut juga surga bagi para pemancing. Kejernihan air lautnya juga dinilai sangat cocok bagi anda yang gemar berenang di laut.

Ketika berkunjung ke Pantai Tablolong, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk melihat matahari terbit. Karena dari kejauhan, anda dapat melihat kilauan air yang terlihat indah ketika matahari pagi mulai memancarkan sinarnya. Lain halnya ketika anda tiba di pantai ini beberapa saat sebelum matahari mulai terbenam. Anda dapat melihat matahari yang mulai berwarna kemerahan seakan tampak hilang dibalik laut Tablolong.

Tak hanya pantai Tablolong, kabupaten Kupang masih memiliki tempat wisata pantai lain yang juga patut anda kunjungi, salah satunya, Pantai Oesina (baca: pantai Usina). Pantai ini terletak di Lifuleo, kecamatan Kupang Barat. Dari pusat kota Kupang Barat, jarak menuju pantai ini lebih kurang 35 kilometer.

Ketika berkunjung ke Pantai Oesina (baca: pantai Usina), anda dapat melihat hamparan pantai berpasir putih. Sama seperti di Pantai Tablolong, hamparan pasir putih di pantai Oesina (baca: pantai Usina) dapat juga anda jadikan tempat untuk berjemur. Bahkan, seringkali tepian pantai Oesina (baca: pantai Usina) dijadikan sebagai tempat untuk mendirikan tenda perkemahan.

Ratusan jenis ikan laut hias dan beragam terumbu karang di laut Oesina (baca: laut Usina) dapat juga dijadikan daya tarik tersendiri bagi para penyelam. Karena air laut di Oesina (baca:Usina) begitu jernih, cukup dengan snorkeling, anda pun dapat melihat beberapa jenis ikan laut hias khas Oesina (baca: Usina).

Berkunjung ke kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur terasa kurang lengkap jika belum mencoba rasa Daging Se'i, hidangan khas Kupang. Bagi masyarakat Kupang, hidangan ini begitu populer. Konon, sejak tahun 1986, hidangan ini telah diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kupang ditandai banyaknya menu-menu di restoran yang menyajikan se'i.

Arti kata Se'i konon berasal dari bahasa Rote, bahasa daerah masyarakat Kupang. Dalam bahasa Rote, Se'i artinya daging yang disayat tipis dan memanjang. Biasanya, bahan Se'i yakni daging babi, sapi, atau rusa. Masyarakat Kupang lebih memilih Se'i babi. Namun, di beberapa restaurant di kota Kupang Se'i sapi juga tersedia. Sementara Se'i rusa, tidak setiap kali ditawarkan, karena rusa telah ditetapkan sebagai satwa langka dan dilindungi.

Penyajian daging Se'i khas Kupang relatif sederhana. Hanya dengan cara diasap dan diberi aneka bumbu dapur, hidangan ini telah siap untuk dihidangkan. Namun agar terasa lembut di lidah, daging ini harus diasapi di atas bara api yang menggunakan kayu kusambi selama lebih kurang 5 hingga 9 jam. Bagi pecintanya, kenikmatan hidangan ini telah dapat dirasakan mulai dari cicipan pertama. Konon, rahasia kelezatan Daging Se'i terletak pada bumbunya. Sebelum diasapi, Daging Se'i terlebih dahulu dilumuri dengan madu khas Kupang. Anda tertarik untuk mencobanya?. Ari-Ike/LPP RRI
Sumber: VOI
Lihat Juga:
Cafe

Selasa, 02 November 2010

Cafe Gumati di Bogor

Geladak & Garden Area, menghadirkan pemandangan langsung Kota Bogor dan Gunung Salak Bogor, ditemani dengan suara gemericik air dari kolam, menambah romantis suasana. Sangat cocok untuk anda yang ingin menikmati suasana alam Kota Bogor.
Pendopo, merupakan tempat yang cocok untuk keluarga yang ingin menikamati santapan nikmat di Gumati Cafe & Resto. Selain tempat yang nyaman, pengunjung masih dapat menikmati pemandangan Kota Bogor beserta Gunung Salaknya.
Hall Gumati, adalah tempat untuk pengunjung dengan jumlah banyak (Group) sekaligus tempat yang sangat cocok untuk acara-acara ulang tahun, Perkawinan, Lounching, Gathering, dll. Hall Gumati tersedia juga aneka hiburan seperti Live Music yang cocok untuk semua kalangan.
Restaurant, Disediakan untuk pengunjung yang ingin menikmati aneka makanan yang dapat dipilih sebelum disajikan. Kesegaran aneka Bunga tercium ketika memasuki area restoran Gumati, dengan pemandangan yang indah dari Kota Bogor, pengunjung akan dimanjakan pula dengan music tradisional secara langsung. Di Restoran Gumati tersedia aneka makanan dan minuman mulai dari tradisional, masakan Indonesia dan western.
sumber: cafeGumati

Rabu, 27 Oktober 2010

wisata kuliner di Pontianak

Anda sebagai orang Pontianak pasti sudah tahu dengan kawasan super sibuk ini yaitu jalan Gajah Mada. Bukan karena pasar Flamboyan yang menawarkan barang-barang serba murah tetapi sisi lain dari itu. Bicara soal kuliner tentu bukan barang langka di jalan Gajah Mada barbagai macam restaurant, cafe dan warung menawarkan makanan yang memanjakan lidah. Mulai makanan serba mahal dari restaurant mewah hingga yang ekonomis yang disediakan sejumlah rumah makan. Saya bukanlah pakar kuliner seperti Bapak Bondan Winarno yang ada di acara wisata kuliner Trans Tv. Saya hanyalah penikmat setia kopi dan tentu kopi tetaplah kopi si hitam manis yang menggoda terutama di pagi dan malam hari. Di jalan Gajah Mada kota Pontianak ada banyak warung kopi yang bertebaran disepanjang jalan. Jika siang hari jalan Gajah Mada menjadi tempat berputarnya roda perekonomian kota Pontianak maka dimalam hari akan menjadi salah satu sentra dalam ajang berkumpul bersama orang-orang terdekat lewat secangkir kopi yang nikmat dan hanya ada di jalan Gajah Mada Pontianak.
Ratusan bahkan ribuan jika di akhir pekan masyarakat secara ramai-ramai datang kejalan Gajah Mada untuk menikmati secangkir kopi. Apalagi Restoran dan cafe yang meyediakan proyektor untuk tv kabel untuk menyiarkan laga sepak bola club Eropa serta fasilitas wi fi tentu akan menjadi tempat favorit pengunjung hingga dini hari dan bersiap-siaplah anda tidak kebagian tempat duduk dan tempat parkir. Walaupun kota Pontianak sudah banyak memiliki tempat hiburan umum tetapi jalan Gajah Mada tetap mempunyai penggemar dan harus masuk daftar kunjungan anda jika ke kota Khatulistiwa ini karena tempat ini disukai dari berbagai kalangan mulai dari yang muda hingga yang sudah tua, rakyat kecil hingga pejabat terutama jika di akhir pekan seperti malam minggu. Buat anda yang tidak suka dengan kopi sebaiknya jangan mengurungkan niatnya untuk ke jalan Gajah Mada, panggilah pelayan rumah makan atau cafe dan pesanlah minuman favorit anda karena di jalan Gajah Mada tidak hanya menawarkan minuman kopi tetapi banyak lagi minuman lainnya seperti minuman khas kota Pontianak yang terbuat dari lidah buaya. Jika anda lapar pesanlah makanan yang ada di daftar menu dan jangan lewatkan untuk mencoba sensasi kuliner khas Pontianak seperti He Keng, Juhi Bakar dan lain sebagainya. Jika anda diluar kota Pontianak segeralah hubungi agen travel kepercayaan anda dan segera nikmati wisata ala kota Pontianak seperti jalan Gajah Mada serta kelokasi favorit lainnya yaitu alun-alun Kapuas, Istana Kadriyah, Tugu Khatulistiwa bahkan kota Pontianak juga menawarkan wisata religi islam juga loh. Selamat Datang di kota Pontianak.
Oleh: Rahman Raden El Egypt

Senin, 25 Oktober 2010

Semangat Pemuda Aceh

Tak perlu binggung kemana menghabiskan malam akhir pekan. Mampir saja ke cafe Pante Pirak Bakery and restaurant, kawasan pertokoan simpang lima Banda Aceh.

Di sana sekelompok anak muda siap menghibur anda dengan pertunjukkan musik live. Messa Band, nama grup musik para mahasiswa itu. Menurut Muhammad Reza, sang manager, Messa terbentuk dari keinginan bermain musik profesional.

“Awalnya kita tidak kenal satu sama lain, tapi kemudian kita merasa cocok dan kemudian bersepakat untuk bergaung dalam sebuah wadah,” kata Reza.

Para personil Messa yakni Reza vokalis, Zulirfan Malao memainkan keyboard, Zulkifli dan Yuril memetik gitar, Ansarullah pemain bass dan Adil penabuh drum.

Lucunya, nama Messa dari rasa senasib para personil. Semuanya, anak rantau. “Kami mahasiswa dan tinggal di mess, jadi memilih nama Messa,” jelas Reza sambil tersenyum sumringah.

Sejak terbentuk pada Juli tahun 2008 lalu, Band Messa sudah memulai menunjukkan debutnya. Selain pertunjukkan live, juga sudah merilis single-single bertajuk cinta dengan aliran musik pop rock.

Zulirfan Malao, salah seorang personil, menyebutkan beberapa single yang sudah dirilis diantaranya, lagu berjudul Rasa Hati, Menanti, dan Kasih. Selain itu, Messa juga rajin berkompetisi.

Sebagai mahasiswa, tentu saja bukan ’cinta-cintaan’ saja yang diurus. Messa menunjukkan idealisme-nya lewat musik. Tahun lalu, mereka menjadi juara dua lomba jingle anti korupsi yang diselenggarakan oleh KPK di Aceh.

Mempertahankan keberadaan band menjadi hal utama dalam setiap perjalanan Messa. “Kita selalu mengutamakan diskusi dan demokrasi untuk setiap upaya penyelesaian masalah di band,” jelas Reza.

Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan oleh Messa, diantaranya menjadi band papan atas di blantika musik indonesia. “Itu mimpi kami, dan kami berharap itu bisa terwujud, meski jalannya masih panjang,” ungkap Reza.

sumber : acehkita.com

Lihat Juga:
Restoran

Kamis, 21 Oktober 2010

Buffet atau prasmanan

Salah satu bentuk buffet adalah memiliki sebuah meja penuh dengan piring berisi makanan porsi tetap; pelanggan pilih piring berisi makanan apa yang mereka inginkan saat mereka berjalan bersama. Formulir ini paling sering terlihat di cafetaria. Sebuah variasi terjadi di sebuah rumah Dim sum, di mana para pengunjung membuat pilihan mereka dari troli beroda berisi piring makanan yang bersirkulasi melalui restoran. Lain turunan dari jenis buffet terjadi di mana pelanggan memilih makanan dari buffet gaya layout dan kemudian membayar berdasarkan apa yang dipilih.

Bentuk lain, yang dikenal sebagai all-you-can-eat, lebih bebas-form: pelanggan membayar biaya tetap dan kemudian dapat membantu diri mereka untuk makanan sebanyak yang mereka ingin makan di makanan tunggal. Bentuk ini sering ditemukan di restaurant, terutama di hotel.

Jenis ketiga buffet biasa ditawarkan di toko makanan dan supermarket adalah salad bar, di mana pelanggan membantu diri mereka sendiri untuk selada dan bahan salad lainnya, kemudian membayar dengan berat.

Jenis keempat buffet dikaitkan dengan perayaan semacam.

Sebagai kompromi antara self-service dan pelayanan meja penuh, buffet mungkin staf yang ditawarkan: pengunjung membawa piring sendiri sepanjang garis buffet dan diberikan sebagian dari server di setiap stasiun. Metode ini lazim pada melayani pertemuan di mana pengunjung tidak membayar khusus untuk makanan mereka.

Suatu bentuk buffet tradisional di Swedia adalah hamparan, yang secara harfiah berarti meja sandwich.

Selasa, 19 Oktober 2010

Oriental Mediterania di Lombok

Bagi mereka yang lebih memilih pilihan makanan terbaik dan beragam baik pilihan pada menu, untuk sebagian besar hotel Lombok masih menjamin ketika datang untuk mendapatkan makanan yang berkualitas. Jauh dari hotel terdapat banyak restaurant dan cafe di sekitar pulau di mana Anda dapat menikmati hidangan tradisional Indonesia, tanpa harus menguras kantong anda.

Oriental aksen dan Mediterania juga mudah ditemukan, di restoran di sepanjang pantai Senggigi tetapi di mana pulau benar-benar unggul dalam produksi makanan laut segar. tangkapan ikan di bakar dan daging disusun di atas BBQs di pantai, lezat dan menambah pengalaman baru, ini adalah makanlezat yang kucoba.


Menampilkan hidangan lokal yang disertai dengan musik hidup, Tropicana merupakan salah satu restoran pulau paling terkenal dan populer di Lombok. Terletak di Hotel Puri Mas, ongkos termasuk hidangan lezat seperti ikan Rijsttafel segar. tempat yang bersih dan mengadopsi interior Indonesia.

Senin, 18 Oktober 2010

Keunikan Bumbu Bali Restaurant

BUMBU BALI RESTURANT terletak di jantung Ubud, di seberang istana Puri saron, dekat ke Ubud pasar tradisional, menawarkan restoran Bumbu bali a pilihan "Authentic" Bali, makanan India dan vegetarian.

Hal ini diwakili "Kubu" yang sebenarnya di Bali Ketahui sebagai rumah kecil di lahan sawah yang biasanya digunakan untuk petani sebagai tempat untuk mengambil menangkap dan menikmati makanan dan minuman. Ini adalah untuk membuat sentuhan kecil dari kehidupan nyata Bali.

Restoran utama juga udara terbuka dengan pemandangan kolam air kecil menengah dan pejalan kaki yang lewat ke pasar tradisional dan kegiatan seremonial.

Hal ini dihiasi dengan interior Bali sekitarnya. Meja itu dihiasi dengan unik "patung perunggu kecil Buddha" dengan aromatik bunga "mitir" sekitar, untuk memberikan suasana damai & perasaan.

Lihat Juga:
Cafe

Minggu, 17 Oktober 2010

Makanan Halal di Saigon

Ho Chi Minh City - Salah satu rules of thumb untuk mencari tempat makan halal bila sedang berada di negara-negara yang mayoritas penduduknya tidak beragama Islam adalah terlebih dulu mencari masjid terbesar. Di Ho Chi Minh City (d/h Saigon), masjid itu ternyata letaknya persis di belakang hotel favorit saya, Caravelle.

Halal@Saigon, begitu nama restoran itu, dimiliki oleh seorang dokter keturunan India warga negara Malaysia. Dokter Shimi sebetulnya datang ke Saigon 18 tahun yang lalu untuk membuka usaha di bidang farmasi bersama suaminya. Tetapi, setelah usaha farmasinya berjalan baik, ternyata dia "ngelantur" ke bisnis restaurant pula.

"Kasihan orang Malaysia bila berwisata ke sini sulit menemukan makanan yang dijamin kehalalannya," kata Dokter Shimi. Sekarang, di ruas jalan pendek di sekitar masjid itu sudah bermunculan beberapa restoran halal lainnya.

Dokter Shimi sengaja mendatangkan beberapa tukang masak dan pramusaji dari Malaysia untuk mengawaki restorannya. Halal@Saigon memang menyajikan berbagai masakan Malaysia. Tetapi, tentu saja kebanyakan tamu justru mencari sajian khas Vietnam tetapi dimasak dengan kepatuhan tinggi terhadap syarat-syarat halal.

Contohnya adalah goi cuon (lumpia basah) khas Vietnam. Sekalipun biasanya ada pilihan antara tom (udang) atau ga (ayam) - di samping mihun dan daun salad - di tempat-tempat umum lumpianya sering diisi juga dengan seiris daging babi. Di Halal@Saigon, sudah pasti goi cuon-nya halal. Cocolannya, seperti biasa, adalah sambal tauco.

Sajian yang paling saya sukai di sini adalah salad udang dan umbut daun kelapa dengan saus jeruk nipis segar, dimakan dengan krupuk udang sebagai sudu. Umbut daun kelapanya bertekstur lembut dan manis - mirip dengan heart of palm yang di California juga lazim dipakai sebagai campuran salad. Bagi saya, sajian ini benar-benar fresh dan mak nyuss.

Udang rebusnya juga istimewa. Tetapi, ternyata, prosesnya agak "mengerikan". Udang hidup dimasukkan ke dalam kelapa muda dengan rajangan bawang bombay, daun bawang, dan daun ketumbar - yang kemudian dipanggang dalam oven. Ketika disajikan, udangnya terasa manis alami, segar, dan nyakrek (succulent). Bila diperlukan, udangnya bisa dicelupkan ke dalam saus yang dibuat dari perasan jeruk nipis, garam, dan lada.

Sajian lain yang harus diacungi jempol di sini adalah ikan keo (semacam patin) yang dimasak dalam kuali (claypot) dengan karamel, lalu ditaburi bubuk kacang tanah, bawang putih, dan cabe kering. Saya langsung teringat sajian serupa yang juga ada di Vietopia Jakarta. Daging patin yang lembut berlemak itu terasa sangat mulus dalam balutan saus yang kompleks.

Lho, tapi kenapa akhirnya semua menu Vietnam halal ini justru hanya menampilkan seafood? Selain udang dan ikan, juga kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Bagaimana kalau yang datang justru alergi terhadap ikan?

Gampang! Ada menu Malaysia berikut untuk dipilih: nasi rendang, nasi lemak, kari sapi, sate ayam/sapi, dan lain-lain. Selain itu, juga tersedia berbagai sajian untuk vegetarian.

Bila Anda diwajibkan makan halal, maka Halal@Saigon adalah alamat yang paling tepat selama berkunjung ke Ho Chi Minh City. (Bondan Winarno)
sumber: detikfood

Lihat Juga:
Cafe